
pagi hari di rumah keluarga wicaksono
" pagi ayh bunda abang."sapa nisa kepada ayah bunda dan abng nya yg sudah dulu berada di ruang makan.
" pagi juga syankk." jawab ayah andra dan bunda naura bersamaan.
"pagi juga kucing kecil abang." sambil tersenyum melihat nisa, nisa yg di paggil seperti itu hanya cengengesan dan tidak protes
"nisa mau sarapan pake apa?" tanya bunda naura ke nisa.
" biasa bun ikan kalo enggak ikan pke ayam." jawab nisa sambil nyengir, bunda naura pun hanya menggelengkan kepalanya dan mengambilkan lauk yg di minta nisa,
"gak bosen ikan mulu dek kalo enggak ikan ayam sekali kali napa makan sayur."
"abangkan tau nisa gk doyan sayur."nisa nyengir sambil menatap abangnya.
"kalo makan jngan kebiasaan sambil ngomong." suara ayah andra yg mengingatkan anak-anak nya.
setelah selesai makan nisa pamit berangkat sekolah ke ayah dan bundanya.
"Yah, bun nisa brangkat sekolah dulu ASALAMI'ALAIKUM." Nisa lalu mencium tangan ayah dan bundanya. sebelum nisa benar pergi dari ruang makan bunda bertanya.
"Nisa gk bareng avang tau biar di anter ayah aja." tanya bunda naura
"Nggk bun nisa naik sepeda aja, deket juga kan sekolahnya, nisa juga gak mau kalo temen2 nisa tau kalo nisa adik dari bang arkan dan ank dari ayh sama bunda, nisa pngn cari temen yg bner" mau nerima nisa apa ada nya yah bun bukan karna kalian, nisa gak mau kejadian di sekolah lama nisa kembali terjadi di sekolah baru nisa." jelas nisa dan di angguki ayah bunda dan juga abang nya, kedua ormg tua nisa dan abngnya mengetahua apa yg di alami nisa di sekolah lamanya hingga nisa meminta untuk pinda ke sekolah yag sama dengan abang nya.
"Baiklah kalo itu sudah menjadi keputusan nisa, hati2 di jalan ya sayankk."
"Baik bun nisa berangakat dulu nanti mlah kesiangan kan gak lucu ank baru masa telat."jawab nisa sambil nyengir.
"duluan ya abang synkk muach." pamit nisa dan mencium pipi arkan.
"hati"kucing kecilnya abang."
"siap kucing besarnya adek." nisa sambil tersenyum dan berjalan menuju garasi untuk mengambil sepedanya dan berangkat kesekolah memakai seped.Di perjalanan nisa fokus menaiki sepedahnya karna dia sudah lama tidak menggunakan sepedahnya itu hingga rasanya masih kaku saat menggunakan nya kembali, 20 menit kemudian nisa sdah sampai di parkiran swkolah khusus sepeda, dan ternyata yg memakai sepeda bukan hanya nisa sendiri **** masih bisa di hitung jari.
Nisa berjalan menuju ruangan kepala sekolah, setelah sampe di depan pintu ruangan kepala sekolah nisa mengetuk pintu.
"tok ,tok,tok"
__ADS_1
terdengar suara dari dalam
"masuk." suara kepala sekolah menyuruh nisa masuk.
"ASALAMU'ALAIKUM."salam nisa kepada kepala sekolah sambil membuka pintu.
"WA'ALAIKUMSALAM."jawab kepala sekolah dan menoleh ke arah pintu.
"KHOIRUNNISA WICAKSONO, anak dari Bpk ANDRA WICAKSONO Iya kan?" tanya kepala sekolah itu
" iya pak, panggil saja saya nisa." jawab nisa
"Baik, kamu di kelas 10 TB 1, kamu bisa ke kelas sekarang."
"Baik pak terimakasih, kalo boleh apa saya boleh minta satu hal lagi pak?"
"Iya katakan apa yg kamu inginkan?"
"Bpk bisa rahasiain indentisan saya, saya punya alasan sendiri kenapa saya merahasiakan nya."
"Baik saya akan merahasiakan nya kalo itu keinginan mu."
"wa'alaikumsalam."
Nisa pun berjalan menuju kelas barunya dan mengetuk pintu dan ternyata sudah ada gurunya.
"Asalamu'alaikum Bu saya murid baru." kata nisa kepada guru yg berada di dalam kelas
"wa'alaikumsalam, silahkan masuk dan perkenalkan diri mu." jwab Bu amber dan mempersialahkan nisa masuk dan memperkenalkan dirinya.
"Baik bu, perkenalakan gue khoirunnisa biasa di panggil nisa, semoga kita bisa berteman." perkenalan nisa dngan muka yg teramat datar tanpa ekspresi.
"Baik nisa duduk di barisan belakang yg bangku kosong."
"Baik bu."nisa berjalan menuju meja yg akan di tempatinya dan mendusuki nya.
pelajaran pun berlangsung dan 3 jam telah berlalu bel istirahat pertama pun benrbunyi.
terlihat 3 siswi mendekati meja nisa.
__ADS_1
"Hay." sapa salah satu siswi tersebut nisa pun hanya mendongakkan kepalanya melihat mereka bertiga.
" kenalin gue tea abraham panggil aja tea."suara dari salah satu siswi tersebut.nisa hanya tersenyun dan membalas jabatang tangan tea.
"gue indriana kusuma, panggil aja gue indri."
"Dan nama gue putri mahesa panggil aja gue putri." sambil mengulurkan tangan nya dan sambut hangat oleh nisa."
"Kantin kuy, gue udah laper bnget ini." suara khas tea yg cempreng dan terkesan kaya bocil.
"o.k les go, ayo nis ikut kita ke kantin."indri pun menarik tangan nisa, nisa pun hanya bisa mengikuti mereka tanpa bersuara.
"Kita berasa punya temen kulkas ya ndri."sambil cengengesan melihat nisa yg msa bodo atas penuturan teman barunya itu.
"Bener tpi moga aja gk bad gril cukup cool gril aja, jadi kita gk ikut pusing saat dia kena masalah."mereka pun tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan indri, dan tanpa mereka sadai karna saking asik nya tertawa nisa menarik kedua sudut bibirnya, setelah mereka berhenti tertawa nisa pun kembali ke mode awal.Mereka pun sudah sampe kantin.
"Nisa pesen apa?"tanya tea yg sudah terbiasa mesenin makanan untuk ke 2 temannya setiap ke kantin dan sekarang bertahbah satu.
"samain."jawab nisa singkat dan jelas.
"o.k, gue pesen dulu." pamit tea kepada teman" nya.
setelah kepergian tea yg memesan makanan tiba" kantin menjadi ricuh karnah moswented sekolah semua berkumpul dan berjalan bareng menuju kantin, dan yg pling membuat se isi kantin heboh salah satu dari pria itu menghampiri meja nisa dan kawan-kawan.
"Hay kucing kecil,." sapa pria tersebut nisa pun menoleh dan memelototkan matanya terhadap arkan, nisa kaget karna abngnya menghampirinya dan memanggil dngan nama julukannya, nisa pun dengan cepat menetralkan ekpresinya kembali.
"Hay juga kucing besar."teman-teman nisa pun pada cego termasuk tea yg baru sampe membawa mampan makanan pesanan mereka.
"Demi apa, kak arkan ke meja kita dan manggil nisa kucing kecil dan nisa manggil kak arkan kucing besar apa mereka pacaran." heboh indri karna dia orang yg paling heboh sedangkan tea dan putri masih melongo.karna sealain mendengar jawaban nisa dia jg melihat ekspresi nisa yg tidak datar nisa tersenyum hangat ke kakak kelasnya yg terpaut 1 thn itu
"ehem." deheman nisa membuyarkan lamunan putri dan tea, tena pun angkat bicara.
"ternyata lo punya sisi hangat jga ya nis guwe kira kira lo hanya punya muka datar doang."kata tea tanpa mengalihkan pandangannya dari nisa. nisa pun hanya masa bodo dan muali memakan makanan nya.
"kucing besar mau." tawar nisa kepada arkan
"gak usah kamu aja yg makan aku kemvali ke meja teman" q dulu yang banyak makan nya ya kucing kecil." senyum arkan tak luntur dari wajah nya yg tanpan saat di dekat nisa, namum setelah berbalik dia berubah 180 drajat dari sebelum nya muka datar dan gaya cool nya kembali setelah menjauh dari meja nisa dan kawan" menuju meja teman nya.
bersambung
__ADS_1