
''Makasih untuk apa tante? tea gak ngelakuin apa-apa kok.'' jawab tea merasa bingung.
sedangkan bunda naura hanya tersenyum menanggapi kebingungan tea.
skip
setelah nisa di pindahkan dari UGD dan di pindahkan ke ruang ICU nampak seorang remaja laki-laki memakai pakaian pasien mendekati nisa.
''Nis ini gue reyhan.''ucap remaja tersebut yang ternyata adalah reyhan.
''kenapa elo jadi kaya gini sih nis, apa lo ingin pergi ninggalin gue bukan kah kita masih banyak waktu untuk bersama kenapa lo malah tiba tiba kaya gini nis.''ucap reyhan sambil meneteakan air mata nya.
''Lo harus tetep bertahan nis demi bokap nyokap lo demi abang lo demi sahabat-sahabat lo dan juga demi gue, gue gak bisa tanpa lo nis selama beberapa tahun ini gue tanpa lo seperti mayat hidup padahal gue masih bisa liat lo dari kejauhan apa lagi gue gak bisa liat lo nis.''ucap reyhan lagi dengan menitikan air mata.
saat reyhan melihat wajah nisa reyhan merasa kaget ternyata nisa mengeluarkan air matanya.
''Gue yakin lo denger gue nis, lo pasti kuat, gue pamit dulu cepet sadar.''pamit reyhan kepada nisa kemudian mengecup kening nisa.
skip
__ADS_1
di lain sisi terlihat ayah andra dan bunda naura berbicara dengan dokter clara.
''Maaf pak buk kondisi nisa semakin memburuk dan entah dia bisa bertahan atau tidak, bukan kah saya pernah berkata nisa harus banyak istirahat kenapa bisa keadaannya tambah memburuk?'' tanya dokter clara
''maafkan kami dokter.''ucap ayah andra.
''Apakah tidak ada jalan lagi untuk nisa sembuh dokter?''tanya ayah andra lagi.
''Semoga nisa cepat melewati masa masa kritisnya dan kita bisa melakukan cemoterai kepada nisa.''ucap dokter clara.
''Ya sudsh terima kasih dokter clara kami pamit dulu asalamu'alaikim.''pamit ayah andra dan bunda naura kepada dokter clara.
''Wa'alaikumsalam.''
Arkan terus menangis menyalahkan diri sendiri atas keadaan nisa yang sekarang bahkan dia sudah tidak peduli dengan penampilannya ataupun imeng nya yang terkenal cowok dingin dan tanpan itu sekarang dia terlihat kacau dan rambut yang berantakan namun tidak mengurangi kadar ketampanan nya.
''minum.''suara seorang gadis yang tanpak familiar di telinga arkan.
arkan pun menoleh dan melihat siapa yang memberikan minuman kepada nya dan ternyata dugaan nya benar dia adalah tea gadis yang ia sukai setelah tau siapa yang memberi dia minum atkan pun menerimanya.
__ADS_1
''Makasih.''ucap arkan lalu arkan meminumnya.
''Sama-sama.''jawab tea.
setelah percakapan singkat itu keheningan menerpa kedua insan yang duduk bersam di bangku rumah sakit itu hingga arkan mengeluarkan suara.
''lo gak pulang?.'' tanya arkan kepada tea.
''Tadinya mau pulang tapi gak swngaja liat lu lagi kacau jadi gue nyamperin lo dulu.''
''Menurut lo gue biruk ya jadi abang.?'' tanya arkan lagi sambil tersenyum getir.
''No no no kalo menurut gue lo itu kakak yang luar biasa baik buat nisa bahkan nisa selalu muji-muji lo dia gak pernah berkata buruk tentang lo, lo itu kakak terbaik untuk nisa dan meakipun lo itu nampak dingin dan cuek sebenarnya lo itu baik pengertian care, menurut gue wanita yang bakal dapetin lo itu adalah wanita yang paling beruntung.''cerocos tea tanpa henti.
''Hhha ternyata lo cerewet juga ya gue kira lo irit bicara.''ucap arkan sambil tertawa.
''What gue cerewet, eh denger ya gue otu niatnya ngehibur lo malah gue di katain cerewet nyesel gue udah nyamperin dan berusaha ngehibur lo.''ucap tea pura-pura marah meskipun sebenarnya dia merasa senang karna arkan sudah tertawa
''Ya udah gue pulang dulu, lo jangan terlalu nyalahin diri lo sendiri karna ini semua udah takdir dan lo harua bisa menerima dengan lapang dada apapun yang akan terjadi nanti pada nisa.''ucap tea sambil menepuk pundak arkan kemudian dia pergi dari hadapan arkan.
__ADS_1
''Terimakasih tea.'' gumam arkan sambil melihat punggu tea yang sudah tidak terlihat lagi.
hay para pembaca setia nomel mak jangan lupa di like sama di komen ya😙😙