
"menurut pemeriksaan anak bapak dan ibuk mengidap penyakit kangker darah."jelas sang dokter
Ayah andra dan bunda naura yg mendengarnya nampak shok. Karna setau mereka ank perempuannyaitu sudah sembuh dari penyakit itu.
"nggk mungkin, itu pasti salah dok. Anak saya sudah sembuh total sejak 1 thn yg lalu."ucap bunda naura dengan gelengan kepala dan air mata yg terus mengalir.
sedangkan ayah andra yg mendengar itu belum bergemim dan mengeluarkan sepatah kata pun hingga bunda naura memegang tangan nya dan menyadarkan nya dari keterkejutannya..
"Yah adek, ini pasti hanya mimpi kan yah ini bukan nyata kan nya."ucap bunda naura sambil sesegukan.
"Tenang bun, nisa pasti bisa kembali sembuh."ucapa ayh andra menenangkan bunda naura.
"menurut pemeriksaan sejak kapan penyakit itu menggerogoti anak saya dok.?"tanya ayah andra ke pada dokter.
"menurut pemeriksaan dan hasil lep ank anda mengidap penyakit ini sejak 2 atau 3 bulan yg lalu pak."jelas sang dokter kepada ayh andra.
Ayah andra mendengar penjelasan dari dokter pun bersandar di kursi yg dia duduki.
sedangkan bunda naurasemakin terisakmendenggar bahwa putrinya kembali mengidap kangker darah, dan yg membuat bunda naura semakin bersedih penyakit itu telah menggerogoti putrinya kembali kurang lebih 3 bln.
"Terimakasih dokter atas penjelasannya, kami permisi terlebih dahulu."ucap ayah andra dan berpamitan kepada dokter dan di ikuti bunda naura dari belakang yg masih terus terusak.
Setelah keluar dari ruangan dokterayah andra dan bunda naura kembali ke kamar di mana nisa di rawat.
setelah sampai di depan pintu ayah andra langsung membuka pintu dan masuk kedalam mendekati nisa yg berbaring di ranjang rumah sakit dan di ikuti bunda naura.
Belom sempat ayah andra berbicara sudah terdengar arkan bicara terlebih dahulu.
"Gimana keadaan adek kata dokter yah, bun.?" tanya arkan kepada kedua orang tuanya namun tak dapat jawaban dari keduanya.
Sedangkan sahabat2 nisa dan arkan yg masih di sana melihat arkan bertanya namun tidak ada jawaban dari kedua orang tuanya merasa ada yg tidak baik.
Sedangkan arkan hanya mendengus kesal dan muncul rasa khawatir saat melihat mata bundanya terlihat sembab karna habis menangis.
Huuff suara hembusan nafas ayah andra sebelum bebicara kepada putrinya.
"Adek gak ada yg mau di bicarakan sama ayah bunda sma bang arkan.?"tanya ayah andra kepada nisa.
__ADS_1
Nisa yg mendengar pertanyaan sang ayah langsung tersedak karna nisa sedang minum.kemudian nisa menoleh ke arah ayah nya yg terlihat sangat serius.
"Apa jangan2 ayah sama bunda udah tau tentang penyakit ini." batin nisa
"Apa maksut ayah tanya kayak gitu ke adek.?" bukan nisa yg berbicara tapi arkan dengan nada yg khawatir.
"Abang diem, Adek jawab pertanyaan ayah."ucap ayah andra dengan tegas.
Sedangkan bunda naura yg melihat suaminya yg berusaha menahan rasa masrah kecewa dan khawatir terhadap anak gadisnya itu hanya bisa mengelus punggung sang suami agar emosinya tak meluap karna jawaban nisa nantinya.
"Semoga nisa belum tau tentng semua ini."batin bunda naura.
Namun dugaan bunda naura salah saat mendengar jawaban dari nisa.
"Maafin adek yah,bun."ucap nisa sambil melihat ayah andra dan bunda naura bergantian.
"sejak kapan adek tahu tentang semuanaya.?" tanya ayah andra kepada nisa.
Arkan yg mendengarnya bingung apa yg di bahas ayah dan adik nya itu.
dam seperti di sambar pertir di siang bolong arkan saat mendengar nama dokter clara.
"Apa2 ini dek jangan becanda."ucap arkan menaikkan suaranya.
nisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menagis melihat ayahnya yg begitu marah terhadapnya.
sedangkan ayah andra dan bunda naura setelah mendengar penjelasan dari nisa berusaha meredam amarahnya karna merasa tidak berguna menjadi orang tua untuk putrinya.
"Kenapa gk bilng sama ayah bunda dek." tanya bunda naura dwngan lembut dan diiringi air mata yg terus mengalir.
sedangkan teman2 arkan dan nisa hanya mendengar pembicaraan keluarga tersebut.
"Adek gak mau buat ayah bunda sama bang arkan khawatir, adek gk mau bang arkan gk fokus belajar dan gk lulus nanti, udah cukup satu kali aja adek jadi beban buat kalian adek gk lemah yah bun adek kuat adek gk mau di pandang sebelah mata cuma gara2 penyakit adek."jelas nisa kepada kedua orangtuanya.
ayah dan bunda mendengar penjelasan nisa hanya diam.
"Tapi bukan berarti nyembunyiin segalanya dari ayah sama bunda nak, ayah samabunda khawatir sama kamu."ucap bunda naura lembut kepda nisa.
__ADS_1
"maafin adek yah, bun." ucap nisa meminta maaf kembali kepada kedua orang tuanya.
arkan yg mendengar itu pun tanpa di aba2 air matanya lolos mengalir deras.
"lo tega sama abang dek, rahasia sebesar itu lo gk ngasih tau abang lo, apa lo masih nganggep gue ini abang lo.?" ucap arkan dengan guratan kekecewaan di wajah nya.
"gak gitu maksut adek bang, abang ngomongnya jangan kek gitu, adek minta maaf ke abang."ucap nisa sambil sesegukan mendengar arkan berbicara dengannya menggunakan kosakata lo gue.
setelah mendengar nisa berbicara arkan berjalan keluar dari ruang rawat nisa.
"Bang arkan jangan pergi." teriak nisa kepada arkan saat arkan melangkah pergi keluar ruanagn.
Arkan yg mendengarnya pun tak menggubris ucapan adiknya dan terus berjalan keluar, tak lama setelah arkan pergi pintu rawar inap nisa terbuka kembali menampilkan sosok dokter yg cantik.
donter clara pun masuk dan menyapa ayah dan bunda nisa.
"siang pak, buk." spa dokter clara kepada orangtua nisa.
"siang dokter clara."jawab bunda naura.
sesangkan ayah masih diam setelah mendengar penjelasan dari nisa.
"Nisa apa yg di rasakan ada keluhan lain selain luka di kepala?."tanya dokter clara.
"gk papa kok dokter clara cuman rasanya tubuh nisa sakit semua dan gk ada tenaga trs tangan nisa bengkak." jawab nisa sambil memperlihatkan tangan nisa yg bengkak.
bunda naura yg melihatnya pun langsung khawatir dan lebih mendekat kepada putrinya tersebut.
" apa ini sakit sayankk." tanya bunda naura kepada sang anak.
"tidak bun, tpi nisa gk tau knpa bisa bengkak."ucap nisa kepada orang tuanya.
"sepertinya kita harus berbicara pak buk, tidak bileh di tunda lagi, sudah cukup 2 bulan saya menuruti kata2 u nisa." ucap dokter clara.
"Baik."jawab ayah andra sungkat.
"mari keruangan kerja saya." ucap dokter clara kepa ayh andra dan bunda naura.
__ADS_1