
'' Adek takut.?''tanya bunda naura lembut..
''Nggk bun cuman gugup, udah hampir 1,5 tahn adek gk masuk ke ruangan itu dan sekarang adek kembali lagi dengan penyakit yang sama setelah sekian lama.''ucap nisa sambil tersenyum getir.
''Bahkan lebih parah nggak tau bisa sembuh apa nggk.''lanjut nisa.
''Adek ngomong apaan sih adek gak boleh ngomong kayak gitu adek pasti sembuh.''ucap arkan yg baru datang dan mendengar ucapan nisa.
Sedangkan bunda naura terus meneteskan air mata setelah memdengar putrinya yang menyayat hati nya.
''Abang bolos.?''tanya nisa mulai data.
''Gila lo dek ya enggak lah kalo abang bolos udah jadi daging cincang di tangan lo.'' ucap arkan sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
''lha trus ngapain di sini.?''tanya nisa kembali dengan menatap arkan penuh selidik.
''pulanh cepet, kalo gk percaya nanti lo tanya temen2 lo dia juga lg di jalan menuju kesini.'' ucap arkan santai namun tidak berani menatap nisa.
''oh o.k.'' ucap nisa dingin dan diam2 mengirim pesan wa kepada kepala sekolah. karna menurut nisa gerak gerik arkan mencurigakan.
''Hay nisa.''ucap tea indri putri bersamaan.
''Hemm.''jawab nisa cuek.
''Airnya udah kembali ke balok es ni kayak nya.''
ucap indri dan langsung mendapat jitakan dari tea.
nisa hanya menatap datar teman2 nya yang bertingkah aneh menurut nisa.
''hehe maaf nis cuaman canda.''ucap indri cengengesan
''kalo udah jadi kek gini bisa jadi berabe.'' batin arkan,
'' msa nisa tau sih kalo kita pada boong.''batin arkan lagi.
''Adek abang yang cantik jangan kayak tembok gitu lah mukanya.'' ucap arkan dengan muka yang di imut2 kan.
''Ih najis.''gumam tea yg masih terdengar oleh arkan.
__ADS_1
''najis apa suka.''canda arkan dengan menaik turunkan alisnya.
Tea yg mendengar perkataan arkan menatap datar arkan.
''Gue suka sama lo jangan mimpi.''ucao tea dengan menatap arkan sinis.
''Gue gak mimpi kok tapi nya..''ucap nisa terpotong karna mendengar suara nisa.
''Berisik.''ucap nisa datar dan dingin.
Sahabat2 nisa tertegun mendengar suara nisa yg terlewat dingin dan muka datar.
''Siapa yang nyuruh bolos.?'' tanya nisa masih dengan datar dan dinginnya.
''Kita gak bo..''ucapan pitri terpotong karna suara nisa.
''Gak usah boong,gue gak bodoh dan satu hal lg gue gak suka orang bohongin gue.''ucap nisa datar.
''Adek abang yang cantik kita it..''ucapan arkan terpotong saat nisa mengangkat hp nya yag layarnya menunjukkan chat dengan kepala sekolah.
sedangkan arkan dan sahabat2 nisa kelabakan karna ketahuan berbohong oleh nisa.
''Nis kita bisa jelasin.''ucap indri yang mulai takut di benci oleh nisa.
''Adek,nisa.''teriak merereka berbarengan.
Sedangkan nisa hanya memasang muka datarnya dan tidak memedulikan mereka.
SKIP.
Setelah perdeberan di antara mereka kini giliran nisa di panggil.
''khoirunnisa wicaksono.''panggil sang surter dengan membaca daftar nama yang dia pegang.
''Nisa yg mendengar namanya sudah di panggilpun beranjak dari duduknya.
''Biar abang yg nemenin bun.'' ucap arkan menghentikan bunda naura.
''Gak perlu gue bisa sendiri.''ucap nisa dengan muka datar dan memasuki ruangan untuk melakukan cempterapi.
__ADS_1
''Abang kenapa bohong?.'' tanya ayah andra yg belum lama datang karna di chat bunda naura.
''abang pengen nemenin adek yah,abang gak tau kalo bakal jadi seperti ini, abang minta maaf yah,bun.''ucap arkan sendu.
''huuf'' ayah arkan menghela nafas mendengar penjelasan arkan.
''tinggal kan apa yang tidak adek u suka, dan lakukan apa yg adek mu suka kalo abang gak mau adek bersikap seperti ini terus.''Nasihat ayah andra kepada arkan.
Skip.
Setelah cemoterapi nisa kembali ke kamar dan terus muntah2 karna efek samping dari cemoterapi.
Hari demi hari terus berlalu tak terasa nisa sudah 1 miinggu di rawat di rumah sakit.
Dan tepat hari ini adalah hari kepulanhan nisa.
''udah di bereain semua kan dek.?''tanya bunda naura dengan lembut sambil menatap nisa.
''Udah bun.'' jawab nisa datar.
''Kok mukanya datar gitu sama bunda.''ucap bunda naura dengan sedih.
''Maafin adek bun,bunda jangan sedih.''ucap nisa dengan tersenyum tipis.
''Ya udah, ayo kita ke parkiran ayah udah nunggu di sana.
''Baik bun.''ucap nisa kembali datar dan berjalanmendahului bu da naurra.
''YA ALLAH dek kenapa kami berubah.'' batin bunda naura.
skip.
setelah sampai di rumah nisa langsung turun dari mobil tanpa mengucapkan sepatahkata pun. ayah andra dan bunda naura yang melihat pitrinya yg seperti ini merasa sedih,nisa yg sekarang bukan nisa yg dulu lagi.
Setelah berjalan beberapa menit dari garasi kini nisa sudah berada di depan pintu dan di susul ayah andra dan bunda nauta.
Dan pada saat nisa membuka pintu dia merasa terkejut namun tak lama kemudian kembali ke ekspresi datar.
''Surprays.''teriak arkan,tea,indri dan putri bersamaan.
__ADS_1
''Selamat datang kembali ke rumah kucing kecil.''teriak meraka lg bersamaan.
''Gak guna.''ucap nisa datar dan berlalu meninggalkan mereka.