AIR MATA DIAH

AIR MATA DIAH
MENEMUI SAHABAT


__ADS_3

Diah frustasi, ia ingin sekali melayangkan surat gugatan cerai. Pergi dan tak akan kembali ke rumah mas Fariz. Sehingga Diah mengontak teman baiknya yakni Amel yang berada di club malam.


Diah mencurahkan malam itu sepanjang malam, bahkan saat Amel di booking. Diah menunggunya di room ruang tunggu. Setelah kembali, Amel mengajak Diah dan traktir.


Awalnya Diah risih, ia tidak mau, tapi karena hatinya terluka ia menerima ajakan Amel. Rasa sakit yang selama ini ia pendam, seolah ingin ia keluarkan, setidaknya sedikit plong.


"Gue gak habis pikir, udah punya mertua kaya gitu, masih aja loh tetap baik. Coba menurut gue, lo gugat si Fariz. Lo pindah balik ke rumah ibu lo, terus lo ga usah bayarin semua tagihan. Supaya mertua lo itu sadar, kalau selama ini yang berjuang lo Diah. Aneh, punya laki modal kolor dan tampang doang, masih di pertahanin." gerutu Mel.


"Ya mau gimana lagi, gue masih bingung! kali aja rumah tangga bisa di pertahankan, dan mas Fariz bakal ngerti mau berubah. Gue cuma gak mau, rumah tangga gue harus benar benar pisah. Apa salah?"


"Ga ada yang salah, tapi yang salah di diri lo Diah."


"Euum .. Mel, aku pusing sekali, aku juga mual." ucap Diah.


"Eh, kita keluar! jangan muntah di sini Diah! ke rumah gue ya, kita balik!"


Diah di bantu Amel untuk keluar, ke mobil, dan akhirnya Diah keluar dengan tubuh yang hampir roboh. Diah berjalan sempoyongan benar benar sangat memprihatinkan.


"Ayo Diah kita masuk ke rumahku, tidak boleh sampai muntah di dalam mobil. Nih kantong plastik!" ucap Amel.


Samar samar Diah melihat rumah mungil di hadapannya. Tidak terlalu besar tidak terlalu kecil juga. Ada satu kamar tidur, dapur, ruang televisi dan kamar mandi.


Tertata dengan rapi dan bersih. Diah menebak gadis itu sangat suka kebersihan, dan tidak suka dengan hal yang kotor apalagi bau.


"Lo kenapa bisa sampe kaya gini sih Diah, gue pikir gue aja yang punya masalah berat."


"Mas Fariz, dia mau nikah lagi. Gue ga sanggup Mel. Huhuhu."


"Ya elah, itulah kenapa gue enggak mau nikah dulu, terbukti juga kan. Biar kerjaan gue kaya gini, gue masih segel belum robek. Itulah kenapa cowo enggak ada yang setia."

__ADS_1


Mendengar Amel bicara, membuat hati Diah semakin rapuh. Walau Amel tidak jarang dia selalu menjadi objek perhatian setiap pria. Karena tubuhnya yang tinggi, modis dan memiliki kulit yang cerah serta wajah yang bisa bersaing dengan seorang model. Fiks Amel adalah sosok wanita idaman pria.


"Kenapa liatin gue kaya gitu?"


"Beruntung, aku belum punya anak Mel. Kalau punya, cerai layangan gugatan aku tadi. Pasti bakal jadi Amel kedua."


"Heuumph! nyindir aja, udah sih mending lo keluar dari catering. Ikut kerja sama gue Diah."


"Astaga, jangan ajak aku kedalam bujuk lubang syaiton Mel. Aku ke kamu karena rindu tak berjumpa dah lama kan."


"Halah, rindu curhat mengenaskan aja bangga." sentil Amel.


"Benar sih." balas Diah.


"Lo mau gak gue kenalin, partner curhat pak bos. Doi kalau datang cuma curhat masa lalunya aja, katanya dia merasa bersalah sama cewek masa lalunya. Hingga sekarang udah di indonesia, belum berani menemuinya dan takut."


"Enggak, aku gak minat Amel. Jangan jadi comblang!"


"Lusa, kamu datang ya. Dandan yang cantik, kali aja kecantol!"


"Enggak mau, Mel aku gak mau." balas Diah.


Wajah Diah perpaduan korea, sementara Amel Cina, memiliki ibu yang cantik dan ayah yang tampan serta kaya raya adalah anugerah terbesar untuknya. Karena ketampanan dan kekayaan orangtuanya telah menurun kepadanya. Tapi sayang karena kesalahan mereka di masa lalu, membuat mereka bernasib tidak baik. Amel karena orangtuanya becerai, sementara Diah bangkrut dan jatuh di titik terendah.


Kali ini Diah mabuk untuk pertama kalinya, dan berhasil di bawa pulang oleh sahabat bernama Amel.


Amel melihat seorang gadis berambut hitam, dan bermata coklat itu sangat cantik, walau dengan dandanan alami dan natural. Antara ingat dan tidak, Amel melihat bahwa Diah akan cocok jika ia di comblangkan oleh tamu vvip teman bos nya.


Tak lama Diah mampir ke toilet, hingga di mana ia menjatuhkan sebuah bingkai foto. Terlihat menampilkan gaya seorang pria yang ia kenal, tapi Diah kembali menutupnya karena matanya sedikit kabur.

__ADS_1


"Udah ke toiletnya?" tanya Amel.


"Belum, fotonya jatuh. Sorry Mel."


"Gak apa apa lah, lagian dia kan cuma foto temen vvip. Mau tau gak ceritanya?"


"Tar dulu, kebelet pepsi nih." ujar Diah cepat cepat, sehingga membuat Amel tertawa.


"Dasar Diah konyol, masih sama aja kaya dulu. Aku tahu kamu tuh masih nyari mantan, lusa aku temuin kamu. Masalah kalian itu belum kelar, dia juga merasa menyesal. Sebagai sahabat seperjuangan, gue bakal bantu lo Diah." gumam Amel.


Tujuannya hanya satu saja, agar saat Diah ikut dengannya, bepergian untuk perjalanan bisnis, baik itu ke luar Kota atau keluar Negeri, rekan bisnis mereka akan terpikat oleh kecantikan Diah dan kepintaran Diah dalam berbicara bahasa asing.


Jelas saja itu sangat menguntungkan untuk perusahaan. Amel tahu kepintaran Diah dalam berbahasa asing juga menjadi nilai plus untuk perusahaan. Gadis itu menguasai 5 bahasa, yaitu bahasa China, bahasa Korea, bahasa Inggris, bahasa Jepang dan arab saudi.


"Iya. Ya aku ingat semua, kamu Diah kan?" kata Amel sambil menatap Diah dengan mata sayup. Saat dahulu mereka berkenalan masa kuliah. Sebelum ia tahu, jika Diah hamil tapi mengalami keguguran.


"Udah, ke toiletnya? nih piyama pake gih!"


"Ahh, benar. Telat kamu Mel, aku kok kaya mau muntah ya."


"Eh, yang bener. Masuk sana!"


Saat itu Diah telah muntah, mengotori bajunya hingga ke baju Amel. Muntahnya sangat banyak hingga membuat lantai kotor.


"Aduh ... aku pusing," kata Diah seusai muntah dengan begitu banyak. Dia bahkan tidak bisa menopang tubuhnya sendiri dan tersungkur di lantai setelah muntah, hingga larut malam Amel tidur lagi, dimana ini pertama kalinya Diah ikutan minum beralkohol. Namun saat Diah terbangun, menatap kondisi Diah yang lemas.


"Ya ampun mimpi apa aku semalam, ya Tuhan bau sekali, kotor dan menjijikan, aku harus apa?" ungkap Amel pusing.


Amel membawa Diah ke kamarnya, benar benar teman yang tidak bisa di ajak minum. Sehingga Amel merutug kebodohannya sendiri.

__ADS_1


"Ok, Fine, besok aku bakal cari kerjaan biar kamu gak mikirin suami gila kamu yang kawin lagi. Diah, tetaplah nurut sama Amel!" cetusnya. Di saat Diah sudah lemas tak berdaya.


Tbc.


__ADS_2