AIR MATA DIAH

AIR MATA DIAH
WAJAH BERBEDA


__ADS_3

Setelah tragedi kecelakaan, beberapa bulan kemudian Diah berubah wajahnya karena sebuah operasi, meski begitu ia bisa mengenali suaminya, akan tetapi tidak sangka pekerjaan Diah kali ini, benar benar tidak terbayangkan. Menjadi cleaning service di kantor Dekor, dimana disana ada Fariz dan wanita bernama Mira bekerja bareng.


'Mas Fariz, andai kamu tahu aku Diah. Tapi, dengan begini aku bisa melihat kamu baik baik saja.' gumam batinnya.


"Kau yang mundur kataku, kau mau aku menendangmu, atau aku akan memotongnya saat kau lemas tak berdaya?" kesal Diah kala melihat pria yang ia benci. Jujur saja sulit untuk melaporkan, kejadian itu membuat Diah tak berdaya karena menyangkut masa depannya.


Diah masih ingat, pria ini pernah memeluknya mendadak. Sehingga membuat para komentar dan hal tidak baik padanya.


"Kau berani bicara begitu padaku, kau hanya seorang petugas kebersihan saja. Kau tau siapa aku, aku bisa saja membuatmu kehilangan pekerjaan dalam waktu dua menit."


"Hah! siapa dirimu mengancamku begitu, asal kau tau. Aku muak jika bertemu pria menjijikan sepertimu. Huuft! jujur asal kau tau, aku hanya pengganti. Sudah berakhir karena magang, jadi jangan lagi kau ancam padaku!"


Krek!!


Diah menggertak troly pria itu, lalu pergi setelah mendapat barang belanjaannya. Dengan rasa kesal Diah, sepanjang langkah bergerutu.


Sementara Fariz merasa tak terima, ia segera menghubungi asistennya juga.

__ADS_1


"Kau, cari rekaman kamar. Jangan kau lihat, kau kirim padaku sekarang!" titahnya.


Kesal, ia segera mencibir dirinya. Betapa bodohnya ia bisa memakai wanita jelek itu. Para wanita lain yang sangat cantik, sangat tergila padanya akan rela antri demi tidur dengannya. Hanya seorang wanita jelek, kau akan tau akibatnya! Bukan hanya mimpi buruk sebuah foto bugil tubuh hitam yang buruk itu, tapi kau akan sulit mendapat pekerjaan.


Sepanjang hari, mood Fariz sangat kacau. Setelah bertemu Diah. Andai saja hari ini ia tidak jadi ke swalayan untuk bertemu seseorang, sekaligus membeli sesuatu. Mungkin moodnya tidak akan seburuk ini.


"Wanita tak tau di untung, aku harus bertemu wanita jelek dan buruk rupa, tidak tompel atau lemak berada dimana mana. Sudah beruntung kau mendapatkan tubuhku."


"Hey! kau menjijikan. Dari mana aku beruntung. Kau tau bahkan aku harus mandi kembang tujuh rupa. Bahkan lulur dengan tujuh tanah agar kotoran itu tak menempel bala padaku."


"Wah! kau membuntutiku, bahkan kau menguping aku bicara. Apa kau artis, merasa tersindir. Siapa yang membicarakanmu?" ketus Fariz.


"Dasar pria gila! kau bicara wanita bertubuh hitam, gendut dan tompel di mana mana. Siapa lagi karena disini hanya aku?"


Diah mencibir dan mengerlingkan netranya di hadapan Fariz. Tidak ada sebuah kelembutan bagi Fariz, ketika Diah mendengar ocehan dan membully bentuk fisiknya. Hal itu juga membuat emosi berlebih pada pria bernama Fariz.


"Kau, untuk apa masih disini? Minggir!" ucap Diah.

__ADS_1


"Hey! Kau mengusirku, dasar hitam."


"Kau yang menyuruhku pergi duluan, minggir aku tak bisa lewat! Kau tidak sadar seberapa jarak kita dekat?"


"Hey! wanita jelek, kau pikir aku mau dekat denganmu bertemu denganmu, bahkan jika aku bersejajar denganmu. Aku harus menutupi wajahku dengan karung. Tidak sadar dirikah kau dengan bentuh tubuh jelekmu?"


"Kau.. " menatap tajam.


"Hah, aku tau, jujur kau suka melihat diriku yang tampan. Hah jangan mimpi, bahkan jika aku harus menikahi wanita sepertimu. Aku harus memilih tidak menikah dan kehilangan harta sekalipun aku harus terlahir dengan makhluk rendahan sepertimu. Tidak level. Kenapa kau masih di sini, menatapku. Dasar hitam."


"Hak! Aku memandangmu, karena aku tidak ingin melihat wajahmu yang sok tampan. Menjijikan, enyahlah dirimu bersama dosamu!"


Diah mengklakson, hampir membentur tubuh yang berdiri, hingga Diah melaju karena kesal ocehan pria itu. Jujur saja Fariz sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya. Tak di sangka harinya kembali sial kala bertemu wanita jelek hitam tadi.


Tbc.


Dukung Diah ya all.

__ADS_1


__ADS_2