
BAB 70
Anna makin berpikir yang tidak tidak,bahkan air matanya sudah membasahi wajahnya.
"tega kamu Ken,apa salah ku hingga kamu tega padaku, batinya"
belum juga mendengar semua perbincagan Jane dan Kenzie Anna sudah berlari masuk kedalam rumah masuk kekamar dan merabahkan dirinya,Anna menangis sesegukan.
bibi yang melihat istri majikanya menangis heran,karena tadi Anna sama sekali tak kenapa Napa.
bibi yang tak ingin ambil pusing hanya menggeleng kan kepalanya.lalu masuk ke kamarnya untuk istirahat sejenak.
sedangkan di taman.
"Ken,sudah aku capek masa ia aku harus bersihin ini,nyapu ini,yang benar saja,emang gak ada tukang bersih bersih Disini,hingga Disini banyak sekali dedaunan yang berserakan"ucapnya kesal melihat Kenzie yang hanya santai menikmati cemilannya.
itu masih belum seberapa Jane,sana kamu harus bersihkan juga"ucapnya menunjuk ke arah pohon besar yang terdapat banyak daun yang berjatuhan namun Jane tak tahu saja jika tadi Kenzie sengaja memberi tahu yang biasanya membersihkan halaman rumahnya biar tak di bersihkan agar ia bisa menghukum Jane jika sewaktu waktu Jane berbuat ulah lagi,dan teryata benar saja,belum satu hari Disni Jane sudah memprovokasi istrinya hingga sang istri tak ingin ia sentuh,padahal ia belum mendapat kan malam pertama Meraka,sungguh Kenzie sangat marah pada sang adiknya itu,yang begitu bandel.
"sudah lah Jane,terima saja hukuman mu itu,"ucapnya sinis,Kenzie tak tahu saja jika sang istri salah paham atas rintihan Jane yang ia kira sedang mengauli sang adik,sungguh miris nasibmu Ken.
"Tapi Ken,aku capek,aku baru sampai pagi tadi loh,masa ia aku harus bersih bersih Disini ,jika ku tahu kamu akan membuat aku tukang bersih-bersih lebih baik aku gak usah balik kemari,ucapnya kesal".
__ADS_1
"sudah lah Ken,aku janji akan bicara dengan istri cegeng mu itu,"ucapnya pasrah.
"tak ada negosiasi,jika kamu terus saja bicara maka hukumannya akan bertambah mau"ucapnya.
Jane hanya bisa mengeram dengan diam,karena kesal dengan sang kakak.
"baik lah tuan,Jane yang cantik,imut ini akan menuruti kemauan mu"ucapnya
Kenzie yang bosan melihat Jane berbalik ke kamarnya.
"jangan sampai kamu berhenti sebelum selesaikan hukum'mu jika itu terjadi maka hukumannya akan bertambah"ancamnya sebelum beranjak pergi
ketika sampai di dapur melihat pelayan ia menyuruh untuk membuat minuman. segar buat Jane,dan mengantarkannya ke halaman belakang.
pintu kamar terbuka Kenzie mendapati sang istri sedang tertidur,lalu menghampiri nya,ingin mengecup keningnya tapi matanya melihat ada air yang membasahi pipi cantik istrinya itu.
Kenzie heran pasalnya tadi sebelum meninggal Anna sendiri di kamar,Anna baik baik saja.
"kamu kenapa sayang kenapa kamu seperti habis nangis"ucapnya mengusap pipi sang istri.
"apa aku membuat kesalahan lagi?,hingga kamu nangis ?
__ADS_1
sedangkan Anna yang sebenarnya belum tidur mendengar ocehan Kenzie.
maaf kan aku sayang,jika kedatangan Jane,membuat kamu sedih,aku tahu jika kamu tak percaya dengan ucapan ku tapi aku berani sumpah,aku tak ada hubungan lebih denganya selain hubungan Kaka dan adik,kasih sayang yang aku beri untuknya tak lebih dari kasih sayang Kaka ke adiknya."ucapnya lalu mengecup kening Anna
mendengar ucapan tulus suaminya membuat ia bimbang dengan pikirannya,karena jelas jelas tadi ia mendengar rintihan Jane,walaupun belum pernah melakukan nya tapi Anna tahu rintihan itu bukan hanya rintihan biasa.
sebenarnya apa yang terjadi di halaman belakang tadi?tanya nya
"aduh Anna kenapa kamu enggak intip aja tadi,kenapa kamu harus sembunyi sih,kan jadi gini pikiranmu tak menentu kan"ucapnya pada dirinya sendiri merutuki kebodohannya.
'tapi aku mendengar sendiri tadi"batinya lagi
deg
Kenzie memeluk Anna dari belakang menghirup dalam dalam aroma Anna,membuat sesuatu yang di bawah sana mulai menegang.
sedan kan Anna yang merasa ada menusuknya di bawa sana mengeliat tak nyaman,Anna tak tahu jika pergerakan nya semakin membuat sesuatu nya kenzie semakin menegang di bawa sana.
Kenzie berusaha menahan nafasnya,karena ia tak ingin ia melakukan nya jika Anna sedang dalam keadaan sedih.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
.