
suga meminta waktu untuk biarkan ia sendiri dalam beberapa menit kedepan tapi yang dilakukan suga hanyalah meronta ronta karna kesal pada dirinya sendiri yang mengecewakan Gea tapi ia tidak tau harus apa..
tiga hari kemudian
Narya mengatakan kepada istrinya untuk tetap menjadi anak bagi Naya dan Arya, dan tetap menjadi kakak untuk Gea
"sayang bantu aku jaga mama papa sama Dian ya" kata Narya
"iya sayang, itu pasti"
juga meminta untuk Gea nanti menguburnya di samping ayah San, ayah Gea, yang juga bersebelahan dengan ibu Gea yang lebih dulu meninggal
"nanti kalau aku pergi, meninggalkan dunia, aku mohon kamu baca tulisan disalah satu lembar dibuku ini" kata Narya
"pergi?" tanya Gea
"iya"
"kamu mau kemana?"
"rasanya aku ingin pergi selamanya, aku akan menemui ayah San, aku dan ayah San belum sama sekali bertemu kan" kata Narya
"kamu jangan macam macam bicara, tidur sayang" ajak Gea mulai kuatir
malamnya, saat Narya tidur..
diam diam Gea mencari salah satu lembar dibuku itu yang sudah ditulis oleh suaminya
ia penasaran tentang isinya..
padahal Narya meminta untuk tidak membuka nya dalam waktu cepat tapi Gea penasaran
dan isi dalam tulisan, memang benar ucapan Narya tentangnya yang ingin di makamkan disamping makan ayah San.
gak ngerti lagi jalan pikiran suaminya belakangan, Gea hanya menangis dan menangis
beberapa hari, ketika dirumah bersama Narya juga kedatangan ayah ibu Narya
"sayang.. mau bilang makasih, sudah tulus nencintaiku, menerimaku, aku harus pergi, aku sudah tidak ada waktu, bantu aku jaga mama Naya, papa Arya dan Dian ya, jangan tinggalkan mereka" kata Narya
"sayang, kamu bicara apa sih?" tanya Gea
"maa, paa, maafin Narya kalau nyusahin dan pernah melawan, jangan pernah lupakan sholat dan doa setiap selesai sholat" kata Narya
"jangan ngelantur bicara, kamu kenapa?" tanya Arya
"paa, bilang juga sama Dian, tetap ya anggap Gea kakak dia walau Narya sudah pergi"
"Narya, stop" ucap ibu nya
"maa, tolong jangan halangi aku bicara" kata Narya
Gea terus menangis tanpa tau apa yang bisa dilakukannya
"sayang.. suga baik untukmu, dia mencintai mu begitu besar, kembali ya padanya" kata Narya
__ADS_1
"Naryaaa" ucap Gea pertama kalinya mengucapkan nama narya tanpa panggilan sayang
dan karna sudah tidak bisa menahan dimana Narya mengatakan ucapan syahadat sebelum ajalnya dicabut
tak lama Dian datang dan sudah melihat kakaknya menemui ajalnya
"kaaaaak, jangan pergi kak" teriak Dian
Dian kebetulan datang bersama jimin, pacarnya
tentu jimin sedikit tau peristiwa kepergian Narya
"Dian, sudah nak, jangan begini" kata Naya
"iya kakakmu pergi dengan ketenangan" kata Arya
"kaaak, bangun kak, Dian belum melakukan hal berbakti sedikitpun padamu, kaak, aku bekerja mengumpulkan uangku ingin membelikan apapun kamu mau sebagai tanda bakti ku" kata Dian
Dian terus menggerutu dan mengatakan keinginannya membahagiakan Narya dengan uang keringat kerja kerasnya tapi terlambat
karna Narya sudah pergi lebih dulu..
kabut hitam sedang menyelimuti keluarga Narya terutama istri Narya..
ini adalah kali kedua ia ditinggalkan oleh lelaki yang tak sama sekali mengecewakannya..
"sayang, sudah, jangan bersedih, mama juga sedih ditinggal" kata Naya memeluk Gea
"ehh jangan menangis nanti jalan Narya di alam sana tidak lancar" jawab ibunya lagi
keluarga pun mengurus kematian Narya, dan atas permintaan Narya kepada Gea, keluarga Narya memberi izin keputusan dimakamkan Narya setelah melihat permintaan Narya terakhir yang ditulis tangan sendiri oleh Narya
"kami akan membantumu sayang" kata Naya, ibu Narya
"iya kak, aku juga bantu"
akhirnya keluarga Narya dan Gea membawa jenazah Narya terbang ke indonesia untuk dimakam kan di indonesia
sesuai amanah dan permintaan Narya terakhir untuk dimakamkan di samping ayah San dan juga ibu Gea
seperginya Gea, Dian dan ayah ibu Dian ke indonesia, jimin memberitahu kepada member bangtan lain atas peristiwa yang baru saja terjadi
dan betapa kagetnya semua member kecuali suga.. yaa suga begitu susah ditebak suasana hatinya bagaimana karna ia hanya akan diam
"sudah selesai semua Gea" kata beberapa warga
"pak nanti saya akan bayar berapa"
"tidak tidak, tidak perlu, kami tulus membantumu"
banyak orang baik tidak mau menerima uang karna membantu Gea dengan tulus
__ADS_1
sedangkan Gea yang sudah menguburkan mayat suaminya dekat dengan ayahnya dibantu beberapa tetangga Gea juga beberapa keluarga Gea dari tante Gea yang masih hidup
"sudah tenang di alam sana kak" ucap Dian
"iya, kamu harus merelakan, jalan kakakmu memang segini" kata Naya
Gea duduk dan melihat ke arah batu nisan bernama kan Narya
"sayang, sudah iklas?" tanya Naya
"baru kemaren ma kita merayakan berdoa bersama untuk tiga tahun pernikahan" kata Gea
"yaa mama juga merasa kehilangan"
Gea meminta waktu untuk diam disana beberapa menit tapi setelah 2jam Gea berdiam disana..
ayah ibu kembali kerumah lama Gea
tapi Dian tidak kembali, ia begitu kuatir dan menunggu Gea dari kejauhan
Gea terus mengulang dan mengulang kebersamaan nya dengan Narya..
begitu cepat waktu terasa berlalu..
ia berpikir di atas makam ketiga orang paling ia cintai
"kak, ayo balik" ajak Dian
Gea melihat Dian, dan Gea langsung memeluk Dian, ia menangis di pelukan Dian
"kak, aku lebih sakit dari mu, tapi aku pikir apa tangisan mengembalikan? tidak kak, ayo balik" ajak Dian
"Dian... aku berpikir mengapa allah mempertemukan dan menyatukan kami kalau allah mengambilnya lagi?" tanya Gea
"kaaak, eh kok gitu bicara"
"Dian, aku tidak boleh mencintai orang begitu dalam karna setiap orang kucintai sangat besar membuatku kehilangannya" kata Gea
"sudah ayo, balik kak"
Dian terus menarik dan mengajak Gea pergi..
dibantu Nana dan teman Gea lainnya yang berada di satu desa itu
sepulangnya dirumah..
"Gea.. apa keputusan mu berikutnya?" tanya Naya
Gea bingung, ia melirik arah semua orang disana terutama Nana dan suaminya yang sudah lama berteman dengannya
"Gea.. kalau kamu kembali ke korea kembalilah, pekerjaanmu disana kan, dan disini aku akan mengurus pengajian, jika disana kamu juga mengurus aku tidak masalah" kata Nana
"maa, aku akan kembali ke korea tinggal disana karna aku sudah berjanji pada Narya akan tetap menjadi anak kalian, tapi beberapa hari ini biarkan aku mengirim doa disini" kata Gea
"bener? terus kami tinggal?" tanya Arya
__ADS_1
"iya pa, tinggal pulang dulu gakpapa, papa harus kerja kan, Dian apalagi kerjaan gak bisa ditinggal kalau Dian, mama juga istirahat, Gea gakpapa" kata Gea