AIR MATA DIAH

AIR MATA DIAH
KECELAKAAN DIAH


__ADS_3

Perjalanan pergi karena di usir, Diah tidak menyangka akan bernasib tidak baik.


Angkot saat ini, membuat kecelakaan membuat Diah semakin diambang kematian. Tubuhnya kembali membeku kala mobi taksi yang ia tumpangi terbalik, ia berusaha menatap supir sudah tergencat mengenaskan dan berlumuran darah. Sehingga saat itu Diah menutup mata.


Niu! Niuuuueee!! bunyi suara ambulance.


Diah kini berada di rumah sakit, tak banyak yang tahu pasien bernama Diah adalah wanita dan istri dari seorang pria bernama Fariz dan Mira yang kini selalu bermanja di kantornya.


Kehilangan Diah bak ditelan bumi, kedua orangtua Diah sangatlah menangis sejadi jadinya. Apalagi Fariz, merasa biasa saja, dan sudah menikah lagi dengan wanita bernama Mira.


Sehingga beberapa bulan berlalu, Diah menatap langit langit dan membuka mata, ia telah dikelilingi seorang ibu paruh baya yang tersenyum padanya.


"Alhamdulillah kamu dah sadar nak! sudah enam bulan kamu koma, nama kamu siapa? sudah ingat?"


Diah menggeleng, ia berusaha keras mengingat dirinya dimasa lalu. Tapi jawabannya adalah Diah semakin sakit. Ia hanya masih ingat namanya adalah Diah, kala ia masih menatap kalung berliontin namanya saja.


"Diah, seperti di liontin kamu. Cepat sembuh ya ndok! panggil aku ibu, ibu Sum!"

__ADS_1


Diah mengangguk, hingga beberapa bulan kemudian. Diah bisa senyum dan mulai bekerja, ia sudah banyak beradaptasi dengan warga sekitar.


"Bu, aku berangkat kerja dulu ya!"


"Iy ndok! baik baik ya. Kalau udah selesai kerjanya, cepat pulang!"


"Iy bu, Diah pasti cepat pulang. Ga akan kelayapan pokoknya. Nurut sama ibu dan bapake." senyum Diah.


Sementara Diah berada dikamar, ia sangat jelas menangis mengeluarkan air matanya. Ia ingat dirinya kecelakaan, menatap wajahnya sedikit luka bakar. Ia sadar siapa dirinya, selama ini hidupnya merana. Dan berada ditangan bu Sum, ia bagai anak yang beruntung. Diah ingin pulang, tapi takut ibunya takut melihat wajahnya ini.


Hingga beberapa bulan lalu Diah mengingat jelas, saat ia pertama kali bekerja yang masih terbilang anak baru.


Diah kembali di minta untuk segera masuk bekerja, terus terang ini adalah detik detik ia bekerja sebagai pengganti kebersihan. Sudah tiga hari ia demam, meski kondisi fisiknya terlihat sehat. Tentu saja akibat beberapa hari lalu ia di minta membersihkan ke ruangan pria sial yang tak pernah Diah bayangkan.


'Andai saja, kulkas tak kosong seperti ini. Hyak!'


Diah akhirnya, harus berbelanja bahan pokok untuk sepekan. Ia takut kedatangan kerabatnya akan menanyakan, maklum saja Diah selalu tak boleh serba kosong kebutuhan masak. Ia tak di izinkan makan di luar, karena jajanan yang tak sehat. Maka dari itu stok persediaan tak boleh kosong.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dengan motor bebeknya. Diah dengan helm dan warna motor yang terlihat berwarna pink. Ia segera memarkir. Mengambil trolly! tentunya mengambil beberapa bahan pokok seperti sayur dan beras serta frozen. Tak lupa kentang dan camilan. Setelah mengantri di kasir, ia tak sengaja mundur dan menabrak seorang pria yang sedang menelpon.


BRAGH!!


"Uuuh, maaf Pak!" Diah, terkejut bukan main ketika yang ia lihat adalah pria yang membuat harinya kacau.


"Bisa liat tidak kau." pria itu menatap tajam, lalu ingat perkataan wanita itu untuk tetap acuh.


"Mundur!"


"Hey! Gadis jelek, mundur kamu!"


"Hah .. Apa maksudnya?"


Itu adalah cara Diah, menatap pria yang kini saling bertautan mata. Diah tidak menjawab pertanyaan pria itu, ia malah membentak pria itu yang segera pergi, jijik melihat Diah.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2