
Bab 64
setelah Kenzie telah masuk di ruang ganti,Anna membuka pintu dan melihat jika kepala pelayan telah menunggu di luar,
"ada apa bik,"?tanya Anna sopan
"maaf menganggu waktu anda nyoya,saya hanya ingin mengatakan ingin di masak kan apa makan siangnya?"tanya wanita paru baya itu.
"tak apa bik,bibi engga usah masak biar Anna saja yang masak nanti,"ucap Anna.
"tapi nyoya nanti den Kenzie marah jika tahu anda yang memasak"ucap ya.
"Kenzie tak akan marah,"lalu keluar kamar dan menutup pintu untuk kedapur
kepala pelayan itu mengikuti dari belakang.
sedangkan di kamar Kenzie,Kenzie memanggil Anna berkali kali tapi tak ada balasan dari Anna,akhirnya Kenzie keluar dari kamar karena yakin jika Anna sedang di luar kamar.
namun setelah mencari di seluruh ruangan kecuali dapur. Kenzie juga tak juga mendapatkan keberadaan sang istri membuat nya gelagapan,gelisah takut jika sang istri kabur karena risih dengan perlakuannya tadi di kamar.
padahal kini Anna sedang sibuk menyiapkan makan siang untuknya dan juga untuk sang suami tercintanya.
sedangkan para pelayan yang berada di dapur was was karena takut akan terkena marah,dan amukan Kenzie jika Anna sang istri terluka karena telah memberikan izin untuk berkutat di dapur.
__ADS_1
"biar kan kami ikut membantu nyoya,"ucap kepala pelayan.
"tak apa bik,biar Anna saja,bibi kerjakan aja pekerjaan lain,Anna sudah biasa memasak seperti ini"ucap anna tersenyum sopan
"tapi nyoya,jika anda terluka kami pasti akan di marahi oleh tuan Kenzie"ucapnya lagi.
Anna mengenakan nafas berat,selalu saja berkata seperti itu.
"Kenzie tak akan marah pada kalian"ucap Anna meyakinkan sambil mengaduk masakan yang telah ia buat.
"bik,bibi"para pelayan kaget mendengar suara Kenzie,karena tak biasa'nya tuannya itu berteriak seperti ini.
Kenzie terus saja melangkah kan kakinya ke arah ruang makan,seraya memanggil manggil bibi nya,
"ada apa den,?"ucapnya heran melihat wajah khawatir sang tuanya.
"bik,Anna kabur,Anna tak ada di kamar,"ucapnya
"apa bibi melihat keberadaan Anna,Kenzie takut jika dia kabur karena risih padaku,"ucapnya lagi dengan mata berkaca kaca,Kenzie yang selalu terlihat tegas di hadapan para pejabat dan juga pada bawahannya nyata nya akan rapuh jika di hadapan kepala pelayan wanita paruh baya itu,hanya dialah tempat kenzie berkeluh kesah,selain pada Anna.
sedangkan kepala pelayan itu hanya tersenyum melihat kekhawatiran Kenzie yang tak mendapat kan keberadaan sang istri.
"nyoya Anna di dapur tuan,nyoya tak akan kemana mana"ucapnya mengusap air mata sang majikan,majikan yang sudah dia anggap anaknya sendiri.
__ADS_1
Kenzie mengerut keningnya,
namun belum juga Kenzie bertanya,Kenzie mencium bau harum masakan dari dapur yang sangat familiar,Kenzie menuju kedapur Tampa bertanya lagi pada wanita itu.
sesampainya di dapur,Kenzie bernafas lega karena melihat Anna tegah berdiri di dekat kompor dan di hadapan para pelayan yang terlihat sangat khawatir.
sesampainya di dekat mereka,Kenzie menyuruh mereka untuk meninggalkan dapur.
"bik tolong ambil kan garam !"ucap Anna
Kenzie dengan sigap mengambil apa yang di butuhkan sang istri,aroma masakan Anna sangat mengunggah serela,Kenzie tiba tiba lapar dan ingin segera mengisi perutnya.
sayang apakah matangnya masih lama"?tanya Kenzie memeluk Anna dari belakang membuat Anna kaget dan hampir menyikuh Kenzie jika saja Kenzie tak bersuara.
"Ken,kamu membuat aku terkejut,ucapnya memegang dadanya."-
hehehehe,maafkan aku sayang lalu,Kenzie membalik Anna berhadapan Dengan nya,melihat dalam mata Anna lekat lekat,perlahan lahan mendekat dan sasaran Kenzie adalah bibir ranum sang istri yang terlihat menggoda.
namun belum juga mendapatkan yang ia mau
"Kenzie,,,,,teriak seseorang."
"BErsambung....
__ADS_1