
Dian terus berjalan ke arah ruangannya diikuti oleh Jimin
"kamu gak ada hubungan apa apa kan sama sejin hyung?" tanya jimin
"tidak lah kamu berpikiran apa tentang kami?"
"tapi kenapa kata yungpe sering datang dia?"
"ya kenapa? aku melarang? gini deh, Gea sejak lama dekat sama suga, tapi beberapa hari belakangan sejak membuat single duet dengan Jhope, jhope sering datang, apa mau disebut itu juga selingkuh?" tanya Dian
"jhope hyung sering datang?" tanya Jimin
"iya, tak hanya datang ia sering datang sendirian membawakan makanan dan jajan camilan juga"
"oh ya?"
"sudah jadi gak perlu salah paham"
Dian membereskan meja kerjanya, Jimin merangkul leher Dian dan mengatakan betapa jimin mencintai Dian
Dian hanya diam karna ia juga merasakan yang dikatakan jimin ketika jimin berbisik cinta ditelinganya
"Di.... an..." sapa Soozii perlahan
jimin langsung melepaskan pelukannya dan menggerutu kesal karna Soozii mengganggunya
mereka dikagetkan dengan Soozii yang menyapa Dian untuk memastikan mereka makan malam bertiga diluar
"sori Dian" kata Soozii
"gak apa, ada apa?" tanya Dian
"aku cuma mau tanya jadi kan nanti malem, kalau iya aku akan datang kerumah kamu, dan aku siapkan baju hijapku" kata Soozii
melihat wajah kesal jimin, Soozii langsung berpamitan dan keluar dari ruangan..
"makanya, jangan datang di jam kerja, aku sibuk jimin jam segini" kata Dian
"aku gak sangka kamu sampai panggil nama ku, aku sudah bertahun tahun tidak mendengar kamu panggil nama selain chagi"
"gak usah berlebihan, udah sana, pulang, balik kerja"
jimin pun pulang, Dian melanjutkan pekerjaan, dan saat jimin keluar
"jimin" sapa Gea
"hai"
"kenapa lusuh? dari ketemu Dian?"
"iya"
"sudah ketemu?"
"sudah, aku duluan ya Gea"
"iyaa iya"
Gea pun masuk menyapa Dian
"ada jimin, tau?" tanya Gea
"tau"
"ada apa?"
"tidak ada, tadi dia datang dan menuduhku ada hubungan dengan sejin"
"ahh terus?"
__ADS_1
"ya aku jelasin"
malamnya, Soozii datang ke rumah Gea dan Dian, mereka bersiap siap jalan...
spesialy dinner, Dian memutuskan keluar dengan hijap nya
mereka pun jalan bertiga dan tiga tiganya berhijap, sepanjang jalan, banyak mata tertuju pada Soozii dan Dian, pada Gea tidak terlalu karna Gea memakai masker penutup wajah
di sana mereka mengobrol sambil makan malam mulai dari pekerjaan Gea waktu di indonesia, pekerjaan Soozii sekarang, masa kecil Dian
"Dian, Gea.." sapa Soozii
"ya, Soozii?" sapa Gea
"makasih sudah mau jadi orang yang ada buat aku" kata Soozii
"astaga kamu ucapkan berapa kali itu?" tanya Dian
"yaa aiu bangga saja bisa jadi teman kalian"
"semua orang pernah ada di fase buruk kok, aku juga sama" kata Gea
"benar sih" jawab soozii
"aku nih, kamu tau aku gimana dulunya.. aku dulu begitu kasar, begitu cuek, sampai aku memiliki teman sedikit di agenci karna angkuhnya aku" kata Dian
ketiga nya bercerita, lalu ketiga nya berlari ke soal asmara..
"aku masih bingung sama hubungan kamu (Gea) sama Suga" kata Soozii
"gini, aku sama suga sepakat buat gak pacaran tapi saling menjaga perasaan" kata Gea
"tapi kamu tau kan besarnya perasaan suga padamu?" tanya Dian
"besarnya gimana?" tanya Soozii
"ahh iya aku juga tau suga itu tutup aurat" kata Soozii
"ya kan bagus, memangnya kamu tidak bisa memengaruhi jimin?" tanya Gea pada Dian
"memengaruhi apa? kita aja udah selesai"
"oh iya ya"
beberapa hari berlalu..
sekembali nya Gea dan Dian juga Soozii ke pekerjaan mereka masing masing
Gea sedang duduk bersama beberapa karyawannya
tak lama kedatangan sejin bersama Jhope
"Ge" sapa jhope
"hope? hai" sapa Gea
"Gea, aku permisi" ucap karyawan itu
"Dian ada?" tanya sejin
"ada, ada, diruangannya" kata Gea
dan sejin menuju ruangan Dian, Gea tidak sadar dan masih berpikir positif tentang kebaikan sejin beberapa hari terakhir
"oh ya, Ge, aku ada kabar baik, tadi ada yang kabar sejin hyung untuk kita datang diundangan" kata jhope
"oh ya? siapa?"
"pengusaha kain, dia akan kasih hiburan untuk karyawannya tapi maunya hanya kita dan bawain lagu ku" kata jhope
__ADS_1
"waah boleh boleh, kamu kirim jadwal ketemunya dan tanda tangan kontraknya"
"iya"
dan setelah tau beberapa jadwal membuat Gea sering bersama jhope kembali..
kemana mana bersama Jhope..
ketika akan pergi ke mall membeli baju untuk datang ke rapat pertemuan membahas kontrak mereka juga jalan berdua saja..
saat Gea baru sampai bersama Jhope di dorm..
Gea dan Jhope bertemu dengan V yang sibuk menelfon seseorang..
"kamu tidak sedang bertelfon dengan gadis lain kan?" tanya Jhope curiga
karna V langsung menutup telfonnya..
"tidak" jawab V
karna Gea tau yang terjadi dengan telfon itu
"semoga makan malammu lancar, kamu laki laki, pilih putuskan atau tinggalkan gadis yang masih bersamamu" kata Gea sedikit berbisik
beberapa hari berlalu, berita mencuat dimana V tertangkap kamera seseorang sedang berduaan dengan seorang gadis..
V ditanyai oleh managernya, bahkan gadis itu juga ditemui untuk menanyakan apa hubungan mereka
gadis itu adalah army biasa..
tapi memang beberapa hari sering mengirim pesan dan telfon dengan V
sampai di telinga Jenni berita itu terdengar
"Jen" sapa V
"emm"
"apa kamu sudah mendengarnya?"
"kamu berpacaran dengan army?"
"kami tidak berpacaran"
"berpacaran juga tidak apa, kita bukan siapa siapa lagi"
dalam hati Jenni begitu kesal dan kecewa, tapi ia sebisa mungkin menutupi, ia berpikir jika memang ini resiko ketika ia melepaskan V sebagai pacarnya karna pasti akan banyak yang mangantri menempati posisinya ..
belum juga selesai masalah V dengan berita berkencannya..
dimana saat Gea dan Dian mengatur makan berempat, bersama suga dan sejin
saat dirumah makan
makan berempat, karna mereka makan di restoran indonesia yang ada di korea, Gea nenyuapi suga dengan tangan bukan sendok
dan suga menurut karna terbiasa
"aku baru tau kamu makan dan suapi suga dengan tangan" kata Sejin
"iya enak kok pakai tangan" jawab Gea
"kan jorok"
"gak lah, ini kan tangan kita, kita bisa bersiin dan tau kebersihan tangan, kalau sendok kan kita langsung ambil gak tau itu bekas apa apa" sambar Gea
"iya, tapi kan ada tisu, kita bersihkan pakai tisu saja"
diam beberapa detik, melihat keromantisan Gea dan Suga yang bercerita sesekali saling tatap
__ADS_1
"lihat kalian romantis sih, yakin gak ada hubungan?" tanya sejin