
sesampainya..
"mana kak?" tanya Dian
"bilang beli jajan dia"
"ahh, siapa emang?"
"namanya sherlyn, teman sekolah sudah lama dan kepisah sejak lulus tpai sering kontek"
"kenal sama kak Narya?"
"kenal, tapi dia memang tidak datang pernikahan, kan gak rame rame nikahan kakak"
tak lama Sherlyn datang
"Geaaaa"
"hai"
"asslamualaikum"
"waalaikumsalam"
"sama siapa?" bisik Sherlyn
"oh ya ini kenalin, dia adik ipar ku"
"adiknya Narya?"
"iya"
"hai kak" sapa Dian
"hai, saya tau kamu deh, bukannya kamu yang sering sama yoora kan? pengurus bangtan kan?"
"haha iya, waah wah sudah dikenal aja aku" jawab Dian
"Dian, Sherlyn ini army banget jadi gak heran" jawab Gea
"waah army yaa.."
"sher, tau dia siapa?" tanya Gea
"tau, adik iparmu, juga bekerja di bangtan"
"bukan itu, dia pacaran sama..."
"jimin? tau aku, banyak tuh fans yang sering melihat jimin ke geb ketemuan dan jalan bareng cewek kan dia maksudnya"
"haha iya" jawab Dian
Gea memperkenalkan Dian kepada Sherlyn dan ketiga nya mengobrol bersama..
tak lama Dian berpamitan
tinggallah Gea dan Sherlyn melanjutkan obrolan mereka
sedangkan Narya..
yang belum tidur masih chatting dengan istrinya itu..
"Narya, kamu gak tidur?" tanya Arya, papanya
"paa.. belum pa"
"kamu duduk di depan televisi tapi gak dinyalain tv nya"
"iya kan nanti gak ditonton hemat listrik pa, lagi chating sama Gea"
"emm bicara soal Gea.. kamu sama Gea gak mau dapet bayi kah?"
mendengar pertanyaan ayahnya..
Narya mengambil kopi panasnya di meja depannya dan menyeduhnya
"emm apa kalian belum siap?" tanya Arya
"bukan gak siap pa, aku tau Gea pasti juga mau tapi dia tidak mengatakannya dan memaksanya, karna aku yang tidak mau" kata Narya
"loh, kenapa? mumpung masih mudah loh kamunya"
__ADS_1
"iya, tapi enggak deh pa, banyak pikiran yang mengganjal, aku belum siap jadi papa, itu aja intinya"
beberapa hari kemudian ditengah sibuknya, Arya, ayah Narya
karna sudah tidak ada pekerjaan lagi, dan akan pulang tapi menyempatkan ke lokasi toko buku Gea
"assalamualaikum Gea" sapa Arya
"waalaikumsalam pa, papa istirahat siang ya?"
"emm? bukan, papa lagi kosong kerjaan" kata Arya
"oh, emm tapi belum makan kan? Gea buatin makan dulu ya"
"yasudah, disini biar papa yang jaga"
"siap pa"
tak lama memasak, Gea datang dengan dua piring makanan dan makan berdua dengan papa mertuanya itu..
setelah makan..
Gea menaruh piring sekalian mencuci nya lalu kembali ke ruangannya
"Gea" sapa Arya
"ya pa"
tapi Arya justru diam, iya tidak tega akan mengucapkan permintaan maaf karna Narya masih belum siap jadi ayah
padahal niatnya datang untuk meminta maaf karna keputusan Narya yang tidak mau menjadi bapak
"tadi papa panggil, kenapa pa?" tanya Gea
"emm tidak, cuman bilang makasih makan siangnya"
"oh iya pa, papa mau kemana dari sini?"
"pulang aja kali ya tapi dirumah gak ada orang"
"oh iya tadi mama kirim chat ke Gea pa, bilang ada pertemuan sama teman kuliahnya katanya"
"nah itu"
"oh gak repotin kamu kan kalau papa kesini?"
"iya gak lah, tapi papa Gea tinggal ya, Gea mau kerjain pekerjaan Gea lainnya soalnya"
"oh pasti, gakpapa, silahkan"
dalam hati Arya..
kasihan dengan Gea, ia pasti ingin memiliki anak, tapi karna ia menurut pada suami, ia tidak melawan permintaan Narya....
melihat wajah Narya berubah drastis menjadi begitu pucat
"sayang.. kamu kenapa?" tanya Gea
"sayang.. badanku sakit"
"badanmu panas sekali"
"aku kedinginan mungkin aku demam"
"bukan demam ini, kita kerumah sakit"
tapi di perjalanan, Narya memejamkan matanya sambil merangkul lengan kiri Gea
"sayang.." sapa Gea memastikan baik baik saja
"iya sayang" jawab Narya dengan lemas
"bertahanlah, ini sudah akan sampai, pak lebih cepat ya" kata Gea pada supir taksi online
"iya bu.."
sebulan berlalu, setelah pesta dan jalan bersenang senang dengan istri, dari hari dimana banyak orang pikir Narya sehat total..
tapi salah, justru Narya kembali jatuh sakit, padahal kegiatan sudah dikuranginya, istirahat juga lebih, makan teratur, pola sehat tapi masih juga harus jatuh sakit..
"dokter bisa bantu saya" tanya Gea sambil merangkul Narya
__ADS_1
"silahkan, saya bantu"
"terimakasih"
tepat sebulan sebelum unniversary pernikahan ketiga tahunnya..
Narya kembali harus dirawat..
tapi sayang bukan dirawat biasa dokter mengatakan perlu pengawasan lebih itu alasan untuk Narya harus di rawat diruang ICU
"pasien dirawat di ICU dulu ya karna butuh perawatan lebih" kata dokter
"baik dokter"
"bisa bantu hubungi keluarga nya? ayah, ibu atau saudara kandungnya lainnya?"
"bisa dokter bisa"
"karna kami butuh untuk prtdetujuan keluarga kandung, kalau cuma istri kami tidak bisa bertindak "
"memang ada apa dokter?"
"nanti saya jelaskan bersama keluarga pasien datang, bisa tolong minta bantu suster antarkan kalian keruangan saya tanpa nomor antrian"
"baik dok"
karna menghubungi sudah subuh, hampir pagi..
Arya dan Naya datang paginya..
tapi Dian datang lebih awal karna pas dihubungi oleh Gea, Dian sedang menggerjakan pekerjaannya di dorm
Dian meninggalkan dorm dan jimin tanpa berkata kata, kebetulan jimin di toilet
ia hanya meninggalkan note jika harus pulang cepat tanpa memberikan alasan lain
"kak, gimana?" tanya Dian
"dokter minta ketemu sama papa mama"
paginya, dan tak lama mereka datang
langsung menuju ruangan dokter
disana dokter mengatakan jika akan dilakukan rekam otak..
"saya butuh persetujuan dari banyak pihak melakukannya pak, bu" kata dokter
"apa dampak nya dokter?" tanya Arya
"dampak tidak ada kok bu hanya kita butuh pemeriksaan lanjut terkait yang sering dialami pasien, karna menurut sumber maksud saya istrinya, pasien sering mengeluh pusing" kata dokter
"iya dok saya juga sering mendengar keluhan kakak saya pusing" kata Dian
"nah itu saya ingin tau, pasti ada sesuatu di bagian kepala lebih tepatnya otak"
"dokter, saya sangat percayakan ini kepada anda" kata Naya
"siap bu"
setelah mengurus untuk rekam otak,
1x24 jam baru bisa dimulai
dan selesai perekaman, pasien keluar dari ruangan pemeriksaan khusus rekam otak dan kembali masuk ruangan ICU
hasilnya akan keluar paling lambat 3 bulan
dan seminggu berlalu dirumah sakit, Narya baru sadarkan diri..
Dian memanggil dokter dan memeriksa
dokter mengatakan jika Narya mulai membaik
dan bisa dipindahkan ke ruang rawat inap biasa
Gea merawat suaminya kembali
dan menemani sepanjang waktu
__ADS_1
"sayang.. apa kamu tidak bahagia?" tanya Narya
"sayang.. kamu bicara apa?" tanya Gea bingung