
''sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar besar nya karna..''
''Apa maksut anda dokter?''ucap mami indah dengan berderai air mata.
''Maaf buk saya belum selesai berbicara, saya mau bilang mohon maaf karna darah yang cocok dengan pasien setoknya sedang habis pasien sangat membutuhkan tranfunsi darah karna banyak kehilangan darah, untuk keadaan pasien sekarang pasien masih koma karna peluru mengenai jantung pasian meski tidak parah.''jelas sang dokter.
''Alhamdulillah.''gumam putri tea dan nisa bersamaan.
''Ambil darah saya saja dok, golongan darah saya sama dengan putri saya.''ucap mami indah kepada sang dokter.
''Baik ikut dengan saya melakukan pemeriksaan sebelum melakukan pemdonoran darah.''ucap dokter.
''Baik dok.''jawab mami indah lalu mengikuti dokter masuk kedalam ruangan.
tanpa mereka sadari di sana nisa juga mulai merasakan sakit yang teramat di kepalanya dan hidungnya pun juga mulai mengeluarkan darah nisa berusaha menutupi apa yang terjadi pada dirinya hingga suara gaduh terdengar kembali.
ternyata itu adalah ayah andra bunda naura arkan dan juga dady bagas, mereka terlihat sangat tergesa-gesa karna meneripa kabar sahabat nisa indri tertembak karna menyelamatkan nisa.
saat mendengar kegaduhan papi ferdi pun menoleh dan saat melihat siapa yang datang papi ferdi langsung memtung ternyata mereka adalah sodara sodara angkatnya alias pewaris sah dari keluarga KUSUMA.
tanpa di duga ayah andra mendekati papi ferdi dan menepuk pundaknya.
''Apa kabar dik semoga engko selalu sehat dan engkau akan sadar setelah musibah ini terjadi.''ucap ayah andra.
__ADS_1
''Terimakasih kak sudah datang maafkan saya, maafkan semua keserakahan saya juga sekarang saya sudah menyesal kak mungki ini juga karma untuk saya.''ucap papi fersi dengan menangis penyesalan di depan ayah andra dan papi bagas.
''Tidak masalah, saya akan memaafkan mu karna anak mu telah menyelamatkan putri ku tapi jika kamu masih berani mengulanginya maka saya tidak akan segan segan kepada mu.''ucap ayah andra lalu berjalan menghampiri nisa.
''Baik kak terimakasih.''jawab papi ferdi.
''kau akan tetap menjadi adik kecil kami.''ucap papi bayu yang pada dasarnya memiliki sifat yang sangat lembut.
''Terimakasih kak.''ucap papi ferdi lalu memeluk dady bayu.
''Nak kamu kenapa.?''tanya ayah andra setelah berada di dekat nisa dengan nada khawatir karna melihat putrinya terus menundukan kepalanya.
''Kamu baik-baik saja kan sayng?''tanya ayah andra lagi dengan khawatir karna putrinya tidak menggapinya.
''I'm fine yah, adek baik baik aja.'' jawab nisa tanpa mendongakkan kepalanya.
''Yes bun i'm fine, ayah sama bunda gak pe...'' belum sempat nisa selesai bebicara dia sudah jatuh pingsan.
''NISA.''teriak ayah andra dan bunda naura bersamaan.
kemudian ayah andra membalikkan badan nisa karna posiai nisa yang tengkurep, betapa kagetnya ayah andra saat melihat kondisi anak nya yang sangat buruk namun masih bilang baik baik saja, bahkan hidungnya masih terus mengeluarkan darah dan tangannya sudah terkena banyak darah karna darah dari hidungnya tidak berhenti berhenti.
''Dokter dokter tolong anak saya.''teriak ayah andra sedangakn yang lain hanya bisa menangis saat meluhat keadaan nisa.
__ADS_1
''Kamu harus bertahan nak ayah yakin kamu kuat.''ucap ayah andra.
tak lama setelah ayah andra memanggil dokter akhirnya dokter pun menghampiri mereka dengan membawa dua suster yang mendorong kasur rumah sakit kemudian ayah andra menggendong nisa dan memindahkannya ke ranjang rumah sakit.
''Adek yah pasti adek kuatkan yah.''ucap bunda naura sambil berlinang air mata.
''Kamu pasti kuat dek.''batin arkan dengan menitihkan airmata karna melihat kondisi sang adik.
''Apa om fersi puas sekarang ha, adik saya penyakitnya makin parah karna beban yang dia pikul, dan penyebab semua ini adalah om ferdi apa om sudah puas sudah menghancurkan mentar saya dan juga ayah saya melalui adek saya ha!!! apa anda puas sekarang!!?'' ucapa rkan sambil berteriak karna emosi.
''Abang cukup kita di rumah sakit bang.''ucap bunda naura menenangkan arkan.
''Abang gak berguna bun abang gak bisa jaga adek.''ucap andra sambil menangis meraung raung.
tea yang melihat itu pun menghampiri arkan dan memeluknya dari samping.
''Lo harus percaya kalo nisa itu kuat lo jangan kaya gini, apa dengan lo kaya gini nisa akan kembali baik baik aja mending lho sholat dan doain moga moga nisa baik baik aja.''ucap tea kepada arkan.
''O.k kalo gitu gue kemushola dulu.''jawab arkan lalu melepaskan pelukan tea dan pergi ke mushola.
''Makasih nak tea.''ucap bunda naura.
''Makasih untuk apa tanti tea gak ngelakuin apa-apa kok.''
__ADS_1
hay para reader setianya emak maaf mak baru up ya soalnya emak lagi suibuk dan hp nya di kalahin sama anak
selamat membaca