Akhir Dari Derita

Akhir Dari Derita
AkHIR dari derita


__ADS_3

Bab 47


sedangkan disisi lain jalanan tempat kenzi dan Anna,seorang wanita tengah memperhatikannya.


bersenang-senang lah kalian,nikmati hari kamu,sebentar lagi aku akan membalas perbuatan kamu Ken,tunggu saja,setelah itu dia berlalu masuk kedalam mobil,dan pergi.


"Ken,sudah antar aku ke butik,aku cape aku pengen istirahat'"


"baik lah"


tak menunggu beberapa lama akhirnya mereka sampai di butik,Anna langsung keluar dari dalam mobil dan mengabaikan kenzi yang memanggil dirinya.


ahhh'kenzi mengembuskan nafasnya dengan kasar


"sabar Ken,mungkin Anna masih marah sama kamu"ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan butik Anna


sedangkan anna yang teryata belum sepenuhnya masuk keruangan dan mengintip di balik jendela melihat kenzi pergi meninggalkan butiknya.


"maaf kan aku Ken,belum saatnya kita bersama"batin Anna


Hana yang ada di belakang Anna ikut mengintip keluar namun tak melihat apa apa selain kendaraan yang lalu lalang.


ketika Anna berbalik dia terkejut melihat Hana yang tiba tiba ada di belakang dia.


"astaga" kejut Anna memegang dadanya.


sedangkan Hana pun ikut terkejut karena suara Anna yang nyaring di telinganya.


"apaan sih An,buat gue jantungan aja lu"ucap Hana kesal menutup telinganya

__ADS_1


"lagian Lo yang duluan yang ngagetin gue,tiba tiba berdiri di situ,gimana gue gak kaget"ucap Anna.


Hana hanya cegegesan


"habisnya gue kepo,gak biasanya Lo ngintip ngintip kaya orang di kejar hantu"ucap Hana Tampa rasa bersalah.


"Lo ngelihatin apaan sih?tanya nya masih melihat ke depan.


"untung Hana gak lihat gue turun dari mobil kenzi tadi",batin anna


"gak ngelihatin apa apa sih,cuma iseng aja mau ngintip keluar",ucap santai Anna lalu berlalu pergi


gak mungkin pasti ada sesuatu,ucap Hana,yah begitulah Hana selalu bertanya tanya sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.


'idih kepo bener Lo"ucap Anna lalu menutup pintu tepat di wajah sang sahabat.


Brak...


Anna yang tahu jika sahabatnya terkena pintu hanya terkekeh geli,Tampa rasa bersalah sedikitpun.


itulah persahabatan mereka yang selalu mengerjai satu sama lain.


"awas yah Lo an",belum sempat Hana melanjutkan kata katanya Anna sudah berteriak dari dalam


"awas apa ha,mau gue pecat Lo"?ucap nya dari dalam masih terkekeh.


Hana hanya menelan saliva nya dengan susah payah.


jika Anna sudah mengancamnya dia akan berhenti bertingkah.

__ADS_1


walaupun Hana tahu jika itu hanya candaan Anna.


"enggak kok an,gak papa,ucapnya setelah membuka pintu, masih memegang jidatnya."


"hahahaha"


"lagian Lo ngapain pakai acara nyium pintu segala sih Han,kena gini jadinya "ucapnya mengobati luka lebam di jidat Hana.


Hana hanya memutar bola mata malasnya


"ini juga salah Lo,udah tahu gue di belakang Lo,Lo malah main tutup pintu segala malah keras lagi"ucapnya cemberut


"iya iya maaf,gue minta maaf,"ucapnya masih terkekeh melihat wajah Hana yang sangat mengemaskan tentu itu tak luput dari cubitan tangan Anna di pipi tembem Hana


"hehehehe"


"apaan sih An sakit tahu,"mengusap pipinya


"hehehehe"


"habisnya gue gemes banget sama Lo,dengan muka Lo kaya gitu"


"kebiasaan banget sih,udah tahu ini sakit malah di tambah lagi di sini"ucapnya .memayungkan bibirnya.


"ih gak usah sok imut Lo Han,"ucap Anna lagi menyetil jidat Hana yang lebam.


"aduh kok Lo nyetil lagi sih An,ini masih sakit"


udah jangan marah marah nanti cantiknya hilang berganti dengan muka yang keriput kaya nenek nenek.

__ADS_1


"mending gue keluar aja dari pada gue disini"


__ADS_2