AKHIR DARI PERJALANAN HIDUP NISA

AKHIR DARI PERJALANAN HIDUP NISA
NISA SADAR


__ADS_3

"makasih." gumam arkan lalu beranjak pergi.


Di sepanjang jalan menuju kelas tea terus mendumel akan perlakuan arkan yg menurutnya sangat2 menyebalkan tidak terlihat seperti arkan yg cuek dan cool.


setelah sampai di kelas tea langsung duduk di mejanya dan terus mendumel.


sedangkan putri dan indri yg melihatnya merasa heran, karna menurut indri dan putri tea adalah wanita beruntung bisa berbiaca dengan salah satu kakak kelas terpopuler di smk wicaksono.


"Tea lo kenapa, tiba2 ngedumel gk jelas kek gitu.?"tanya indi ke tea


"gk ppa cuma lg bad mood aja."jawab tea dengan muka malas nya.


"tadi kak arkan ngomong apa ke elo, nisa di mana katanya kok gk bareng dia."tanya putri agak khawatir dengan keadaan nisa.


"Nisa kecelakaan motor tadi malem." jawab tea dengan nada yg berubah sendu.


"APA. kenapa bisa kecelakaan sama siapa di boncengan sini biar gue hajar apa jangan2 sma kak arkan sini biar fue samperin gara2 dia nisa gk masuk sekolah hari ini."ucap indri menggebu2 karna emosi.


"Udah de ndri gk usah ngaco, tadi malem nisa balap motor katanya kak arkan terus ada orang yg nyeberang jalan nisa gk sempet ngerem jadi dia pilih banting setir dari pada orang itu yg celaka nisa pilih dirinya sendiri yg celaka dan keadaan nisa saat ini blm sadarkan diri sejak tadi malam."jelas tea kepada putri dan indri.


"APA."teriak putri dan indri bersamaan karena terkejut penyebab kecelakaan nisa.


"Nisa pasti punya alasan sendiri ngelakuin itu, kita sebagai temannya hanya perlu menyemangati nisa apapun kondisi nisa saat ini."kata tea dengan bijak.


"bener kata lo, nanti pulang sekolah kita jengung nisa bareng2, lo tau nisa di rawat di mana kan tea.?"usul putri kepada kedua sahabatnya.


"o.k." jawab tea dan indri bersamaan.


"tenang gue tau kok, dan nanti pasti ada kejutan lain dari nisa, dan gue harap kalian gk akan marah ataupun kecewa pada nisa saat udah tau segalanya tentang nisa nanti."ucap tea kepada kedua sahabatnya itu.


setelah arkan kembali kekelas bel masuk pun berbunyi arkan langsung duduk di mejanya sahabat2 arkan yg tau sifat arkan pun hanya melihat arkan dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.


"Hay bro ada masalah apa lg, lo udah lama gk kayak gini, lo masih hidup tapi kayak mayat."ucap rio slah satu sahabatnya dengan gaya candaannya untuk menghibur arkan.


"thaks bro lo yg paling ngerti gue."jawab arkan dengan senyum yg di paksa.


"Ada apa sih lo kok lesu gitu sini cerita sama kita2 lo gak sendirian arkan ada kita yang salu ada buat lo."ucap angga yg bersifat lebih di wasa dari pada sahabat2 arkan yg lainnya.


"Adek gue kecelakaan pas balap motor tadi malam."ucap arkan kepada sahabat2


sahabat2 arkan yg mendengar itu hanya bisa menepuk pundak arkan bergantian.


"lo pasti kuat bro gue yakin lo gak boleh terpuruk seperti waktu lalu entar malah elo yg kena imbas nya lg, dan kita jga kena imbasnya gk bisa lulus karna nemenin elo."ucap roni yg terkenal dengan mulut pedasnya namun malah membuat gelak tawa di antara mereka.


tak terkecuali arkan pun ikut tertawa mendengar perkataan sahabatnya yg satu itu, karna mereka memilih jga tidak naik kelas untuk menemani arkan.


Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yg tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka karna memang meja mereka tak terlalu jauh hanya terpisah oleh satu meja jadi bisa mendengar dengan jelas apa yg di katakan mereka.


"Ternyata arkan punya adek dan dia sayank bngt sma adek nya."gumam orang itu.


Setelah sekian lama kegiatan belajar akhirnya sudah selesai dan bel pulang pun berbunyi.


semua siswa siswi berhamburan keluar tak terkecuali tiga sahabat baru nisa yg buru2 memasukkan barang2 nya ke dalam tas gendongnya.


"Buruan bisa gk sih kalian berdua.?"teriak tea yg sudah selesai terlabih dahulu dan berjalan menuju pintu keluar.


"tea tungguin kita napa buru2 amat sih."sewot putri yg sudah menyuaul tea dan indri di sampingnya.


"gue pengen cepet2 liat keadaan nisa gimana."jawab tea lalu pergi menuju mobilnya.


sedangkan putri dan indri masuk ke dalam mobil indri karna putri hari ini tidak membawa mobil.


setelah menempuh sekitar 10 menit mereka sampai di area parkir rumahsakit, setelah memarkirkan mobil merwka masuk dan menuju meja reaepsionis rumah sakit untuk menanyakan di mana ruangan nisa.


setelah mereka bertanya dan di beri tau mereka menuju ke ruanagan VIP no 3 seperti yg di katakan arkan kepada tea tadi pagi.

__ADS_1


saat sudah sampai di depan puntu ruang rawat nisa mereka membuka pintu kamar rawat inap nisa.


cklek..


"asalamu'alaikum."ucap mereka bertiga serempak.


bunda naura yg duduk di sofa pun langsung berdiri dan mendekati mereka.


"wa'alaikum salam." jawab bunda naura sambil tersenyum.


"kalian teman barunya nisa ya.?" tanya bunda naura kepada mereka bertiga.


"Iya tante, tante kok bisa di sini tante kan desainer terkenal di kota ini dan di beberapa kota lain kan?."tanya indri kepo.


"apa nisa masih sodara sma keluarga tante.?" ganti putri yg bertanya.


bunda naura yg mendengarnya pun tersenyum.


"Nisa ank kedua tante." jawab bunda naura dengan senyum yg tak luntur dari bibirnya.


putri dan i dri kaget dengan jawban bunda naura.


"jadi ini kejutan yg di maksut tea."gumam mereka berbarengan.


"ini belom semuanya." bisik tea kepada dua sahabatnya itu.


saat mendengar bisikan itu putri dan indri semakin penasaranjejutan apa lg nanti yg akan datang.


bunda naura yg melihat tingkah teman2 baru nisa pun hanya tersenyum bahagi.


"Lihat dek udah ada orang yg memandang mu bukan karna ayah dan bunda maupun abang mu cwpat bangun ya sayank biar bisa melihat merrka berdebat kecil karna kejutan mu yg mengejutkan ini." batin bunda nimas meliha5 wajah nisa yg maih tertidur sangat lelap.


Dan tanpa mereka sadari kedatangan dan kebisingan mereka mengundang reaksi kepada nisa. nisa meneteskan air mata setelah meneteskan air mata jari nisa bergerak gerak dan tak lama kemudian mata nisa berkedip2 menyesuaikan cahaya yg akan masuk ke pupil matanya.


tak alam setelah nisa membuka mata terdengar suara pintu terbuka.


"asalamu'alaikum."salam seseorang yg membuka pintu tadi.


"wa'alaikum salam." jawab mereka serentak.


sedangkan tea menjawab dengan tatapan sini kepada orang tersebut, jika kalian menebak dia adalah arkan maka kalian benar dia adalah arkan yg baru datang dengan sahabat".


hingga slah satu sahabat arkan berkata.


"wah2 ternyata princesnya avang udah bangun."ujar roni sambil menghampiri nisa.


"ih bang roni malah ngomong keras2 sih padahal nisa lg pngn lihata orang yg akan adu mulut."jawab nisa dengan sebal.


bunda nimas yg melihatnya pun langsung mendekat ke ranjang di mana nisa tertidur.


"kamu udah bangun dek masih ada yg sakit coba sini bunda liat, bang panggil dokter keaini bilanga dek udah sadar."tanya bunda naura ke pada nisa dan menturuh arkan untuk memanggil dokter.


"baik bun."jawab arkan dengan wajah semringahnya karna adik tersayank nya sudah bangun.


Tak lama setelah kepergian arkan. arkan pun kembali bersama dokter yg akan memeriksa tubuh nisa dan melepas alat2 medis yg menempel di tubuh nisa.


dokter pun memeriksa ke adaan nisa setelah memeriksa dokter berkata.


"ini benar2 keajaiban hanya dengan satu malam setengah haru putri anda bisa sadar karna perkiraan media dia akan mengalami koma yg lumayan lama tpi ini belum genap 2 malam dia sudah sadar, ini benar2 ke ajaiban."kata dokter itu.


"oh iya saya hampir lupa, nanti ibuk tolong ke ruangan saya ada hal yg harus saya sampaikan ke pada anda dan suami anda." kata dokter tersebut.


"baim dokter swbwntar lg suami saya datang kesini, kalo suami saya sudah datang nanti saya akan keruangan dokter."jawab bunda naura dengan tersenyum.


"baik, kalo gitu saya permisi dulu, oh iya suau tolong lepas alat2 medis itu dari tubuh pasian dan ganti selang oksigen." ucap dokter tersebut swbelum benar2 pergi.

__ADS_1


"baik dok." jawab kedua suster yg bertugas.


tak lama kemudian ayah andra pundatang dengan wajah yg sangat bahagia mendengar putrinya sudah sadar.


cklek siara pintu terbuka menampilkan sosok ayah andra.


"asalamu'alaikum." salam papi andra.


"wa'alaikumsalam." jawab mereka serempak.


ayah andra pun langsung berjalan menuju ranjang nisa dan memegang tangan nisa.


"Adek udah baik2 saja kan udah gk ada yg sakit kan,kalo masih ada yg sakit bilang ke ayah.


indri dan putri makin cengo mendengar perkataan ayah andra, karena di antara mereka hanya indri dan putri yg belum tau indentits nisa yg sebenarnya.


"kok kita kaya orang bodoh yg sakah maduk ruangan ya ndri." ucap putri yg madih terdengar oleh mereka


semua orang menatap ke arah putri dan indri. indri hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan putri sudah memasang wajah satarnya menandakan dia merasa kecewa, tea yg paham dengan ekspresi putri pun mendekati putri.


"gue tadi udah bilang ke elo kan sebelum kesini dan elo faka kan marah apapun yg terjadi disini."ucap tea sambil menwpuk punda putri.


"gue gak marah cuman kecewa aja. apa segutu buruknya gue sampe2 hanya gue danindri yg gak tau identitas nisa yg sebebnarnya." ucap putri dengan mata yg berkaca2.


roni yg melihat adekan itu pun mendekat ke arah putri dan memeluk adik nya itu.


"nisa bukan gk mau ngasih tau, nisa cuman gk mau kejadian yg lalu di alamin lg di sekolah barunya. " ucap roni kepada putri.


"jadi abang tau tentang nisa tapi abang gak bilang sama putri.?" tanya putri kepada roni yag ternyata kaka dari putri.


"APA." teriak merwka serwmpak kecuali nisa yg masih lemah.


"jadi kak roni sebenarnya kakak lo put, knapa lo gk bilang ke kita sih." heboh indri mengwtahui hal yg sebenarnya.


"kalian gk nanya kan." jawab indri enteng.


"maaf kalo gue nyembunyiin identitas gue dari kalian." suara lirih nisa tpi masih bisa di dwngar oleh putri indri dan tea.


mereka bertiga mendengar perkataan nisa pun mendenkat dan merangkul nisa berbarengan.


"gak ppa kita bisa ngerti." jawab mereka serwmpak


nisa yg mendengarnya pun tersenyum bahagia.


serelah kesadaran nisa mereka trus berbincang hingga suara bunda naura membuat mereka diam sejenak.


"Yah tadi dokter nyuruh kita ke ruangan nya, ada hal penting yg mau di bicarakan."


"oh ya udah ayo kita keruangan dokter bun." ucap ayan andra.


"ayah bunda titip nisa ke kalain sebentar ya." ucap ayah andra kepada sahabat2 nisa dan arkan.


"siiap om." jawab mereka serempak


setelah mendengar jawaban mereka ayah andra dan bunda nsuea pun ber jalan menuju ruangan dokter.


setelah sampai di depan ruangan ayan handra mengetuk pintu.


tok tok tok.


"masuk." terdengar suara dari dalam


ayah andra dan bu da naura yg mendengarnya pun masuk kedalam ruangan.


"asalamu'alaikum dok, anda memanggil kami ada apa.?" tanya ayah andra.

__ADS_1


"huff."terdengannhelaan nafas berat dari sang dokter sebelum melanjutkan pembicaraan nya.


"jadi begini pak buk menurut pemeriksaan kesulurah nisa..."


__ADS_2