
Gea mengajak semua duduk dan bersantai bersama
"duduk ayo, kenapa pada berdiri, sini, Soozii, suga" ajak Gea
"sayang sekali ya, gadis cantik seperti kak Gea mendapatkan adik seburuk kamu Dian, kasihan aku melihat itu miris, kalian jauh berbeda kamu sadar kan?" ucap Soozii
"bicara apa kamu?" bentak Dian
"emm Soozii, maafkan jika adik saya mungkin salah berbicara tapi saya mohon jangan menjudge karna setiap orang memiliki sisi berbeda begitu juga kamu" kata Gea
"yaa kaak, aku tau, tapi kamu tau adikmu selalu bersikap angkuh? sombong? aku hanya menyayangkan kamu menjadi kakaknya" kata Soozii
Dian menarik tangan Gea dan pergi
tinggal suga dan Soozii disana..
"ayo duduk, mereka sudah pergi" kata Soozii
"kamu boleh melawan dan menghina orang lain tolong jangan Dian" kata Suga
"loh, kenapa? kamu ada perasaan?"
"aku hanya tidak mau Gea merasa sedih hanya karna perkataanmu, jadi jaga bicara mu, soal pacaran, jangan sebut kita pacaran, kita hanya dekat bukan pacaran"
"suga, kamu masih suka sama Gea?"
"akan selalu suka, tidak satupun menggantikannya sekalipun kamu" kata suga
suga pun berjalan pergi dan pulang ke dorm..
hari kembali berjalan
ketika di lain kesempatan dimana Dian mendapatkan pembalasan dari salah satu musuhnya didepan bangtan dimana Dian disiram dari belakang dengan air jeruk dari atas kepala nya
seketika Dian kaget dan membelalak kesal
Jimin, V dan Jk adalah tiga member yang tertawa puas melihat itu
"rasakan itu, gadis angkuh" ledek Jk
"kaaaau" bentak Dian ke arah Jk
Dian melihat ke arah yang menyiramkannya
dan disana ada salah satu teman kampusnnya juga ternyata
saat Dian akan mendekati gadis itu suga yang mengeluarkan handuk kecil dari tasnya menahan tangan Dian dan membersihkan rambut Dian yang basah tadi
Dian menatap tajam arah suga, dimana ia melihat betapa tampannya lelaki didepannya saat ini terlihat..
member bangtan lain hanya menggeleng keheranan
"bisa gak kalem aja, jangan bikin masalah, jangan bikin gara gara diluar sama orang" kata suga dengan lembut
bukan apa, Dian tidak lagi melawan suga..
Dian memiliki darah rendah, untuk itu iya menahan kepalanya yang pusing akibat siraman air jeruk dingin itu
sedangkan jimin karna gemas dengan perhatian suga kepada gadis itu, jimin yang sejak awal memang membenci dan kesal kepada Dian langsung menarik tangan Dian menjauhi Suga
__ADS_1
"jangan dekat dengan temanku, suga hyung idol terkenal, untuk pelukan gratis, kupikir dia akan lebih mendapatkan gadis jauh darimu" bentak Jimin
saat baru melepaskan Dian dari tangan suga, Jimin menatap kedua mata Dian dengan samgat dekat itu membuatnya seperti tidak bisa menahan rasa tergodanya
"astaga, dia benar benar cantik, tapi kenapa kelakuannya buruk" kata Jimin dalam hati masih menatap kedua mata Dian
Dian hanya menatap sejenak mata jimin lalu Dian terjatuh karna pingsan
"Jimin" teriak member lain bingung
"kamu apakan dia jimin?" tanya suga
"hyung.. aku juga tidak tau" kata jimin bingung
Jimin membawa Dian pergi dan menuju ke mobil bangtan..
mereka bingung membawa kemana Dian, akhirnya mereka membawa ke rumah sakit
sesampainya dirumah sakit dan diperiksa dokter
"pasien hanya pingsan, dia pusing mungkin kepalanya terkena siraman air dingin" kata dokter
akhirnya bangtan pun menunggu Dian disana
semua member meminta untuk suga memberi tahu Gea, tapi suga menolak karna tidak enak dengan Narya
tak lama dari pemeriksaan, Dian bangun dan kebetulan hanya ada jimin dan suga..
yang lain sudah pulang ke dorm dan akan datang lagi malam sekaligus mengabari Gea
"hyung, Dian bangun" kata jimin
dibantu jimin untuk duduk..
jimin menatap wajah Dian begitu dekat. .
ia terkesan dengan cantik nya Dian
tak lama dokter datang dan memeriksa..
tak butuh waktu lama ternyata kondisi Dian sudah dinyatakan baik dan boleh pulang
jimin mengantarkan Dian sedangkan suga pulang dan mengabari member lain
didalam mobil, Jimin melihat kondisi Dian yang lemas juga tak tega
"kamu baik baik saja?" tanya Jimin
"emm.. makasih, maafkan aku" kata Dian
"tidak perlu berterimakasih padaku, katakan itu pada suga hyung karna dia yang sering kamu sia siakan kebaikannya" kata jimin
"pasti, aku akan meminta maaf padanya"
sesampainya dirumah..
"Dian" sapa Gea
"Gea.. tadi adik kamu pingsan aku bawa rumah sakit. dia hanya butuh istirahat dokter bilang" sambar jimin
__ADS_1
"emm terimakasih Jimin" kata Gea
"emm"
membantu Dian dan masuk ruang tamu
"aku langsung pamit deh" kata jimin
"jimin, makasih" kata Dian menyentuh tangan jimin
"yaa, jangan bikin gara gara lagi biar gak terjadi dua kali"
"ehehm" kata Gea mengagetkan keduanya, yang langsung melepaskan genggaman mereka
"emm aku pamit" kata jimin
"loh jimin, belum aku buatin minum" kata Gea
"tidak apa, aku juga ditunggu yang lain"
"makasih ya jimin, maaf merepotkanmu" kata Gea
"iya Ge"
esoknya, Dian memberikan pelajaran pada semua orang yang sering mencoba mengganggunya..
satu persatu ia turun tangan sendiri mengurusinya..
ketika ia juga mulai mencoba memberikan pelajaran pada musuh besarnya yaitu Soozii
Dian dengan kekuasaannya membuat kakak tertua Soozii susah diterima dimana pun melamar kerja karna Dian sudah menyebarkan kepada semua perusahaan untuk menolak kakak perempuan pertama di keluarga Soozii
ketika mendapatkan kesempatan bertemu Soozii, ia menarik dan menahan tangan Soozii
"Dian, sakit, lepas gak" bentak Soozii
"dengarkan aku Soozii.. aku tau kamu dalang dari semua orang disekolah untuk mencelakaiku, tapi kamu tau aku bukan tidak bisa membalas, aku ingin tau sejauh mana kamu dan anak anak suruhau itu, sampai kamu menggangguku, aku pastikan hidupmu tidak lebih indah dari sebelumnya" ancam Dian
"kamu mengancamku? berani nya" bentak Soozii
"tidak, aku tidak mengancam, aku memberi tahu karna kakak tertua mu susah mencari kerja dan selalu ditolak tanpa pertimbangan, itu baru pemula, akan ada hal lain kau terima akibat berurusan denganku" jawab Dian
Dian pun pergi dan Soozii kaget ternyata keluhan kakaknya karna ulah Dian itu juga karna ulah dirinya sendiri
suatu pagi..
Dian yang sudah siap, rapi, dandan dan tengah sarapan sebelum pergi ke kampus, mendapat kabar dari grup kelas nya jam diundur sore..
"yaa.. diundur, kenapa gak dari tadi, udah rapi juga" gerutu Dian
"kenapa?" tanya Naya, ibunya
"ini, mau ke kampus taunya undur sore jamnya"
"ya kan enak tidur lagi"
"kan udah rapi ma, masak tidur"
"ya jalan sana kemana" kata Arya, ayahnya
"iya, bikin janji ama temen, jalan gitu"
__ADS_1
"mana dia ada teman ma" sambar Arya lagi