
'' Om juga ingin saranin lebih baik kamu tidak perlu ikut campur lagi dan menyelidikinya karna semua permasalahan ini tidak semudah yang kamu bayangkan nak keluarga abraham dan kluarga saya juga hanya pion dari seseorang di balik semua ini, kalu kamu tetap nekat maka bisa saja nyawamu yang akan jadi taruhannya.''ucap ayah reyhan kepada nisa.
''Saya tidak takut kehilangan nyawa saya om pada dasarnya saya sudah berada di ambang kematian bukan.''ucap nisa tersenyum.
''Dari pada saya hanya diam dan menunggu kematian saya karna penyakit ini lebih baik saya bergerak membantu keluarga saya dan orang-orang yang menjadi pion seorang tersebut.'' ucap nisa lagi.
''Kau harus hati-hati dengan orang di sekitar mu terutama orang yang kamu anggap benar benar dekat dengan mu.''ucap ayah reyhan mengingatkan.
''Maksut om apa.?'' tanya nisa yang penasaran.
''Kamu harus hati-hati jangan terlalu terbuka kepada orang lain meski dia orang terdekat mu kecuali keluarga mu.''ucap ayah reyhan lagi.
''Baik om makasih karna om udah peduli sama nisa dan keluarga nisa, maafin nisa karna melibatkan reyhan.''ucap nisa menyesal.
''Tanpa kau libatkan reyhan akan tetap terlibat nak.''ucap ayah reyhan tersenyum.
''Ya sudah kau pulanglah dulu ganti pakaian mu jika ingin kembali pintu kamar ini akan terus terbuka untuk mu.''ucap ayah reyhan.
__ADS_1
''Baik om saya pulang dulu asalamu'alaikum.'' ucap nisa.
''Wa'alaikumsalam.''jawab ayah reyhan.
''Maaf kan om nisa.'' gumam ayah reyhan saat melihat nisa menutup pintu ruangan reyhan.
skip
setelah sampai di rumah nisa langsung di sambut oleh ayah andra dan juga bunda naura dengan muka yang menahan marah.
nisa yang kaget pun langsung reflek melihat ke arah ayah nya karna dia tidak tau apa keslahannya.
''Kenapa kamu melakukan itu nisa.''tanya lembut bunda naura kepada putrinya berbeda dengan sang ayah yang menahan amarahnya.
''Maksutnya apa sih bun adek gak ngerti dan kenapa bunda manggil adek dengan nama adek kenapa kalian marah adek salah apa.?''tanya nisa yang masih bingung.
ayah andra melemparkan kertas hasil penyelidikan nisa ke atas meja.
__ADS_1
''Apa kamu pikir permaslahan ini semudah ini nisa, apa kamu tau yang swbenarnya mereka incar itu kamu, apa kamu tau kalo sebenarnya di belakang mereka masih ada orang besar yang melindungi mereka.?''tanya ayah andra murka kepada nisa karna mengambil tindakan yang gegabah.
''Maksut ayah apa orang besar apa.?''tanya nisa yang semakin penasaran.
''papa sama mama juga baru tau setelah bertemu sama om rey kemaren lusa sayang mereka tidak bisa berbuat apa-apa karna jika mereka membangkang nyawa mereka juga yang akan jadi taruhannya, apa kau ingat dengan renata dia tidak di kirim ke luar negri tapi di di kurung di penjara bawah tanah karna hasil penywlidikannya menemukan hal yang harus tidak dia ketahui, dan lambat laun renata akan mati kelaparan di sana karna tidak di beri makan.'' nisa yang mendengar perkataan sang bunda langsung kaget.
''Siapa mereka.?''tanya nisa dengan nada tegas dan muka datar nya.
bunda naura dan ayan andra yang melihat sisi ini dari nisa hanya menghembuskan nafas nya.
''Huuf anak mu itu bun nurun siapa sih.''ucap ayah andra karna sifat nisa yang sama persis seperti dirinya.
''Kamulah yang keras kepala dan gk bisa di omongin kan kamu.'' balas bunda naura yang berusaha mengalihkan pembicaraan yang mulai lebih serius.
''SIAPA MEREKA.''suara nisa yang lebih meninggi dengan nada datar dan dingin yang membuat ayah andra dan bunda naura hanya diam sambil melihat satu sama lain.
''Ini udah saat nya adrk tau yah bun.''ucap arkan dari arah tangga dengan penampilan yang acak-acakan.
__ADS_1