AIR MATA DIAH

AIR MATA DIAH
MASA LALU DIAH


__ADS_3

DIAH KEMBALI MENGINGAT MASA PERTEMUANNYA DENGAN FARIZ.


Diah kembali di minta untuk segera masuk bekerja, terus terang ini adalah detik detik ia bekerja sebagai pengganti kebersihan. Sudah tiga hari ia demam, meski kondisi fisiknya terlihat sehat. Tentu saja akibat beberapa hari lalu ia di minta membersihkan ke ruangan pria sial yang tak pernah Diah bayangkan.


'Andai saja, kulkas tak kosong seperti ini. Hyak!'


Diah akhirnya, harus berbelanja bahan pokok untuk sepekan. Ia takut kedatangan orangtua nya akan menanyakan, maklum saja Diah selalu tak boleh serba kosong kebutuhan masak. Ia tak di izinkan makan di luar, karena jajanan yang tak sehat. Maka dari itu stok persedian tak boleh kosong.


Beberapa saat kemudian, dengan motor bebeknya. Diah dengan helm dan warna motor yang terlihat berwarna pink. Ia segera memarkir. Mengambil troly! tentunya mengambil beberapa bahan pokok seperti sayur dan beras serta frozen. Tak lupa kentang dan camilan. Setelah mengantri di kasir, ia tak sengaja mundur dan menabrak seorang pria yang sedang menelpon.


BRAGH!!


"Uuuh, maaf Pa ..!" Diah terkejut bukan main ketika yang ia lihat adalah pria yang membuat harinya kacau.


"Bisa liat tidak kau," pria itu menatap tajam, lalu ingat perkataan wanita itu untuk tetap acuh.


"Mundur!"


"Hey! Jelek, apa maksudnya?"


Itu adalah cara Diah menatap pria yang kini saling bertautan. Diah tidak menjawab pertanyaan Fariz, ia malah membentak pria itu yang segera mundur.


"Kau yang mundur kataku, kau mau aku menendangmu, atau aku akan memotongnya saat kau lemas tak berdaya?" kesal Diah kala melihat pria yang ia benci. Jujur saja ia sulit untuk melaporkan, kejadian itu membuat Diah tak berdaya karena menyangkut masa depannya.


"Kau berani bicara begitu padaku, kau hanya seorang petugas kebersihan saja. Kau tau siapa aku, aku bisa saja membuatmu kehilangan pekerjaan dalam waktu dua menit."


"Hyak! siapa dirimu mengancamku begitu, asal kau tau. Aku muak jika bertemu pria menjijikan sepertimu. Huuft! jujur asal kau tau, aku hanya pengganti. Sudah berakhir karena magang, jadi jangan lagi kau ancam padaku!"


Krek!!

__ADS_1


Diah menggertak troly pria itu, lalu pergi setelah mendapat barang belanjaannya. Dengan rasa kesal Diah sepanjang langkah bergerutu. Sementara Diah merasa tak terima, ia segera menghubungi asistennya.


"Kau, cari rekaman kamar itu. Jangan kau lihat, kau kirim padaku sekarang!" titahnya.


Fariz kesal, ia segera mencibir dirinya. Betapa bodohnya ia bisa memakai wanita jelek itu. Para wanita lain yang sangat cantik, sangat tergila padanya akan rela antri demi tidur dengannya. Hanya seorang wanita jelek, kau akan tau akibatnya! Bukan hanya mimpi buruk sebuah foto bugil tubuh hitam yang buruk itu, tapi kau akan sulit mendapat pekerjaan.


Sepanjang hari, mood Fariz sangat kacau. Setelah bertemu Diah. Andai saja hari ini ia tidak jadi ke swalayan untuk bertemu seseorang, sekaligus membeli sesuatu. Mungkin moodnya tidak akan seburuk ini.


"Wanita tak tau di untung, aku harus bertemu wanita jelek dan buruk rupa, tidak tompel atau lemak berada dimana mana. Sudah beruntung kau mendapatkan tubuhku."


"Hey! kau menjijikan. Dari mana aku beruntung. Kau tau bahkan aku harus mandi kembang tujuh rupa. Bahkan lulur dengan tujuh tanah agar kotoran itu tak menempel bala padaku."


Fariz terkejut menoleh ke arah belakangnya, kala ia masih kesal. Terlihat sebelah motor bebek berwarna pink. Wanita jelek itu tepat berada di belakangnya.


"Wah! kau membuntutiku, bahkan kau menguping aku bicara. Apa kau artis, merasa tersindir. Siapa yang membicarakanmu?" ketus Fariz.


Diah dengar Fariz mencibir dan mengerlingkan netranya di hadapan. Tidak ada sebuah kelembutan juga bagi Fariz, ketika Diah mendengar ocehan dan membully bentuk fisiknya. Hal itu juga membuat emosi berlebih pada Diah. Andai Fariz tahu, jika dirinya adalah istrinya bernama Diah.


"Kau, untuk apa masih disini? Minggir!" ucap Diah.


"Hey! Kau mengusirku, dasar hitam."


"Kau yang menyuruhku pergi duluan, minggir aku tak bisa lewat! Kau tidak sadar seberapa jarak kita dekat?"


"Hey! wanita jelek, kau pikir aku mau dekat denganmu bertemu denganmu, bahkan jika aku bersejajar denganmu. Aku harus menutupi wajahku dengan bantal. Tidak sadar diri kah kau dengan bentuk tubuhmu? apalagi nama di nametag membuat aku ingat wanita yang aku benci." teriak Fariz.


Deg.


"Kau.. " menatap tajam.

__ADS_1


"Hah, aku tau, jujur kau suka melihat diriku yang tampan. Hah jangan mimpi, bahkan jika aku harus menikahi wanita sepertimu. Aku harus memilih tidak menikah dan kehilangan harta sekalipun aku harus terlahir dengan makhluk rendahan sepertimu. Tidak level. Kenapa kau masih di sini, menatapku hitam?"


"Hyak! Aku memandangmu, karena aku tidak ingin melihat wajahmu yang sok tampan. Menjijikan, enyahlah dirimu bersama dosamu!"


"Hey, kau sok tahu akan dosaku?" teriak Fariz.


Diah mengklakson, hampir membentur tubuh Fariz yang berdiri, hingga Diah melaju karena kesal ocehan pria itu. Jujur saja Fariz sedang menunggu asistennya untuk menjemputnya. Tak di sangka harinya kembali sial kala bertemu wanita jelek hitam tadi.


"Dasar wanita gila, bahkan aku malu melihat tubuh penuh hitam tompel dan wajah jeleknya. Dasar wanita bodoh." cibir Fariz kala melihat wanita itu telah berlalu.


"Bos!"


Hah! Kaget Fariz. "Kau lama sekali? Cepat jalan!!" teriak Fariz pada asistennya yang baru saja tiba dan langsung membuka pintu mobil.


DI TAMAN RUMAH.


Diah yang terlihat tegar, ia begitu menyedihkan. Rasa sedih tangisan, hingga hidungnya meler tiba begitu saja. Bahkan ia masih memikirkan perkataan pria itu yang kasar memaki tubuh dan tampilannya. Fariz sama seperti Kaiz, sehingga ia menatap cermin dan berusaha mengoperasi bagian wajah jeleknya.


Diah memarkir, lalu terlihat Art menghampiri dan menyapa Diah.


"Siang non Diah, lagi sakit ya?"


"Ya, nih bi. Sakit hati dan jiwanya."


Hahaaa! Tentu saja sang bibi terkeukeuh, bertanya jika non Diah, sedang jatuh cinta.


Hah! mendengar pertanyaan bibi, membuat Diah berpikir keras. Aku tidak akan jatuh cinta pada pria menyebalkan tadi. Bahkan jika aku bertemu, aku akan pergi menjauh atau ngumpet dengan jarak ratusan meter. Ia bersumpah untuk tidak akan pernah terlibat dan menatap wajah pria yang telah membuatnya terluka dalam kepedihan.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2