AKHIR DARI PERJALANAN HIDUP NISA

AKHIR DARI PERJALANAN HIDUP NISA
kepergian nisa(tamat)


__ADS_3

''Gue gak mimpi kan.'' ucap arkan lagi.


''Enggak kak lo gak mimpi ini kenyataan.'' ucap tea sambil mencubit tangan arkan.


''Aaww sakit tea kenapa di cubit.''ucap arkan sambil merintih.


''Untuk membuktikan kalo kak arkan lagi gak mimpi.'' jawab tea enteng.


''Jadi gimana?'' tanya arkan kepada tea.


''Gimana apa maksutnya kak.?''tanya tea pura pura tidak paham.


''Jadi gimana apa lo sekarang mau jadi pacar gue.'' ucap arkan sambil menatap tea.


''Apa perlu gue jawab setelah lo denger semua perkataan gue tadi kak.?'' tanya tea sambil tersenyum menatap arkan.


''O.k berati mulai sekarang kita pacaran.''ucap arkan sambil memeluk tea.


''Ya.'' jawab tea siangkat dengan membalas pelukan arkan.


singkat cerita kahirnya mereka berpacaran.


skip


''Asalamu'alikum.'' ucap arkan saat sampai di rumah.


''Wa'alaikumsalam, eh abang tumben tu muka berseri2 sekali ada apa kah gerangan?.''ucap bunda naura kepada arkan.


''Gak ada apa apa kok bun arkan ke kamar dulu ya bun.''jawab dan pamit arkan kepada bunda naura saat berjalan menuju lantai 2 arkan terlihat bahagia dan senyum2 sendiri.


''Abang gak gila kan.?''tanya bunda naura saat melihat tingkah sang anak yang aneh.


''Abang gak gila kok bun cuman lagi kasmaran aja.''sahut seseorang tapi bukan arkan.


''Eh nisa juga udah pulang maksut kamu kasmaran itu gimana sama siapa.?'' tanya bunda naura berentet.


''Sama tea mah akhirnya cinta mereka bersatu seneng nisa liat nya semoga nisa juga bisa liat debay lahir.''ucap umma lagi.


''Ngomong apa sih kamu pasti kamu bisa lihat debay nya lahir emang kamu mau kemana.?'' ucap bunda naura lagi.


''Heheh iya bun ya udah nisa ganti baju dulu.''ucap nisa kepada bunda naura


''Iya habis itu turun temani bunda ya nak.'' ucap bunda naura manja kepada nisa.


''Siap ibu negara.'' ucap nisa sambil menghormat kearah bunda naura.


''Ada-ada aja kamu itu nak.'' ucap bunda naura sambil melihat punggung nisa yang mulai menjauh.


''Kenapa perkataan mu tadi seoalah olah kamu akan pergi jauh dari kami nak padahal dokter memberi tahu kondisi mu semakin membaik apa kah kamu sudah lelah merasakan sakit itu dan ingin menyerah.'' monolog bunda naura sambil menitikan air matanya tak sanggup rasanya bila suatu saat harus kehilangan anak perempuan kesayangannya.


''Bunda ngalamun.'' tanya nisa saat sudah turun ke bawah.


''Eh enggak kok sayang bumda hany mikir nanti debay nya laki-laki apa perwmpuan.''ucap bunda naura.


''Laki-laki ataupun perempuan harus di syukuri bun karna semuanya sama-dama titipan allah.''jawab uma sambil ngelus perut sang bunda.


''Ya udah bun ayo kita masak bersama buat makan malam nanti.


singkat cerita mereka pun sudah selesai memasak kemudian beraih-bersih dan setelahnya mereka sholat mahrib setelah sholat mahrib semua keluarga berkumpul di ruang makan untuk melaksanankan makan malam tak ada pembicaraan di antara mereka hingga selesai makan malam setelah selesai makan malam mereka pergi ke ruang tengah dan bercakap-cakap di sana mereka nampak bahagia.


''Kalian harus bahagia terus seperti ini ya jangan sampai kebahagiaan ini hilang dari wajah kalian.'' ucap nisa tiba-tiba yang membuat ayah andra bunda naura dan juga arkan langsung diam membisu.


''Apa sih maksut kamu dek.'' tanya arkan kepada sang adik sedangkan ayah andra dan bunda naura masih terdiam membisu mencerna perkataan nisa.


''Gak ada maksud apa-apa bang nisa seneng liat kalian bahagia seperti ini, dan semoga kebahagiaan ini terus terpancar di wajah kalian.''ucap umma lagi.


''Jangan ngomong seoalh olah lo akan pergi ninggalin kita nis lo gak mikir perasaan kita ha.'' ucap arkan emosi memang sejak kehamilan bunda naura arkan lebih sering emosi dan umma lebih kalem kadang kala seperti tom and jery.

__ADS_1


''Apa sih bang yang ngomong ngaco itu abang bukan nisa.''ucap umma.


''Terserah lo aja gue mau ke kamar.'' ucap arkan lalu pergi ke kamar nya.


''Yah bun emang ada perkataan nisa yang salah ya.?'' tanya uma kepada ayah dan bunfanya.


''eh enggak kok sayang gak ada yang salah dengan perkataan mu.'' ucap bunda naura sambil memeluk sang anak gadis.


skiip


hari demi hari pun berlalu kini sudah hampir tiga bulan penyakit nisa tidak kambuh hingga orang orang terdekat nisa mengira bahwa nisa sudah sembuh total bahkan saat di ajak cek up nisa pun menolak beralasan dia benar benar sudah sembuh padahal yang sebenarnya di belakang mereka nisa rutin cak up dan meminta obat peredam nyeri.


''aaww.'' rintihan nisa di kamar mandi sekolah namun saat iya merogoh sakunya dia lupa membawa obatnya dia menaru obat nya di kamar rasa sakit semakin menusuk di kepalanya dan darah terus mengalir tanpa henti dari hidung nya.


''Aaarrrrrgg.'' teriak nisa saat dia benar benar tidk bisa menahan rasa sakit di kepalanya dan darah terus keluar dari hidung nya.


kebetulan ada seorang siswi yang juga sedang ke toilet saat mendengar teriakan nisa dia langsung membuka pintu toilet yang nisa tempati.


''Nisa.''teriak siswi tersebut


''Indri.'' ucap nisa lemah karna kesadarannya mulai menurun


''Iya ini gue nis lo kenapa bukannya lo udah baik baik aja kenapa lo tibah tiba separah ini.''ucap indri sambil memeluk nisa dan tangan satu nya mencari kontak yang bertulisan kak arkan.


tut tut tut.


''Halo'' suara berat dari seberang.


''Halo kak cepet lo ke toilet perempuan sekarang kak.'' ucap indri sambil menangis sesegukan.


''Nisa is lo buka mata lo jangan kayak gini nis gue talut.'' ucap indri lagi yang di dengar oleh arkan.


''Ada apa dri cepet jawab gue nisa kenapa.??'' tanya arkan dengan .ata yang memerah.


'' lo cepetan ke sini kak jangan bnyak tanya.'' ucap indri sambil menagis sesegukan dan mematika telefon nya.


''hah emang ada apa.?'' tanya tea bingung


''Udah cepet cari mereka.'' ucap arkan lalu pergi ke arah keluar kantin sekolah menuju toilert wanita.


skip


''Rey di suruh ke toilet perempuan sama kak arkan penting katanya sekarang.''ucap tea saat sampai di kelas reyhan dan kebetulan rwyhan juga berada di kelas.


''Ngapain?'' tanya reyhan penasaran.


''Gak tau gur tapi tadi indri telfon nyebut2 nisa.'' kawab tea reyhan pun langaung berlari menuju toilet perwmpuan dan di sana terlihat arkan yang kelaur dari toilet dan menggwndong seorang gadia dengan air mata yang berlinang.


''Lo kabari tea dan yang lainnya suruh mereka nyusul kerumah sakit setelah pulang, biar gue sama reyhan aja yang ke rumah sakit.'' ucap arkan kepada indri.


''Tapi kak.''ucap indri ingin menolak keputusan arkan.


''Gak ada tapi-tapian.'' jawab arkan lalu melanjutkan langkah nya lebih cepat dari sebelum nya.


''Lo yang nyetir.''ucap aarkan dengan suara serak karna terus menangis melihat keadaan nisa reyhan pun yang belum tau menau tetang apa yamg terjadi melihat keadaan nisa juga menangis tersedu2 sambil menyetir.


''Lo harus bertahan nis.'' batin reyhan.


''Kenapa lo bisa jadi kya gini sih nis bukan nya lo udah sembub bukannya lo udah gak perlu cek up bukan nya hampir 3 bulan ini lo baik2 aja kenapa tiba2 lo drop lagi kya gini nis lo kuat nis pasti lo kuat ucap arkan sambil memegang tangan nisa.


''Sebenar nya apa yang terjadi sama nisa sih ar kenapa bisa jadi kaya gini?'' tanya reyhan masih sambil menyetir dwngan air mata yang mengalir.


''Gue juga gak tau rey tiba-tiba indri nelfon gue suruh kekamarandi cewek.'' kawab arkan dengan linangan air mata.


''Gimana cara gue mgabarin ayah sama bunda.'' ucap arkan lagi semakin frustasi.


skip

__ADS_1


sedangkan di sekolah indri tea dan putri terlihat leau karna tidak bisa melihat keadaan nisa dan harus menunggu selama 3 jam untuk sampai selesai kelas hari ini mereka tidaka da yang fokus dengan pelajaran bahkan teman teman sekelas yang lain juga merasakan perasaan yang sama seperti putri tea dan indri.


''Huuf semoga nisa baik-baik aja.'' ucap indri dan di amini putri dan tea yang tempat duduknya dekat dengan indri.


SKIP


sekolah pun telah bubar mereja pun langsung menuju rumah sakit dimana nisa dirawat saat sampai di sana terlihat semua orang telah berkumpul termasuk papa nya reyhan.


''loh papi mami di sini nisa baik baik saja kan.'' tanya indri kepada papi ferdu dan mami indah.


''papi di sini juga.''ucap putri sambil melihat sang papi dan papi bayu hanya menganggukkan kepalanya.


''Dady momy juga di sini.''ucap tea san wahyu bersamaan.


''Kak nata,nata.'' uacap wahyu dan tea bersamaan saat melihat renata juga berada di sana dan dusuk di kursi roda.


''ada apa ini sebenar nya kenapa kalian semua berkumpil di sini nisa baik baik saja kan.'' ucap indri histeris.


''Tenang sayang ini permintaan nisa.'' jawab mami indah sambil memeluk sang anak.


''Apa kah semua sidah datang kalo sudah silahkan masuk nisa sudah menunggu sejak tadi.'' ucap dokter clara lalu mereka masuk ke ruangan nisa.


nisa menyambut mereka dengan senyuman dengan muka dan bibir yang sangat pucat dan telihat lemah.


''Ada apa ini sayankk kenapa kamu bisa kaya gini bukankah kamu bilang kamu udah sembuh kamu baik baik saja kenapa sekarang menjadi seperti ini?.'' tanya bunda naura bertubi tubi di samping nus dengan air mata yang terus mengalir.


''Maafin nisa bunda ayah bang rey dan kalian semua selama hampir 3 blan iki aku berbohong pada kalian aku tidak baik baik saja sakit ku sering kabuh tapi aku tidak ingin di rawat aku ingin menghabiskan sisa waktu ku bersama kalian aki tidak ingin sisah hidup ku terus terkurung di ruang rawat inap rumah sakit selama kurang dari 3 bulan ini nisa benar benar sangat bahagia melihat kalian bahagi jangan tangisi keprgian nisa, nisa ingin melihat kalian terus tersenyum terus bahagia melanjutkan hidup kalian tanpa adanya nida.''


''Kamu ngomong apa sih nis kamu lasti sembuh nak jangan ngomong kaya gitu lagi ya ayah gak sanggup harus kehilangan kamu.'' ucap ayaj andra di samping nisa dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.


''Ayah jangan nagis ayah adalah jagoan kami jadi ayah harus kuat ayah harus bisa menguatkan bunda dan juga arkan, untuk kalian tea indri dan putri terima kasih kalian sudah mauenjadi sahabat ku meski terkadang aku ini menyebalkan, reyhan terima kasih atas cinta mu selama ini aku menepati jajnji ku cinta ku pada mu akan ku bawa sampai mau dan kamu renata maaf aku sudah sempat salah paham pada mu, dan untuk kalian para orang tua nisa mohon hentikan soal dendam kalian yang hanya merebutkan soal harta warisa,.''ucap nisa lagi semua orang yang mendengar itu menagis sesegukan termasuk dengan arkan.


''Abang kenapa diam gak pengen meluk nisa.'' ucap nisa sambil tersenyum ke arah arkan.


setelah mendengar perkataan nisa arkan langsung berhambur ke pelukan sang adik.


''Kenapa kenapa kamu menyerah nisa apa abang bisa baik baik saja tanpa mu nisa.'' ucap arkan sambil menangis tersedu sedu.


''Sudah sudah jangan nangis abang adalah pewaris tunggal keluarga wicaksono jadi jangan memperlihatkan sisi lemah abang abang kuat abang bisa masih ada jalan panjanh untung abang hapus aor mata abang ya.'' ucap nisa kepada abang nya sambil menghapus air mata arkan.


''Rey mendekatlah jangan berdiri begitu jauh dari ku.''ucap nisa arkan lalu bergeser namun reyhan tak bergemim dari tempatnya.


''Rey apa kamu tak ingin berdekatan dengan ku?'' tanya nisa yang membuat bahu reyhan terlihat semakin bergetar karna tangisannya lalu reyhan langsung mendekat dan mendekap nisa tanpa peduli orang di sekitarnya.


''Kenapa kenapa lo ingin ninggalin gue nis gue gak bisa hidup tanpa lo jika lo pergi gue juga akan ikit lo pergi dari dunia ini gue akan selalu bersama lo gue akan selalu nemenin lo di dunia ini mau pun di dunia lain nis tapi plis jangan tinggalin gue ajak gue nisa gue gak bisa hidup tanpa lo jangan bilang lo nyuruh gue buat cari cinta yang baru gue gak bisa nis lo adalah satu satu nya orang yang akan terus di hati gue gak akan ada orang yang bisa ngerebut posisi lo di hati gue nis gue mohon jangan tinggalin gue sendiri.'' ucap reyhan sambil menagis tersedu sedu di pelukan reyhan.


''maaf rey tapi kamu gak boleh ikut dwngan ku aku syang kalian semua bahagia terus jangan tangisi kepergian ku.''ucap nisa sambil tersenyum dan nafas nya milai tersenggal senggal hingga nisa menghembuskan mafas terakhirnya.


''Nisa.'' teriak mereka semua yang ada di sana bunda naura dan indri langsung pingsan sedangkan arkan dan reyhan meraung raung memanggil manggil nama nisa sedangkan putri dan tea manangis di pelukan orang tuanya.


''Gak mungkin lo gak mungkin ninggalin gue nisa kenapa lo tega ninggalin gue nisa gue gak bisa hidup tanpa lo nis kenapa lo gk aja gue kenapa lo harus ninggalin gue, gue udah nunggu sekian tahun buat kita bersama tapi kenapa di saat kita sudah bersama lo ninggalin gue kenapa lo jahat sama gue nis keanapa.'' teriak reyhan sambil menangis sua orang yang melihat reyhan merasa iba dan kasihan bahkan arkan tak sampai seperti reyhan.


''Lo harus kuat rey ini sudah takdir nisa, ini mungkin yang terbaik untuk nisa agar dia tidak terus merasakan sakit yang menjalar ke seluruh tubuh nya kadang aku juga tersiksa melihat nisa harus di cemoterapi dan rambutnya rontok, mungkin allah lebih sayang dengan nisa sudah cukup sampi di sini dia merasakan sakit yang terus menyiksa hidup nya.'' ucap arkan tegar karna mengingat pesan sang adik.


''Gue cinta bngt sama nisa ar.''ucap reyhan kepada arkan dengan menagis tersedu2


''Gue tau lo cinta sama nisa sama gue juga tapi jadikan cinta itu sebagai alasan kita untuk mengiklaskan kepergian nisa.'' ucap arkan bijak dan jadi renungan semua orang yang berada di sana


Skip


singkat cerita jenazah nisa sudah di kebikan semua orang satu persatu meninggal kan makam nisa kecuali satu orang ya itu reyhan.


''Hay nis aku masih di sini akun akan menyampaikan akun akan mengiklaskan semuanya tentang kita dan menjadikan tentang kita sebuah kenangan yang sangatanis terima kasih kamu telah membawa cintamu pada ku sampai akhir hayat mu, aku akan memulai lembaran baru dan menemukan cinta yang baru meaki tidak akan ada yang bisaenggeser mu di hati ku meski aku mencintai pendamping ku nanti tapi cinta itu tidak akan sebesar cinta ku ke pada mu meaki kamu sudah tiada kamu akan selalu ada di hati ku, aku pamit dulu nis berbahagialah di sana.'' ucap reyhan lalu pergi dari gundukan makam baru itu.


tamat


terimakasih teman teman yang sudah membaja novel nya emak maaf kalo keaan nya taman nya di paksa kan emang mau bikin novel baru jangan lupa mampir di novel baru nya emak ya😗😗😙😙😙

__ADS_1


__ADS_2