
Setelah beberapa menit bunda naura keluar dari kamar mandi dengan menatap teapek di tangannya yang sulit di artikan.
''Ini dok.''ucap bunda naura sambil memberikan tespek kepada dokter bri.
Dokter bri pun tersenyum saat melihat hasil tespek.
''Selamat tuan dan nyonya akan menerima malaikat kecil lagi.''ucap dokter bri memberikan selamat kepada ayah andra dan bunda naura.
''Apa istri saya hamil lagi.?''tanya ayah andra dengan mata berbinar-binar.
''Benar.''jawab dokter bri dengan tersenyum.
Sedangkan bunda naura masih bingung sekaligus senang.
''Tapi dok saya yang hamil tapi kenapa suami saya yang menunjukkan tanda-tanda kehamilan.?''tanya bunda naura kepada dokter bri
Dokter bri pun tersenyum saat mendengar pertanyaan bunda naura.
''Sebenarnya sudah ada kasus yang sama namun jarang terjadi.''ucap dokter bri. (ini cuman ngarang ya gk tau ada apa nggk yang kaya gitu.hhe).
''Tapi umur saya sudah menginjak 40 thn lo dok apa tidak masalah.?''tanya bunda naura kembali.
''Tidak masalah berapapun usianya jika ALLAH masih mempercayai anda pasti anda mampu nyonya.''ucap dokter bri dengan tersenyum.
''Sebenarnya saya sudah dari dulu ingin memiliki anak lagi dan sekarang di kabulkan saat usia saya menginjak 40 thn.'' ucap bunda naura menitihkan air mata dan tersenyum bahagia.
''Baik lah saya akan memberi obat peredam mual untuk tuan dan fitamin untuk nyonya.''ucap dokter bri dengan dengan mengambil obat di dalam tas nya yang selalu dia bawa.
''Ini nyonya di minum 2 x sehari.''ucap dokter bri sambil memberikan obat kepada bunda naura.
''Terimakasih dokter.''ucap bunda naira kepada dokter bri.
__ADS_1
''Sama-sama nyonya kalo gitu saya permisi dulu.''pamit dokter bri kepada bunda naura.
''Baik dokter.'.jawab bunda naura.
''Asalamu'alaikum.''salam dokter bri lalu keluar dari kamar dan turun kebawah menuju pintu utama dan keluar dari kediaman wicaksono.
''Wa'alaikum salam.''jawab bunda naura yang melihat dokter bri sudah berlalu dari hadapannya.
Setelah kepergian dokter bri ayah andra dan bunda naura saling berpandangan dengan swnyum yang merekah di bibir mereka.
SKIP
Di dalam kelas nisa tidak bisa fokus dengan pelajaran karna memikirkan sang ayah sama halnya dengan arkan dia jga tidak fokus dengan pelajarannya karena mengingat keadaan sang ayah yang pucat dan lemah.
''Huuuuff, semoga ayah gaj kenapa-kenapa.''batin arkan dan juga nisa berbarengan namun tidak ada yang mengetahui nya bahkan arkan dan nisa sendiri.
Skip
''Nis tungguin kita.'' teriak putri saat melihat nisa sudah berada di depan pintu kelas.
''Sory gue duluan, bokap lagi sakit.''balas teriak nisa dan berlari menuju parkiran.
Skip
''Woy ar tungguin napa.''teriak arga salah satu sahabat dari arkan sekaligus asisten kepercayaan arkan di pabrik.
''sory bro gue buru-buru bokap gue lagi sakit.''ucap arkan kepada sahabat-sahabat nya.
''pantes dari tadi pas pelajaran gak fokus dia.'' ucap reno sambil terus berjalan menuju parkiran sekolah.
Setelah sampai di parkiran dengan ngos-ngosan karna arkan berlali,saat sampai arkan sudah melihat nisa berdiri di samping mobil nya dengan bersidekap dada.
__ADS_1
''Maaf ya dek kalo abang lama.''ucap arkan saat sudah berada di samping nisa.
''Gak papa bang adek juga baru sampe, ya udah ayo cepet pulang.''ucap nisa dan masuk kedalam mobil terlebih dahulu.
Arkan hanya menganggukkan kepala nya dan iku masuk ke mobil bagian kemudi lalu melajukan mobil nya keluar dari lingkungan sekolah.
SKIP
Setelah sampai rumah arkan dan nisa langsung turun dari mobil dan buru-buru memasuki rumah dengan beriringan.
''Asalamu'alaikum.'' salam arkan dan nisa bersamaan dengan masuk tergesa-gesa kedalam rumah.
''Wa'alaikumsalam, kenapa tergesa-gesa kek gitu.?'' tanya bunda naura kepada arkan dan nisa.
''kita itu lagi khawatir sama ayah bun tadi pagi ayah kan sakit.'' ucap arkan dan nisa bersamaan namun mereka masa bodo karna arkan dan nisa benar-benar khawatir kepadasang ayah.
Menyadari dua anak nya kalo berbicara selalu kompak sejak tadi pagi bunda naura langsung tertawa terbahak-bahak.
''Bunda kenapa.?'' tanya arkan dan berbarengan lagi.
Bunda naura yang mendengar kekompakan kedua ank nya saat berbicara malah semakin terpingkal- pingkal karna merasa lucu yang biasanya kadang beradu mulut malah terlihat sangat kompak.
''Bunda sakit ya? kita nanya kok malah ketawa.'' tanya arkan dan nisa dengan kompak.
''Kalian itu lucu biasa nya aja berantem mulu tapi dari tadi pagi ngomongnya barengan terus kaya paduan suara.'' jelas bunda naura masih dengan kekehannya.
''Masasih.''ucap arkan dan nisa berbarengan dan menatap satu sama lain.
''Itu buktinya..''
hay semuanya yang mampir kenovel autor jangan lupa like dan komennya ya😍😍😍
__ADS_1