
Arkan yg melihat adik nya tergeletak dan tidak bergerak dari ke jauhan pun berlari menghampiri nisa.
"dek bangun dek ini abang."sambil menepuk" pipi nisa, arkan yg melihat keadaan adiknya seperti itu tidak bisa membendung air matanya lg
"siapapun tolong panggil ambulan cepat, dek bangun dek kamu harus baik2aja."teriak arkan yg melihat nisa tergeletak dengan darah yg terus keluar dari kepala belakangnya yg ter tutup hijab.
"ternyata dia bener2 cewek."bisik2 penonton yg ada di sana
"iya gue kira cowok, pantes setiap bertanding dulu gk pernah lepas helem dan dia berhijab jg lgi gk malu sama penampilan nya."seru seorang lagi.
arkan yg mendengar itu pun lngsung menoleh ke asal suara dan menatap nya dengan tajam.
tak berapa lama ambulan pun datang. arkan menaik kan nisa ke dalam ambulan dan menitipkan nisa ke perawat sedangkan arkan membawa mobil nya mengikuti ambulan dari belakang, sedangkan motor nisa arkan menitipkan ke salah satu temannya yg kebetulan jga menonton balapan motor liar.
di perjalanan arkan menelfon orangtuanya.
"tut tut tut."terdengar suara sambungan telepon.
"halo bang, ada apa tumben telfon."suara bunda naura dari seberang.
"nisa bun."arkan terus terisak hingga membuat bunda naura pun khawatir
"adek kenapa bang, kenapa abang malah nangis.?"siara bunda nimas dengan nada yg khawatir
"adek kecelakaan bun, maafin abang bun abang gk bisa jga nisa,." isak arkan dan menyalahkan dirinya sendiri.
bunda nimas yg mendengarnya pun syok dan langsung menjatuh kan henponnya. ayah andra yg melihat nya pun langsung menghampiri bunda naura dan bertanya namun tak dapat jawaban dan melihat masih henpon yg masih terhubung dengan arkan.
__ADS_1
"Ada apa bang knpa bunda u jadi kel gitu.?"
"adek kecelakaan motor yah sekarang lg di jalan menuju rumah sakit medika."jawab arkan masih dengan tangisannya.
"apa, ayah sama bunda akan menyusul kesana kamu hati2 nyetirnya."ucap ayah hendi kepada arkan.
"iya yah, aslamu'alaikum yah."
"wa'alaikum salam."
setelah mendengar jawaban salam dari ayah nya arkan menutup telponnya dan mengikuti ambulan dari belakang.
setelah perjalanan sekitar 25 menit alhirnya mereka sampai di rumah sakit dan nisa langsung di masukkan ke UGD.
setelah sekitar 30 menit arkan menunggu di depan ruang UGD ayah andra dan bunda naura pun datan dan menghampiri arkan.
"Belum tau bun masih di tangani sama dokter."jawab arkan seadanya.
"Kita berdoa semoga nisa baik2 saja bun, sudah bunda jngn khawatir da nangis terus bunda harus kuat buat nisa."suara ayah hendi yg mencoba menenangkan bunda naura.
"Gamana bunda gk khawatir yah nisa lg gk baik2 aja nisa abis kecelakaan yah." seru bunda nimas yg di selingi isak tangis.
"Ayah tau tpi kita harus tenan dan kuat buat nisa." seru ayah andra.
bunda naura hanya menangis tidak menanggapi ucapan ayah andra. dan memeluk erat ayah andra.
setelah satu jam lebih menunggu akhirnya dokter yg menangani nisa pun keluar.
__ADS_1
"dengan keluarga korban.?" ucap dokter tersebut.
"iya dok, kami orang tuanya. Bagaimana keadaan anak saya dok.?"
"Anak bpk dan ibk mengalami pendarahan di kepalanya, dan sepertinya anak anda jg memiliki penyakit lain."ucap sang dokter yg membuat ayah andra bunda naura dan arkan semakin dengan keadaannya.
"maksut dokter apa.?"tanya bunda nimas yg blm paham akan maksut dokter.
"apakan anak bapak dan ibuk pernah melakukan kemo terapi karna penyakit kangker darah.?" tanya sang dokter bunda naura yg mendengar pertanyaan sang dokterpun terkejut dan mulai menangis kembali mengingat bahwa ank nya dulu pernah mengidap penyakit itu.
"Iya benar, apa ada masalah dokter itu sudah satu tahun yg lalu." jawab ayah andra namun sang dokter hanya mengerutkan keningnya, karna beberapa bulan terakhir dokter ini melihat nisa cekup ko rumah sakit ini.
"Oh benarkan semoga saja saya yg slah, kami akan melakukan tes kesuluruhan terhadap ank anda, dan semoga penyakit itu tidak menggerogoti anak anda lagi, permisi."ucap domter terswbut lalu berpamita.
ayah andra bu da nimas dan arkan mendengar jawaban sang dokter pun merasa bngung karna setau mereka nisa sudah sembuh total dari penyakit itu.
tak lama setelah dokter pergi perawat keluar dan membawa nisa ke ruang rawat VIP. namun nisa blm jg sadar kan diri. tubuhnya di penuhi alat2 medis dan memakai oksigen.
Arkan yg melihat keadaan adiknya itupun merasa sangat sedih dan selalu menyalahkan dirinya sendiri karna tidak bisa menjaga nisa dengan bauk.
"maafin abang dek, maafin abng, abang gk bisa jagain adek."gumam arkan dengan meneteskan air mata.
dari samping ayah andra menepuk punda arkan untuk menguatkan arkan meaki sebenarnya ayah andra jga sangat sesih dsengan keadaan putrinya namun dia berusaha terlihat tegar di hadapan istri dan anak laki2nya.
"Ini bukan salah abang ini takdir dari ALLAH. Abang jangan nyalahin diri abang sendiri nisa pasti tidak suka kalo melihat abangnya kaya gini." ucap ayah andra menyemangati ank pertamanya itu.
"Baik yah." ucap arkan kepada sang ayah.
__ADS_1
selamat membaca jangan lupa like dan komen, mohon kritik dan saran nya jika ada kesalahan😊😊