AKHIR DARI PERJALANAN HIDUP NISA

AKHIR DARI PERJALANAN HIDUP NISA
kabar buruk 2


__ADS_3

"mari keruangan kerja saya." ucap dokter clara kepa ayh andra dan bunda naura.


ayah andra dan bunda naura mengikuti dokter clara dari belakang.


sebelum ayah andra benar2 keluar dari euangan nisa, nisa memanggil ayah andra.


"Ayah."panggil nisa yg mulai berkaca2


Ayah andra yg mendengar panggilan nisa pun berhenti dan menoleh kearah nisa. dan menoleh kembali ke arah dokter clara.


"Anda duluan dok nanti saya menyusul dengan iatri saya."ucap ayah andra kepada dokter clara.


"Baik pak saya duluan, permisi."ucap dokter clara.


setelah melihat dokter clara benar2 sudah pergi nisa mulai berbicara.


"Maafin adek yah, ayah jangan kayak gini adek sakit yah kalo ayah kaya gini ke adek, adek tau adek salah tapi jangan diemin adek kayak gini yah, adek minta maaf."ucap nisa kepada ayah andra dengan deraiaan air mata.


Bunda naura yg juga mendengar perkataan nisa pun ikut menangis, sedangkan teman2 nisa dan arkan menatap nisa dengan iba.


sedangkan ayah andra langsung berjalan menghampiri nisa dan memeluk nisa karna tidak tega melihat nisa yg menangis tersedu2.


"Udah ayah maafin, adek jangan nangis."ucap ayah andra kepada nisa.


"Tapi ayah mohon pada nisa jangan main rahasia2an sma ayah bunda dan bangarkan, apa lg menyangkut kesehatan adek.ucapa ayah arkan kembali kepada nisa.


"Baik yah adek janji, bang arkan gimana yah, pasti dia marah besar sama adek karna udah bohongin abang."ucap nisa g masih terisak.


"Nanti abang biar ayah yg urus adek istirahat." ucapa ayah andra menenangkan nisa.


"Makasih yah, adek sayang banget sama kalian bertiga, sekali lg adek minta maaf yah."ucap nisa mulai tenang.


"ya udah ayah sama bunda pergi keruangan dokter clara dulu, adek di sini biar di temenin sama temen2 adek dan bang arkan dulu."ucap ayah andra


"iya yah." jawab nisa.


"kalian tolong temani nisa dulu, om sama tante pergi sebentar, asalamu'alaikum." ucap ayah andra dan berpamita kepada mereka semua.


setelah berbicara kepada teman2 nisa dan arkanayah andra dan bunda naura berjalan ke arah keluar. Saat membuka pintu ayah andra di kaget kan oleh arkan yg berdiri membelakangi pintu, bunda naura merasa heran kenapa ayah arkan berhenti, karna bunda naura tidak bisa melihat arkan karna pintunya hanya di buka setengah.


"Ada apa yah kenapa kok berhenti."tanya bunda naura heran.


"ada abang bun di depan."jawab ayah andra

__ADS_1


"ya udah samperin jangan berdiri di depan pintu." ucap bunda naura.


"iya2 bun sabar." jawab ayah andra lalu keluar dan menghampiri arkan.


"kenapa abang di sini."ucap ayah andra yg mengagetkan arkan.


"Kaget abang yah, abang gk berani masuk yah abang gk tega liat adek kayak gitu."jawab arkan.


" ya udah bang arkan diaini aja tenangin hati abang lalu masuk, ayah sama bunda mau keruangan dokter clara sebentar." ucap ayah andra.


" Abang ikut yah."ucap arkan.


"gak boleh abang masuk temenin adk sama teman2 abang, kasian teman2 abang nunggu lama nanti." ucap bunda naura melarang arkan ikut.


"Abang gk peduli bun, abang tetap mau ikut." kekeh arkan kepada sang bunda.


"Tapi.." belum sempat bunda naura berbicara sudah di potong ayah andra.


"Udah lah bun biarin abang ikut, Di larang pun gak akan peduli, jika udah bilang ikut ya ikut, kya gk tau abang aja keras kepalanya minta ampun."ucap ayah andra sambil melangkah pelan menuju ruangan dokter clara.


"Iya keras kepalanya minta ampun, kaya kamu kan yah."jawab bunda naura.


"Bunda kok malah ngejek ayah sih."ucap ayah andra.


Arkan yg melihat perdebatan kecil antra kedua orangtuanya pun merasa sedikit terhibur. ya ayah andra dan bunda naura memang sudah memiliki 2 anak namun tingkah mereka seperti anak ABG kalo lg bersama arkan dan nisa sampe heran melihat tingkah orang tuanya.


Setelah berjalan srkitar 10 menitdan di temani perdebatan kecil antara suami istri dan ank yg hanya mendengarkan pun tiba di depan ruangan dokter clara.


'tok tok tok' suara ktukan pintu.


Dokter clara yg mendengar ada yg mengetuk pintu beranjang dari tempat duduknya dan membuka pintu.


'cklek'suara pintu di buka.


"Asalamu'alaikum dokter." salam ayah andra.


"wa'alaikum salam silahkan masuk." ucap dokter clara mempersilahkan ayah andra bunda naura dan arkan masuk ke dalam ruang kerja nya.


setelah di persilahkan ayah andra bunda naura dan jga arkan pun masuk ke dalam.


"Silahkan dusuk pak buk." ucap dokter clara.


Setelah di persilahkan duduk ayah arkan dan bunda naura pun duduk, sedangkan arka hanya berdiri di belakang ayah andra dan bunda naura.

__ADS_1


"Sebwlum nya mohon maaf dok, ada apa memanggil kami kemari?"ucap ayah andra tanpa basa basi.


"Ini soal kondisi nisa saat ini pak buk."ucap dokter clara yg menata ayah andra dan bunda naura bergantian.


"Ada apa dengan kondisi anak kami dok?"tanya bunda naura yg matanya mulai berkaca2.


"menurut pemeriksaan dan hasil lep kondisi nisa semakin memburuksetelah terjadi kecelakaan itu." jelas dokter clara.


Bunda naura yg mendengar itu pun terisak tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Tapi nisa bisa sembuh kan dok.?"tanya ayah andra yg matanya mulai memerah.


"Kemungkinan untuk sembuh mungkin hanya kecil, tapi saya dan tim akan berusaha sebisa kami."jelas dokter clara.


bunda naura yg mendengar itu pun tangisannya semakin menjadi-jadi.


"Tapi benar2 masih ada kemungkinan untuk sembuh kan dok."ucap arkan.


arkan yg tadinya diam pun akhirnya angkat bicara.


"ingsyaallah jika ALLAH menghendaki masih ada kemungkinan untuk nisa sembuh."ucapan dokter clara berhenti sejenak dan menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


"Tapi nisa harus melakukan kemoterapi setiap 1 bln sekali, tapi nisa menolak untuk kemoterapi saat saya berbicara padanya dulu."ucap dokter clara.


"Tidak masalah dok, kami yang akan membujuk nisa."ucap bunda naura kepada dokter clara.


"Kalo gitu kami pamit dulu dok,Asalamu'alaikum."pamit ayah andra.


"Wa'alaikumsalam."jawab dokter clara.


setelah keluar dari ruangan dokter clara ayah andra bunda naura dan juga arkan kembali keruangan rawat inap nisa.


setwlah mereka sampai di depan ruangan rawat inap nisa, ayah andra langsung membuka pintu dan berjalan masuk di ikuti bunda naura dan arkan.


Nisa yg melihat abangnya masuk bersama orang tuanya pun merasa bahagia.


"Abang adek minta maaf."ucap nisa kepada arkan saat arkan sudah berdiri di antara teman2 nya.


"Abang juga minta maaf sama adek."ucap arkan dengan berjalan mendekati nisa.


nisa yg melihat abangnya semakin mendekat sangat bahagia hingga nisa merentangkan tangannya agar abangnya memeluknya.


"Adek syang sma abang."ucap nisa kepada arkan yg sudah memeluknya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2