Aku, Tuhanku, Tuhanmu, Dan Kamu..

Aku, Tuhanku, Tuhanmu, Dan Kamu..
26


__ADS_3

"males, aku gak butuh teman ma, teman 100 persen penghianat"


"ya udah kemana terserah deh"


masuk lagi kekamarnya


bermain ponsel


dan melihat updating kakaknya dengan istrinya yang sedang menyanyikan lagu berjudul tahan rindu bila jauh


teringat tentang suga seketika..


ia berjanji pada jimin akan menemui suga meminta maaf


"tapi menemui suga pasti juga ada bangtan, terus gak bawa apa apa, gak enak juga ya? aku temui kak Gea aja kali ya" gerutu Dian


siang itu


Dian pergi kerumah kakaknya bertemu Gea


"assalamualaikum" sapa Dian


"waalaikum salam, Dian, sama siapa?" sapa Gea


"sendiri kak, mana kak Narya?"


"keluar kota pagi tadi berangkat"


"pulangnya?"


"bilang gak bermalam, mungkin malem atau sore nanti, ada urusan sama kak Narya ya?"


"emm sebenernya ada urusan nya sama kamu kak"


"aku?"


"iya"


"oh ya? ada apa ini?" tanya Gea


"gak begitu penting sih"


"ya katakan gakpapa"


"aku cuma mau temui bangtan, kemaren di jimin aku janji akan menemui suga dan meminta maaf, aku pikir aku kasar sama mereka tapi gak bawa apa apa gak enak" kata Dian


"waah, itu penting lah, jadi menemui mereka? ya buatin makanan aja, makanan basah, mereka suka, ini aku ada resep bubur alpukat saus mocca, ini mereka suka banget sih coba kamu yang buat"


"kalau gak enak?"


"ah pekerjaan tanpa perlu keahlian kok"


dan membantu adiknya membuat oleh oleh untuk bangtan..


dan setelah jadi.. Gea memberikan alamat dorm bangtan



"ini nomor suga, kamu telfon dulu" kata Gea


"buat apa?"


"ya pastiin dulu, kalau dateng tau tau gak ada orangnya?"


"ah yakin aku mereka ada di dorm" kata Dian


"oh okeh"


sesampainya di dorm


memencet bel dan kebetulan Jk yang membukakan pintu


"mau apa?" tanya Jk


"mau ketemu kalian"


"apa rencana busukmu?" tanya Jk


"kenapa harus berpikiran buruk tentangku?" tanya Dian


"karna kamu buruk memang"

__ADS_1


yaaa Jk memang orang yang suka bicara apa adanya.. Dian menahan emosinya mendengar itu.. dan memaksa masuk..


saat menyapa jimib di ruang televisi


"hyung, masak dia maksa masuk" gerutu Jk


"Dian" sapa jimin


"suga ada?" tanya Dian


seketika wajah cerah Jimin yang senang akan kedatangan Dian berubah ketika Dian menanyakan suga


"a.. ada" jawab jimin


"kamu mau apa?" bentak Jk


"bentar aku telfon, dia di ruang pribadinya" kata jimin


tak lama suga datang


"Dian?" sapa Suga


"hai suga" sapanya


"ada apa?"


"aku bawa bubur alpukat saus mocca, sengaja buatan sendiri kata kak Gea kalian suka" kata Dian


"iya buatan Gea nya kami suka, buatan kamu jangan jangan sudah tercampur racun" kata Jk


"kamu" bentak Dian tapi langsung menahannya


Jk memanggil semua member


tak lama member lain berdatangan



"emm suga, kemaren aku sudah meminta maaf pada jimin, dan aku berjanji padanya meminta maaf pada kamu? kupikir aku selama ini jahat, soal kemaren aku masuk rumah sakit, terimakasih" kata Dian


"macannya sudah berubah kah menjadi hello kitti" ledek V disambut tawa hinaan Jk


"hargai dulu" kata jimin


"kalian kubawakan ini, jika mau dibuang, buang saja, aku tulus meminta maaf" kata Dian


tak lama Gea datang, menyapa bangtan dan membantu Dian menjelaskan pada semua member


"Dia tulus, dia mau belajar dan banyak bertanya kesukaan kalian, demi bisa menyenangkan kalian" kata Gea


"kak Gea" sapa Dian kaget


"Ge" sapa suga


"maaf aku tadi masuk tiba tiba, aku bantu adikku saja, dia mau berniat baik meminta maaf pada kalian kupikir harus kan memghargai semua orang" kata Gea


"pasti Ge, aku sudah memaafkannya, semua member pasti juga sama" sambar jimin


suga hanya diam menatap wajah Gea.. ia begitu menahan rindu


kapan lagi ia bisa bersama sama lagi hanya itu pikiran suga


hari berjalan, Dian mulai terbuka akan orang lain.. ia mulai terbuka bisa berteman dengan orang asing..


ia sudah berteman baik dengan bangtan terutama suga..


meskipun bagi bangtan, Dian tidak bisa seperti Gea tapi mereka paham akan perbedaan tiap orang pasti ada kurang lebih


"hai" sapa Dian


"Dian?" sapa Jimin sumringah


"hai jimin, eh kalian mau pergi?" tanya Dian


"iya, ada apa ya?" tanya Rm


"emm kak, aku boleh ikut? aku mau nemenin kalian deh" kata Dian


sering pergi bersama bangtan..


Dian terbiasa bersama sama bangtan..

__ADS_1


bangtan juga sudah terbiasa dengan Dian


tentunya mereka juga terbiasa akan sikap angkuh Dian..


bangtan adalah orang yang baik dengan orang lain, bahkan mereka tak segan untuk membela bahkan melindungi temannya itu


skipppp...


salah satu contoh.. ketika Dian duduk bersama Jin, suga dan V


ketika sejin dan Rm mengajak Dian untuk pergi bersama mereka


"Dian.. kita mau pergi semua. kamu mau ikut kita?" ajak Rm


"emm boleh?" tanya Dian


"tentu.."


mereka pun pergi ke fast mall..


tapi disana ia bertemu adik dari Soozii..


yang juga sudah ia kenal..


"Dian.. wah wah bertemu disini kita?" sapa adik Soozii


"kamu? apa kamu mengikutiku?" tanya Dian


"ahh salah, berhalu.. saya tak sengaja melihat mu, aku pikir aku akan memberimu pelajaran"


"jangan harap bisa.." bentak Dian


Dian yang menyentuh leher adik perempuan Soozii itu dan hampir mencekiknya tapi justru di lepas oleh suga dan menarik Dian



"jangan bikin ulah" kata suga


tapi adik Soozii itu mencoba mencelakai Dian dari belakang


sayangnya Dian tau dan langsung melepaskan tangan suga dari rangkulannya dan menendang tangan adik Soozii itu


"kamu berani mencelakaiku, apa belum puas dengan yang terjadi pada kakak tertua mu?" tanya Dian


"yaa karna itu aku membencimu" bantaknya


"dia siapa?" tanya suga


"kamu tau? dia adik terkecil Soozii?"


"Soozii?" tanya suga


"iya, apa kamu juga mau bernasib buruk? aku akan melakukannya sekarang" bisik Dian


"apa maksudmu?" tanya nya


suga menghubungi Soozii dan langsung menspeakernya


"apa gadis ini adikmu?" tanya suga menelfon melalui vicall



setelah suga mengatakan rasa kecewanya kepada Soozii akan sikap adiknya, bangtan dan Dian pun pergi meninggalkan gadis itu


sesampainya dirumah, Soozii marah besar


"kamuuu" bentak Soozii


"kak"


"ngapain bisa didepan suga?" bentak Soozii


"kupikir dengan itu bangtan dan suga akan tau tentang sifat buruk nya kak"


"kamu salah prediksi kan akhirnya?" bentak nya


"kamu mengapa memberatkan Dian dari aku?"


"bukan Dian kuberatkan tapi suga kamu paham?" bentaknya


sial benar semalaman ditengah mengantuknya Soozii terus memarahi adiknya

__ADS_1


tidak ada yang berani melawan karna Soozii terbilang anak yang berpengaruh pada keluarga mereka dalam urusan keuangan mereka


__ADS_2