
lahir menyandang nama Faradila Gea Ashilla
gadis kelahiran 1995 ini adalah gadis yang banyak memiliki nama panggilan mulai dari Fara, Dila, Gea atau bahkan Sila
gadis indonesia, yang lahir dari keluarga islam
pasti tuntutan berhijap itu harus diterapkan
diusia muda ketika duduk di bangku kelas 7, Gea sudah memutuskan untuk memakai hijap tanpa melepaskannya sedikit pun
ajaran ayahnya begitu melekat untuk menutup aurat akan kewajiban perempuan muslim
dikenal dengan karakter sempurna sejak kecil
dimana wajah cantik, suara lembut, pikiran selalu optimis dan masih banyak hal lainnya yang bahkan membuatnya menjadi begitu sempurna
tapi juga bukan lagi rahasia, Gea adalah gadis yang bisa membaca pikiran orang
menurutnya adalah kekurangan, tapi banyak mengatakan itu kelebihan yang benar benar sempurna
beberapa temannya yang biasa memanggilnya dengan sebutan Gea, karna memang lebih melekat dengan nama itu, nama lain hanya varian saja
bicara tentang Faradila Gea Ashilla
hobinya terhadap buku terutama novel begitu besar..
membuatnya harus mencari cara bagaimana dirinya bisa memiliki banyak buku koleksi tapi menghasilkan uang
"Gea, suara kamu bagus kan, coba coba nyanyikan aku lagu ini" kata Sherlyn, sahabatnya
"bisa"
tapi diam diam Sherlyn merekamnya
berniat mengabadikan moment Gea menyanyikan untuknya..
beberapa hari berlalu..
masa sekolah berakhir..
memutuskan kuliah..
ia memutuskan mengambil fakultas yang berbeda daru sahabatnya
karna ia memilih sastra bahasa sedangkan Sherlyn dalam perhotelan
"Gea, makan" kata ayah nya..
"iya yah"
oh ya, Gea tinggal berdua dengan ayahnya, ibunya sudah meninggal sejak melahirkan adiknya yang gagal karna pendarahan hebat disaat usia Gea 5th
selesai makan, ia mengobrol tentang sekolah yang akan dijalani oleh Gea...
Gea beruntung masih dalam satu sekolah dengan sahabatnya, Sherlyn.. karna sherlyn memilih sekolah di kampus yang sama dengan Gea walaupun jurusan fakultasnya berbeda..
ketika sibuk memulai sekolah..
otaknya hanya terus berpikir untuk sekolah saja
ketika begitu mulai terasa jika kuliah tidak semudah yang ada didalam film dan sinetron
Gea mulai jenuh, dan jalannya ketika jenuh adalah bernyanyi
hobbi yang begitu bisa membuatnya lebih tenang yaitu bernyanyi
ia iseng.. merekam dirinya menyanyikan lagu itu karna ia baru memiliki ponsel layar full kekinian, setelah merekamnya lalu mengirim ke akun media sosial miliknya
__ADS_1
seminggu berjalan, kampus heboh dengan cover lagu yang diunggah oleh Gea sendiri
ketika itu, Sherlyn yang heboh sendiri menghampiri Gea dengan terus menggerutu rasa bangga
"kamu tau tidak, kamu kemaren unggag video seminggu lalu jadi trending" kata Sherlyn
"oh ya?"
"emm, coba nih"
"waah padahal hanya lagu begini"
"tapi suara kamu bagus Gea"
"kamu, biasa kok"
melihat banyak yang menyukai, sejak itu ia memutuskan untuk sering mengupload setiap ia mengcover lagu
dan mulai dari like, share bahkan komentar selalu didapatkannya berjuta juta..
nyaman dengan kesibukan itu diluar sekolah
Gea berkelanjutan sampai akhirnya ada yang menawarkan untuk rutin Gea mengirim cover akan mendapatkan uang
"uang? ah tidak ada yang menolak untuk itu" kata Sherlyn
akhirnya Gea menerima tawaran
ia mencoba mengcover beberapa lagu ditiap request dari komentar video sebelumnya dengan vote lagu yang minta lebih dari 2 orang
mendapatkan cukup banyak penonton dan followers membuatnya mudah mendapatkan like dan komen positif juga mendapatkan uang dari cover versinya
ia bagi tiga uangnya, untuk ayahnya, untuk kebutuhannya seperti sekolah dan alat alat lainnya, dan kumpulkan uang menabung
ia memfokuskan diri untuk membuka toko buku. .
"Gea, kamu sering kasih ayah uang, kamu bilang uang halal, tapi memang halal yang bagaimana? kamu kerja?" tanya San, ayah Gea
"Gea dapat uang itu dari channel youtube sama pihak internet yah, Gea kan sering kirim video cover lagu" kata Gea
"iya kamu simpan saja, ayah kan juga kerja, bisa buat kebutuhan ayah sendiri, kamu juga semua bisa sendiri" kata San
"ayah, Gea ingin kasih ayah, ayah simpan saja buat ayah tabung dan kebutuhan lain"
"serius kamu?"
"iyaa.."
"kamu kan mau buka toko buku, kamu ambil saja uang bagian papa untuk tambahkan ke tabungan kamu"
"ehh itu sudah ada sendiri kok yah, itu murni untuk ayah" kata Gea
San mencium kening anaknya dan berterimakasih
sudah menjadi pengganti ibu yang menemani nya
"makasih nak, kamu sudah menjadi anak yang sangat berbakti" kata San
"ini juga ajaran ayah kok, ayah ajari aku begitu banyak hal, ayah guru pertamaku" kata Gea
dan ketika waktu berjalan..
setahun berkecimpung di dunia cover musik
membawa Gea menjadi selebgram
ia memulai menggarap bangunan untuk toko bukunya, ia tak mau menyewa ataupun kontrak tempat untuk dijadikan toko, ia ingin murni mulai dari tanah, bangunan dan barangnya milik Gea
__ADS_1
"Gea, jadi kan untuk lihat tanah" kata Sherlyn
"jadi, kamu jadi bisa temani aku?"
"jadi kok, tadi aku ada kabar dari teman, gurunya mundur jam"
"oh ayolah"
"yaaah, Gea berangkat" teriak Gea
"iya, eh sama Sherlyn?"
"iya yah, Sherlyn berangkat yah"
"iyaa"
Sherlyn sudah begitu dekat dengan ayah Gea
berteman dengan Sherlyn membuat Gea lebih merasa beruntung karna Sherlyn tidak memiliki orangtua
satu persatu meninggalkannya ke rumah allah..
sejak berteman dengan Gea, Sherlyn memiliki ayah baru yaitu San, ayah Gea
setelah sampai dirumah teman sekolah lama Gea dan Sherlyn yaitu Jovinka biasa dipanggil dengan ingka
adalah gadis yang dikenal anak dari keluarga kaya raya yang memiliki banyak usaha
salah satunya yang digeluti nya adalah jual beli saham apapun
mulai dari sertifikat tanah, bangunan, kelolah usaha, dan masih banyak lainnya
"hai angkaa" sapa Sherlyn
"hai, ayo duduk" ajak ingka
"ya, kamu sudah lama ya?" tanya Gea
"gak kok enggak, kalian apa kabar?" tanya ingka
"baik ka"
"katanya satu sekolah lagi ya di kampus?"
"iya ka, tapi kita beda fakultas"
"ahh ya gakpapa kan bisa bersama"
"iya, kamu mah enak urusin beginian gak perlu kuliah" jawab Sherlyn
"eh Sherlyn, aku juga kuliah, ini aku sempatin karna teman ku sendiri yang mau beli"
"oh ya? dimana?" tanya Gea
"dikorea, ayo kalian kalau mau main aku akan ajak kalian jalan jalan"
"waaah koreaa" kata Sherlyn
"iya beneran"
setelah mengobrol lalu membahas masalah tanah
"kamu butuh yang kecil tapi panjang, atau lebar atau gimana ni?" tanya ingka
"yang lebar aja sih, kalau panjang gak suka aku, gak luas aja kesan nya nanti"
"memang untuk apa?" tanya nya lagi
__ADS_1