Akhir Dari Derita

Akhir Dari Derita
akhir dari derita


__ADS_3

BAB 69


"kak,belum sempat berbicara Kenzie yang telah duduk di meja makan melotot kan matanya ke arah Jane membuat Jane menekan salivanya dengan kasar.


Jane mengurungkan niatnya yang ingin berbicara dengan kenzie,Jane takut jika dia akan mendapatkan hukuman tambahan.


"Makan lah dengan cepat setelah nya kamu,susul kak ke belakang"ucapnya lalu berlalu pergi,sebelum pergi ia berpesan dengan bibi untuk membuat Kanya kopi dan juga cemilan.


"baik lah kak, ucap Jane"makanan yang ia makan terasa hambar.


sedangkan seorang wanita yang ada di balik tembok itu terus berpikir buat apa Kenzie menyuruh Jena kebelakang,segala pikiran pikiran negatif terus bermunculan.


""ini gak bisa di biarin,jika memang dia berbuat mesum di halaman belakang aku enggak akan memberikan di kesempatan lagi"ucapnya


sebenarnya siap Jane?kenapa aku gak pernah lihat dia saat aku masih menjalin kasih dengan Kenzie,sebelum menikahi ku,ap benar dia sepupu nya?Anna terus saja bertanya tanya dalam hati.


melihat Jane yang sudah beranjak dari meja,menuju ke arah halaman belakang dengan lesu,Anna pun keluar dari tempat persembunyiannya dan mengikuti Jane dari belakang,diam diam dia seperti seorang maling yang takut ketahuan oleh sang tuan rumah.


sedangkan sang bibi heran melihat tingkah nyonya nya itu bak seperti maling yang terus saja sembunyi mengikuti Jane dari belakangnya bak seorang penjahat yang ingin menikam mangsanya.


"nyoya"panggilnya,menepuk pundak Anna,membuat Anna terlonjat kaget.


"eh copot copot jantungku"latahnya untung saja Jane sudah keluar jika saja belum keluar dari rumah pasti akan ketahuan oleh Jane jika ia mengikuti dirinya.


sang bibi terkekeh malihat anna kaget karena ulahnya


"maaf kan saya nyoya,saya tidak sengaja,"ucapnya sopan namun berusaha untuk tidak terkekeh lagi.


"ah bibi,bibi membuat Anna kaget saja"ucapnya

__ADS_1


"heheh habisnya nyoya seperti maling saja, sembunyi sembunyi seperti takut ketahuan"ucapnya merasa bersalah.


"ha tak apa bik,"ucapnya mengusap pundak sang pelayan tua itu


"nyoya nyari tuan yah,?"tanya sang bibi karena melihat Anna yang celingak-celinguk


enggak kok bi,'ucapnya salah tingkah,


"bi,ini untuk siapa"?tanya nya


ohw''''ini untuk den Kenzie nyoya.


jangan panggil nyoya bi,panggil Anna aja,"


saya engga enak nya jika harus panggil nama saja,saya disini hanya pembantu tak semestinya saya memanggil nyoya dengan panggilan nama saja."ucapnya sopan


Anna tersenyum hangat,ia hanya tak enak jika di panggil nyoya,terlebih pelayan yang ada di hadapnya adalah wanita paru baya jika di lihat ia seperti seusia ibunya.


bibi tersentuh dengan penuturan Anna ia seperti mendapatkan seorang putri,seorang putri yang sudah lama ia inginkan"baiklah,bibi panggil neng,jika Nyoya tak menyukai nya"Ucapnya.


Anna tersenyum bahagia,walaupun jauh dari ibu kandung nya,setidaknya ia masih memiliki bibi disini sebagai orang tuanya yang selalu memasak untuknya jika ia sedang sibuk.


"Astaga,maaf neng,bibi harus segera mengantar ini duluh"ucapnya


plak


",kenapa aku bisa lupa dengan misi ku"ucapnya memukul jidatnya sendiri.


ia pun bergegas mengikuti si bibi dari belakang,karena penasaran dengan apa yang terjadi di halaman belakang.

__ADS_1


ketika melihat si bibi berjalan ke arahnya Anna pun tersenyum padanya.


Kenzie ada bi"?tanya nya.


"iya neng,ia sedang bersama non Jane"ucapnya


mendengar nama Jane yang di sebut si bibi membuat Anna tersenyum masam


"oh gitu yah bi,yah sudah bibi istirahat saja,jangan terlalu keras bekerja"ucapnya sopan


"baik neng,bibi pergi dulu"


Anna hanya mengangguk kan kepalanya.


Anna terus saja berjalan ke arah halaman belakang,Anna terus melangkah dengan dada yang berdetak tak menentu.


"au, ah Ken aku gak sanggup kaya gini"suara Jane merintih


Anna yang mendengar rintihan Jane membuat pikirannya melayang kemana mana, ia berpikir jika Jane dan Kenzie berbuat yang tidak tidak.


"makanya mulut kamu tu di jaga,jangan suka ngomong sembarangan"ucap Kenzie.


"aduh Ken,sudah aku udah enggak sanggup,aku capek"ucap Jane lagi


membuat Anna makin berpikir yang tidak tidak.


BERSAMBUNG....


Ayo Jane lagi di hukum apa,ni ada bisa tebak?

__ADS_1


🤭🤭


__ADS_2