
BAB 12
Akhir dari derita
tuan,terima kasih karena telah membantu putri saya,ucap ibu Anna sopan
ah iya Bu sama sama,,ucap pemuda itu,
jangan panggil tuan Bu,panggil kenzi aja,ucap pemuda itu, tersenyum
yah permudah yang menggendong anna,sampai kamar iyalah tak lain,adalah kenzi..
ohw'''' nak kenzi mau kemana,ucap ibu melirik pemuda itu dari bawa ke atas,
kenzi seperti bukan orang biasa batin ibu
tunggu sebentar ya nak kenzi,ibu ambil kan minum duluh,ucap ibu undur diri kedapur
kenzi hanya mengangguk saja
kenzi tak menyangka jika dia akan bertemu dengan gadis itu lagi,
gadis yang belakangan ini membuat dia tidak fokus bekerja,di kantor,karena mengigat senyuman manis Anna
di minum nak,ucap ibu Anna
ah iya Bu,ucap kenzi,dia pun meminum minuman yang di suguhkan ibu Anna
maaf ya nak rumah nya berantakan kami baru saja selesai melayat,ucap ibu dengan raut wajah sedih,jika mengigat sang suami sudah tidak ada lagi di sampingnya,
tak terasa air matanya menetes di pipi nya
tak apa Bu,saya turut berduka cita,ucap kenzi
__ADS_1
Bu,suara,dari dalam kamar Anna,
ibu kak Anna udah sadar,ucap adik Anna
ibu pun bergegas masuk ke kamar Anna di susul kenzi,karena khawatir dengan Anna,kenzi pun langsung bangkit setelah mendengar Anna sudah sadar,
Anna,panggil ibu Anna
tapi yang di panggil hanya menatap kosong ke depan,,tak berapa lama air matanya pun tumpah tak terhentikan,Anna hanya menangis dalam diam,Anna masih sangat terpukul atas kepergian ayah nya,
ibu,pandu serta kenzi yang melihat Anna menangis ikut sedih melihatnya,
kak,sudah ya,jangan nangis lagi,ucap pandu adik Anna
pandu mencoba untuk menguatkan Anna
bapak sudah tenang di alam sana,jangan membuat bapak sedih..
dengan kaka seperti ini justru akan membuat bapak sangat sedih,ucap pandu lagi menguatkan tapi air mata lelaki itu menetes,,
flashback on
jangan pa,nanti bapak jatuh,ucap pandu kala itu
biar pandu aja yang memperbaiki lampunya ucap pandu lagi
gak papa bapak bisa ko nak,ucap bapak Anna
""''gedebuk"'""
krakk.....
bapak,ucap pandu berteriak,,,
__ADS_1
ibu,,panggil pandu,,
ibu,,,,panggil pandu lagi iya kenapa nak
bapak Bu,bapak jatuh dan berdarah,,
praang!
ibu menjatuhkan piring di tangannya karena terkejut,
apa kenapa bisa bapak jatuh,ucap ibu berjalan tergesah gesah ke arah sang suami
bapakkkk,, teriak ibu,
pandu yang sangat khawatir sama bapaknya keluar rumah meminta bantuan orang orang untuk membawa bapaknya kerumah sakit
tak lupa iya mengabarkan kabar ini untuk Kaka kakanya,dan Anna
tapi sayang nomor Anna tak aktif
setelah beberapa lama di dalam ruangan,
seorang dokter keluar dari dalam
bagai mana dok keadaan suami saya,ucap ibu Anna penuh khawatir
maaf Bu, kami sudah semaksimal mungkin tapi Allah berkehendak lain ucap pak dokter itu lirih
ibu Anna pun tak kuasa menahan tangis dan jatuh pingsang,,
pandu yang ada di dekat ibunya dengan sigap menahan tubuh ibunya agar tak terjatuh ke lantai
dokter yang melihat itu membantu pandu dan membawa ibu Anna keruangan yang lainya
__ADS_1
flashback off
bersambung........