
"Baik yah." ucap arkan kepada sang ayah.
setelah mereka berdua berbicara di depan rawat nisa mereka pun masuk menusul bunda naura yg sudah di dalam menunggu nisa,duduk di samping nisa sambil memegang tangan nisa.
"Bangun synkk, ini bunda kenapa mamu jadi kaya gini kamu gk kasihan sama bunda synkk.?"ucap bunda naura kepada nisa dan berharap pitrinya itu lekas sadar.
"Bunda sama ayah pulang istirahat besok pagi baru ke sisni lagi biar abang yg nemenin adek yah, bun."ucap arkan kepada orang tuanya.
"tidak bang bunda di sini aja nemenin nisa, abang aja yg pulang besok abang sekolah."ucap bunda naura.
"Abang ingin nemenin adek bun, bunda sama ayh aja yg pulang."jawab arkan ke pda bunda naura.
"Bunda mu benar bang, abang aja yg pulang besok abang sekolah.Abang besok pagi sebelum sekolah kan bisa mampir ke sini terlebih dulu pulang sekolah juga bisa kesini kan."bujuk ayah membantu bunda naur
"baik yah, arkan pulang besok arkan sebelum berangkat sekolah mampir ke sini liat kondisi adek."jawab arkan lesu dan berjalan mendekati nisa.
"Adek nya abang yang canti yang abang synkk cepet bangun dan cepet sebuh abang kesepian kalo gk ada adek, abang seperti kehilangan tujuan hidup abang tanpa adek."ucap arkan ke pada nisa sambil meneteska air mata.
Sebelum arkan benar2 pergi dia mencium kening adik satu2 nya yang paling dia sayank
"cepet bangun ya, abang pulang dulu adek sama ayah sama bunda, arkan pamit dulu yah bun, Asalamu'alaulikum."pamit arkan kepada kedua orang tuanya dan menyalami keduanya.
"wa'alaikumsalam, hati2 di jalan bang."jawab ayah dan bunda
"iya yah, bun."jawab arkan dengan lesu.
setelah arakan membuka pintu dan keluar dari ruang rawat inap nosa dia keluar menuju parkiran di mana mobilnya di parkirna.
selama berjalan menuju parkiran arkan terlihat sangat kacau dan sedih, penampilannya yg acak2 an berbeda dari arkan yg biasanya terlihat rapi, cuek dan cool.
setelah sampi di parkiran arkan langsung menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobil lalu dia berlalu perki meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya dengan perasaan yg amburadul tidak karuan karna melihat kondisi adiknya dan mengingat perkataan dokter yg menangani nisa.
setelah 30 meniy perjalanan akhirnya aekan sampi di kediaman megah wicaksono yg terlihat sudah sepi karna ini sudah menunjukkan jam 11:30 pasti para mait sudah tidur.
"tington ting tong."suara bel berbunyi.
Bi ijah yg ke betulan terjaga karna haus pun mendengar suara bel langsung membukakan pintu.
"Eh den arkan pulang, gimana keadaan non nisa den,?." tanya bi ijah ke pada arkan.
arkan yg mendapatkan pertanyaan dari bi ijah pun terlihat semakin sesih dan lesu.
"Dek arkan kenapa, den arkan baik2 saja kan non nisa juga baik2 saja kan den.?"tanya bi ijah kembali dengan nada yg lebih khawatir dari sebelum nya.
"Adek belum sadar bi,doain aja semoga nisa cepet sadar ya bi, arkan mau ke kamar dulu ya bi, mau istirahat besok sekolah."pamit arkan kepada pembantunya itu.
"Baik den."
bi ijah yg melihat keadaan arkan pun ikut sedih dan kasihan, setelah melihat kepergian arkan bi ijah kembali menutup pintunya dan kembali ke kamarnya untuk tidur kembali.
Ke esokan pagi nya arkan sudah siap untuk pergi ke rumah sakit dengan memakai seragam sekolahnya yg tidak rapi.
Bi ijah yg melihat penampilan tuan mudanya itu pun merasa kasihan karna setiap nona mudanya mengalami sakit seperti sekarang ini dia akan berubah menjadi orang yg sangat berbeda.sebelum arkan melangkah menuju pintu utama bi ijah menghentikan arkan.
"Den udah mau berangkat, tidak sarapan dulu.?"tanya bi ijah ke pada arkan.
"Tidak bi arkan tidak lapar." jawab arkan dengan lesu.
"Den arkan mampir rumah sakit atau nggk, kalo mampir bi ijah boleh titip sarapan dan baju ganti buat tuan dan nyonya.?"
"Arkan mampir bi, gk papa bi sini biar arkan sekalian yg bawa nanti bibi malah capek bolak balik belum lagi beres2 rumah." Jawab arkan dengan tersenyum
bi ijah yg melihat senyum arkan pun merasa agak lega karna sesesih apapun tuan mudanya itu masih bisa menunjukan senyumnya.
"ya udah saya ambilkan dulu ya den."
"baik bi."
tak lama kemudian bi ijah kembali dengan tak dan rantang makanan yg akan di bawa arkan.
__ADS_1
"Ini den, maaf bibi ngerepotin harusnya bibi yg anter ke rumah sakit."
" gak papa bi arkan gk merasa di repotkan, ya usah arkan berangkat dulu ya bi, asalamu'alaikum." pamit arkan kepada bi ijah.
" wa'alaikumsalam."setelah aekan sudah keluar dari pintu bi ijah bwr gumam.
"kasuan den arkan pasti sedih dan nyalahin dirinya sendiri seperti 1 thn yg lalu." gumam bi ijah dengan mengelap air matanya yg menetes melihat ke adaan tuan mudanya dan mendengar keadaan nona mudanya yg blm sadarkan diri.
setelah menempuh perjalanan krang lebih 30 mnt arkan sampai rumah sakit dan memarkirkan mobilnya.
setelah arkan memarkirkan mobilnya arkan keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan sang adik di rawar.
"cklek."suara pintu di buka
ayah andra dan bunda nimas yg mendengarnya pun menoleh.
"asalamu'alaikum."salam arkan setwlah membuka pintunya.
"wa'alaikumsalam."jawab ayah dan bunda berbarengan.
"ini baju ganti buat ayah sma bunda, tdi bi ijah yg nyuruh bawa, sama ini sarapan buat ayah sama bunda juga."jelas arkan kepada orangtuanya dan memberikan tas berisi pakaian ganti ayah dan bunda serta rantang sarapan untuk mereka.
"makasih ya bang, abang udah sarapan.?"tanya bunda naura kepada arkan.
arkan yg mendengar pertanyaan dari bundanya pun hanya menggeleng kepala.
ayah andra yg melihat putra pertamanya hanya menggelankan kepalanya pun menghembuskan nafasnya kasar.
"huuf."suara hembusan dari ayah andra.
"Abang sarapan sini breng ayah sama bunda." perintah ayah andra dengan nada yg tidak mau di bantah.
"Abang gk laper yah." jawaba ndra tanpa melihat sang ayah yg sedang menatapnya tajam.
"Kalo kamu gak makan terus sakit, siapa yg mau jga kamu adek, adek aja blm sadar jga dari tadi mlm, terus kalo pas kamu sakit adek sadar dia nanyaain abangnya kemana kok gk nunggu adek ayah bunda mau jawab apa, kalo ayah1 sama bunda jawab kamu sakit adek pasti sedih dan salahin diri adek sendiri, jga diri mu se enggaknya untuk adik mu bang." nasehat sang ayah yg mulai geram dengan sifat anak nya ini.
"Baik yah arkan sarapan bareng kalian."jawab arkan yg akhornya luluh dengan kata2 ayah andra.
setelah mereka selesai sarapan dan ayah sudah berganti baju dengan setelan kantornya.
ayah andra dan arkan pun berpamitan ke pada bunda naura.
"ayah brangkat ke kantor dulu ya bun kalo ada apa2 atau perlu apa2 langsung hubungi ayah, Abang hati2 nyetirnya Asalamu'alaikum." pamit ayah kepada bunda naura dan arkan.
setelah kepergian ayah andra arkan mendekati ranjang sang adik.
"Nisa denger abang kan, nisa cepet bangun ya trs main sama abang lg, adek baik2 ya di aini sama bunda cepet sembuh abang ke sekolah dulu, nanti pulang sekolah abang ke sini lg gantiin bunda biar bunda ngecek butiq nya." pamit arkan ke pada nisa, dan mencium kening nisa.
"Avang berangkat dulu ya bun, dek asalamu'alaikum."pamit arkan
"wa'alaikumsalam.jawab bunda naura.
setelah keluar dari ruang rawat nisa arkan menuju mobilnya dan memutar arah untuk menuju sekolahnya tak perlu waktu lama arkan pun sampai di area parkir sekolah.
setelah sampai di sekolah arkan turun dari mobilnya, para siswi yg melihat penambilan arkan yg terkesan urakan itu malah menjerit histeris karna menurut mereka arkan terlihat lebih mempesona dari pda penampilan yg seperti biasany.
Arkan yg mendengar celotehan para siswi itu pun hanya masa bodo dan melanjutnya perjalanannya menuju kelas.
saat melewati kelas nisa, sahabat2 baru nisa pun melihat keluar dan melihat arkan dengan penampilang yg sangat berbeda dari biasanya, dan pastinya dia sendiri tanpa ada nisa di sisinya semakin membuat mereka bertiga bingung dengan perubahan kakak kelasnya yg menjadi idola para remaja wanita itu.
"itu kak arkan bukan sih." tanya indri yg sangat penasaran.
"kayak nya iya deh, meding kita samperin aja biar lebih jelas." jawab indri dan memberikan usulan kepada 2 sahabatnya itu.
"gue setuju."sahut tea ke pada indri
mereka bertiga pun keluar dari kelas dan menyusul arkan.
"Kak arkan." panggil mereka kompak.
__ADS_1
arkan yg merasa di panggil pun menoleh dan melihat sahabat baru adiknya memanggil mereka.
sedangkan putri dan indri malah menciut melihat sorot mata dari arkan yg menurut mereka menakutkan tapi beda hal nya dengan tea dia langsung menghampiri arkan yg berhenti agak jauh dari mereka bertiga sedangkan indri dan putri hanya diam di tempat dan meliahat tea yg mendekati arkan.
"kak arkan sendiri gk bareng nisa.?" tanya te kepada arka .
arkan yg mendengar pertanyaan tea pun menarik lengan tea menjauh dari keramaian siswa siswi yg berlalu lalang, sedangkan putri dan indri cengo melihat temannya tea di bawa pergi oleh kakak kelasnya arkan, melihat adekan itu para siswi yg mengidolakan arkan pun mulai bergosip.
Taman belakang sekolah.
"kak arkan ngapain sih ajak gue ke sini gue kan tadi nanyanya baik2 kok malah di ajak ke tempat sepi sih."Omel tea kepada arkan karna seenak nya saja menarik tea ke taman belakang sekolah yg jarang di kunjungi oleh siswa siswi itu.
"lo tadi kan nanya tentang nisa ke gue."belom sempet arkan selwsai berbicara tea sudah memotong ucapan arkan.
"Iya lah nanya ke kak arkan yg biasanya sama nisa trs kan kak arkan, dan jg kak arkan kan pacarnya nisa pasti tau dong di mana nisa, oh iya kalo di lihat2 penampilan kak arkan berubah apa jangan2 lo di putusin nisa ya."celoteh tea tanpa henti
Arkan yg mendengar celotehan tea terkekeh merasa sedikit terhibur dan menghilangkan sedikit kegundahan hatinya.
Tea yg melihat kakak kelasnya itu malah terkekeh semakin sebal dan berucap kembali.
"nyesel q pernah kagum sama lo."sinis tea kepada arka.
Arkan yg mendengarnya pun semakin terkekeh. tea yg melihat itu pun semakin sebal mungkin kalo kedua sahabatnya yg melihat ini pasti akan klepe2 tpi karna ini tea dia malh semakin bad mood, bukan karna tea tidak suka ke pada arkan tapi tingkahnya arkan hari ini membuat te heran dan sebal.
"Jadi ngomong gak sih lo, kalo gk jadi gue mau balik ke kelas bentar lg bel masuk."ucap tea makin kesal hingga sudah tidak memakai embel2 kak untuk menghormati kakak kelasnya.
"Nisa kecelakaan, jatoh dari motor tadi malam." terdengar suara arkan yg tercekat menahan tangis.
tea yg mendengarnya pun yg tadi sudah berdiri berniat untuk pergi kembali duduk dan menatap arkan.
"Lo seriys lo gak lagi becanda kan."ucap tea yg mulai berkaca2.
meskipun baru sehari kenal nisa menurut tea nisa itu orang yg baik.
"Buat apa gue boong ke teman adek gue sendiri." tea yg mendengarnyapun semakin shok.
"Nisa adek lo bukan pacar lo.?" tanya tea masih dengan bahasa lo gue karna masih merasa dongkol.
"Ya nisa adek gue, ini rahasia kita, kalo nisa tau gue bocorin indentitasnya bisa di gorok gue."
Tea yg masih penasaranpun bertanya kembali kepada arkan.
"kenapa nisa bisa kecelakaan motor.?"ranya tea kwpada arkan.
"Dia balap motor tadi malam dan tiba2 ada orang nyebrang mau ngerem gk sempet akhirnya dia pilih banting setir dari pada pejalan kaki itu yg luka lebih baik dia yg terluka, dari kecil nisa gk bisa liat orang lain terluka karnanya atau terpuruk karnanya, setahun yg lalu bahkan gue di diemin selaman 1 bln karna gue tertinggal kelas karna terus2an nemnin dia berobat dan akhirnya gue lupa belajar dan nilai2 gue anjlok dan gk naik kelas."jelas arkan dan menceritakan kisah lalunya besama nisa.
Tea yg mendengarnya pun merasa sedih sekali gus penasaran namun dia tidak berani bertanya lebih lanjut tentang penyakit nisa itu.
"Terus keadaan nisa gimana kak."tanya te yg sudah kembali ke mode awal.
arkan yg mendengar tea kembali memanggilnya kak pun tersenyum simpul dan menatap tea tea yg di tatap pun kembali memberikan senyuman kepada arkan niatnya untuk menyemangati arkan.
"Dia belum sadarkan diri dari tai malam." jawab arkan sambil meneteskan air mata.
"Tenyata kak arkan cengeng ya kalo menyangkut nisa." ejek tea sambil tersenyum jahil kepada arkan.
arkan yg mendengar ejekan tea pun mencubit hidung tea.
"aaww sakit tau lo pikir gk sakit apa."pekik tea kepada arkan dan kembali menggunakan kosakta lo gue karna dia sedang kesal.
Arkan yg melihat te marah pun malah tertawa karna menurut dia tea itu lucu.
"udah ketawanya, nisa dibrawat di mana.?" tanya tea lg.
"rumah sakit medika di ruang VIP no 3 jawab arkan masih dengan menshan tawanya.
"oh o.k gue balik kelas dulu bel udah bunhi." jawap dan pamit tea ke pada arkan.
arakan melihat kepergian tea sampai tea tidak terlihar lagi sambil senyum yg masih mengembang di bibir nya.
__ADS_1
"makasih." gumam arkan lalu beranjak pergi.