Akhir Dari Derita

Akhir Dari Derita
Pengumuman rekomendasi novel baru


__ADS_3

Rekomendasi novel baru


kesabaran seorang istri


""Terkadang ada seorang istri yang tak bisa sabar dalam rumah tangganya yang semakin hari semakin hambar terasa,namun berbeda dengan wanita yang bernama Teresia, Teresia selalu sabar menghadapi suaminya yang selalu pulang malam,jika dia tak bekerja dia akan pergi keluyuran di luar,demi kesenangan semata."


"Mas kapan kamu ada waktu buat aku?"tanya Teresia kala itu,karena sudah bosan di tinggal pergi oleh suaminya.


Selama pernikahannya Daren tidak pernah betah dirumah, jika pulang hanya makan setelah itu pergi lagi,sungguh membuat Teresia curiga pada suaminya itu.


"Maaf kan aku sayang,tapi teman teman aku udah ngehubungi aku jika kita akan nongkrong di tempat biasa",ucapnya dengan lembut.


Ohw'''' gitu yah mas,"?yah udah pergi aja entar kalo udah langsung balik yah sayang,soalnya aku kesepian.ucapnya memalas.


Daren tersenyum lalu mengecup kening istri tercintanya.


"Ya udah aku pergi duluh yah,sayang hati hati dirumah jagain baby kita yang ada disini,"ucapnya mengelus lembut perut buncit Teresia.


Teresia mengangguk kan kepalanya,jujur di hati yang paling dalam,dia tidak ingin suaminy selalu bepergia,namun apalah daya Teresia seorang istri yang harus patuh pada suami nya,jika dia melarang sama saja dia tidak memberikan suaminya kebebasan,dan pasti akan ada pertengkaran di antara mereka yah walaupun ujung ujungnya sang istri lah yang meminta maaf dahulu.


Teresia,yah nama saya teresia,umur 24 tahun,saat menikah baru berusia 19 tahun,karena aku sangat mencintai suamiku aku rela nikah muda saat itu,dia selalu sayang padaku perhatian apalagi saat tahu jika aku hamil,namun itu hanya sesaat karena dia lebih mementingkan teman dia di banding aku yang hamil besar.aku takut sendirian di rumah karena pasti sewaktu waktu tanpa aku sadari pasti akan melahirkan.


""Teresia sendiri dari keluarga yang terpandang, namun status yang dia miliki dia tutupi dari suaminya,karena tak ingin membuat suaminya minder,dan berkecil hati."


"namun entah mengapa hari demi hari suaminya berubah,dia tak pernah betah lagi dirumah semenjak Teresia hamil,dan dokter mengatakan jika Teresia tidak boleh melakukan hubungan intim dengan sang suami karena keseringan kram pada bagian perut,dokter menyarankan agar sang suami mengerti akan kondisi istrinya,karena sangat berbahaya bagi sang istri dan juga bayi yang ada di dalam kandungan nya.


namun nampaknya Willi tak sanggup menahan birahinya,mungkin karena telah merasakan apa yang namanya hubungan intim hingga dia tak sanggup jika tak melakukan hal itu ibarat nya narkoba jika tak melakukan nya, Sahari maka dia akan merasa seperti orang yang gila karena kecanduan, sehingga melakukan nya berkali kali.


itulah mengapa Willi tak betah dirumah karena tak mendapatkan kepuasan dari istrinya.


namun tak membuat Willi jajan di luar,dia sangat menyayangi istrinya,dia sangat menjaganya dengan baik,walaupun dia selalu keluar rumah,itu karena mengindari hubungan intim,entah kenapa semenjak kehamilan istrinya dia selalu ingin melakukan nya,istrinya terlihat sangat seksi,apalagi pada bagian payu daranya.


"mas,kenapa belum pulang ini sudah jam 02 loh,"ucap Teresia ketika menelfon suaminya


"maaf sayang,sebentar lagi aku akan pulang"ucap Willi santai


"kok rame banget kedengeran nya mas?tanya teresia"

__ADS_1


"aku lagi di acara temen sayang,makanya aku lama"ucap Willi


ohw'''' yah udah mas,jika udah sampai rumah telfon aku,silanya aku ngantuk banget"ucap teresia.


setelah mengatakan nya Teresia langsung mematikan sambungan telfon Tampa mendengar ucapan suaminya.


"entah lah mungkin hanya perasaan aku saja,nggak mungkin mas Willi selingkuh di belakang aku,"batinya


tak menunggu lama akhirnya Teresia terlelap di alam mimpinya dia melihat suaminya tengah bercumbu dengan wanita lain,Teresia sangat sedih,ingin mendekati sang suami namun entah mengapa tak sampai sampai juga di tempat suaminya.


Teresia selalu memanggil suaminya,namun Willi tak menggubris nya.


tak terasa Teresia menangis,air matanya membasahi wajah cantiknya.


"mas,jangan tinggalkan aku,aku lagi hamil besar,tega kamu mas",ucap Teresia di alam mimpinya.namun semakin dia mengejar suaminya,semakin jauh pula dia.


"maass"teriak Teresia dan terbangun.


"ah teryata hanya mimpi",ucapnya mengusap wajahnya,namun dia terkejut karena ada sisa sisa air matanya".


"teryata aku nangis beneran ucapnya".


"mas Willi belum pulang juga teryata"ini sudah jam setengah 5 kenapa dia belum pulang"Teresia mulai tak tenang.


dia mencoba menghubungi suaminya,namun nomornya tak aktif


"kamu di mana mas,kenapa nomormu tak aktif?"


"aku akan mencoba menghubungi temannya,yah temen mas willi"Teresia cepat cepat mencari kontak Wisnu teman Willi.


tutt,,,Tut,,,Tut,,,


Teresia terus menghubungi Wisnu,hingga panggilan ke 3 barulah Wisnu mengangkatnya.


"hallo mas Wisnu,"


"iya kenapa re"re adalah nama panggilan Wisnu ke Teresia.

__ADS_1


"apakah mas Willi ada sama mas Wisnu"?tanya Teresia hati hati


Wisnu di sebrang sana mengerutkan keningnya


"emang dia belum sampai?dia sudah pulang dari tadi kira kira satu jam yang lalu dia balik dengan alasan sudah lama meninggal kan kamu sendiri di rumah yang hamil besar"ucap Wisnu menjelaskan.


"iya mas,mas Willi belum pulang,aku telfon nomornya tak aktif,bagai mana ini mas,aku sangat khawatir sama dia"ucap Teresia parau.


"kamu tenang aja aku akan mencari dia,kamu nggak usah khawatir,bumil gak boleh banyak pikiran"ucap Wisnu menenangkan Teresia.


sebenarnya dari duluh dia suka pada Teresia,namun karena kalah cepat dengan Willi,Wisnu akhirnya mengalah,apalagi melihat pasangan tersebut sangat saling menyayangi satu sama lain.


sambungan telepon putus


namun setelah menunggu kabar dari Wisnu,Teresia mendengar jika pintunya di ketuk seseorang.


"re buka pintunya,"


"itu seperti suara mas Wisnu"ucap Teresia dan bergegas membuka pintunya


teryata Wisnu membopong tubuh Willi yang tak sadarkan diri dengan wajah penuh dengan luka lebam.


"astaga mas Willi"kaget Teresia.


"mas Willi kenapa mas,kok penuh luka seperti ini"?tanya Teresia.


"entar aja nanya nya re,kita bawa Willi masuk duluh"ucap Wisnu dan masuk setelah Teresia membuka pintu dengan lebar.


setelah meletakkan Willi di atas kasur,Teresia bertanya lagi


"ada apa dengan mas Willi,mas?kenapa dia penuh luka seperti itu?"tanya teresia


"aku juga gak tahu kenapa dia babak belur seperti itu"


"saat aku mencari dia,tak sengaja aku melihat seperti motor willi di pinggir jalan,aku menghentikan laju mobilku dan turun teryata benar jika itu motor Willi dan aku menemukan dia di jalanan dengan kondisi yang prihatin,setelahnya aku gak tahu kenapa dia bisa luka seperti ini.


ucapan Wisnu membuat Teresia terkejut,

__ADS_1


bagai mana bisa suaminya itu tepar di jalanan yang sepi.


Bersambung.......


__ADS_2