Akhir Dari Derita

Akhir Dari Derita
AKHIR DARI DERITA


__ADS_3

Bab 68


"IYA,jika kamu enggak mau yah aku tidur di kamar ini saja,ucap Anna santai.


dengan terpaksa Kenzie menyetujui kemauan sang istri dari pada harus pisah kamar lebih baik,dia tidur sofa saja.


yah,walaupun satu kamar tapi Kenzie tidak di bolehkan tidur di ranjang dengan sang istri,Kenzie hanya bisa tidur di sofa selama Anna menemukan kebenaran hubungan sang suami dan juga Jane,yang kata suaminya itu hanya sepupu saja.


ketika akan masuk kedalam kamar seorang pelayan bertanya,


"Maaf den,makan siang nya sudah siap"ucapnya


"ah baik lah bi,tolong kamu panggil Jane untuk makan siang"


"baik den"lalu berlalu kekamar Jane,kamar yang selalu di tempati jika berada di kediaman Kenzie.


sedangkan Anna hanya cuek saja Tampa memperdulikan ucapan Kenzie yang menyuruh nya untuk menunggu dirinya.


Kenzie hanya menggeleng kan kepalanya,ia pusing dengan sikap Anna yang cuek padanya.

__ADS_1


"sayang ayo kita makan siang bareng Jane, seperti nya Jane sudah menunggu kita "ucap Kenzie merangkul Anna yang sedang duduk di sisi ranjang sambil memainkan hpnya.


"aku masih kenyang"ucapnya ketus


"tapi aku lapar sayang,ayolah temani aku makan siang"ucapnya Setega memaksa.


Anna hanya memutar bola matanya,bukan Tampa alasan Anna tak ingin ikut makan dengan sang suami,apalagi ini adalah hari pertama mereka akan makan siang sebagai suami istri,tapi Anna hanya ingin memastikan apakah pikirannya tentang hubungan Jane dan Kenzie tak seperti pikiran buruknya itu atau malah sebaliknya.


"ayolah sayang,aku sudah sangat lapar,masa kamu tega biarin aku makan siang sendiri "ucapnya lagi.


"Ken,di luar,di meja makan itu ada Jane,jadi kamu tidak akan makan sendiri saja,karena aku yakin pasti Jane sudah menunggu kamu"ucapnya menekankan setiap kata katanya.


Kenzie menghela nafas dengan lesu.


sesampainya di ruang makan Kenzie melihat ada Jane yang seperti nya menunggu kedatangan nya sambil memainkan hpnya.


amarahnya yang tadi telah hilang,kini mendadak muncul kembali saat melihat Jane yang dengan santainya terkekeh sendiri seperti kerasukan setan'sementara dirinya di abaikan oleh istrinya karena ulah nya.


"bagus yah,kamu enak enakan disini,santai santai saja, sementara aku di Landa kesialan oleh ulah mu itu"ucap Kenzie meninggi membuat Jane terkejut,hingga hp yang dia pegang terjatuh kelantai.

__ADS_1


"Apa apaan sih kak Ken,datang datang malah ngagetin Jane"ucap Jane kesal memegang dadanya


"kalo aku kena serangan jantung gara gara teriak kak Ken,gimana?apa kak Ken,mau tanggung jawab"?ucapnya kesal.


"aku engga perduli mau kamu mati sekalian pun aku juga tak perduli Jane,"ucapnya emosi.


melihat wajah merah sang Kaka sepupu pertanda jika sang Kaka memang sangat merah besar padanya,Jane berpikir sejenak,kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga kakanya itu begitu marah padanya.


namun tak sampai satu menit,wajah Jane berubah pias kala mengigat sesuatu perbuatan nya tadi setelah sampai di kediaman Hendarawan.


"matilah kau Jane,"ucapnya dalam hati.


sedangkan di balik tembok seseorang wanita sedang menguping pembicaraan mereka.


"hehehe,kak Ken,Jane mohon maaf,jika Jane salah,Jane janji tidak akan mengulangi nya lagi"ucapnya lembut,selembut sutra.


"tak ada maa maaf an,sekarang kamu makan, setelahnya ikut aku kebelakang"ucapnya kesal.


mata Jane membola, kebelakang maksudnya halaman belakang rumah,dan Jane tahu,sangat tahu pasti Kenzie sudah menyiapkan hukuman untuknya,sungguh Jane sangat tidak suka dengan hukuman itu,hukuman yang selalu ia dapat jika berbuat salah,sungguh Jane sangat tidak menginginkan nya.

__ADS_1


"kak,belum sempat berbicara Kenzie yang telah duduk di meja makan melotot kan matanya ke arah Jane membuat Jane menekan salivanya dengan kasar.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2