Aku, Tuhanku, Tuhanmu, Dan Kamu..

Aku, Tuhanku, Tuhanmu, Dan Kamu..
43


__ADS_3

Gea meletakkan tongkat jalannya, lalu berdiri dan menatap wajah suga dan menggenggam tangan suga


"terimakasih atas cinta mu" kata Gea


"Gea? kamu bisa menatapku?" tanya suga


"bisa, aku.. " ucap Gea terpotong


"maaf, tadi anak saja bilang menumpahkan air esnya ya, saya minta maaf" kata ibu itu


"tidak masalah bu, tadi juga seperti nya ia tersandung"


"iya saya heran kenapa batu didalam mall?" tanya ibu itu


"itu batu buatan bu, samping kami toko bunga alam" kata Gea


suga terus memerhatikan Gea..



setelah ibu itu pergi, suga tak tahan dan menarik kedua lengan Gea


"kamu bohongi banyak orang dengan cara buta?" tanya suga


"karna aku tidak tau dengan cara apa aku bisa membedakan mana yang tulus dan tidak denganku" kata Gea


"aku?" tanya suga


"kamu gak masuk" jawab Gea


"kenapa?" tanya suga dengan tatapan lemas


"bercanda" ucap Gea menggodai suga


"apa aku yang pertama tau ini? atau hanya aku yang kamu bohongi jangan jangan ya"


"semua taunya aku buta tapi bukan kamu pertama, yang pertama itu Soozii, waktu aku minta waktu berdua aku bilang, dan aku serinh kok datang ke tempatnya, dia benar benar berubah" kata Gea


"jangan gampang percaya"


"kalau ini harus lah percaya" jawab Gea


Suga memeluk Gea dan mengatakan betapa cintanya ia pada Gea..


tanpa perlu suga katakan..


"tapi kamu ingat semua? gak hilang ingatan juga?" tanya suga


"enggak lah, aku ingat kita dekat dan aku pergi menikah dengan lelaki lain dan kita kembali lagi sekarang" jelas Gea


"ahh Geaaaa.. sekarang kamu harus mengaku pada bangtan, kamu tau gak sih mereka juga peduli dan kuatir?" tanya Suga


"tau tapi besok, malam ini aku akan mengatakannya pada papa Arya, mama Naya sama Dian"


"baiklah"


"tapi kamu jangan bilang dulu sama bangtan"


"iya"



sorenya setelah suga antarkan Gea pulang, ia kembali ke dorm dan menyapa member lain


"ada yang aneh deh" kata Rm


"apa hyung?" tanya V


"hyungmu tuh lihat, betapa bahagianya dia malam ini kurasa" kata Rm


"hyung? kamu baik baik saja kan?" tanya Jhope sembari menyentuh kening suga memastikan suhu badannya tidak meningkat


"sebenarnya aku sudahjanji sama Gea tapi aku gak bisa tahan mau bilang ini" kata suga

__ADS_1


"Gea?" tanya Jhope


"iya, Jhope.. Rm.. Jimin.. V.. Jk.. dan Jin hyung" kata suga


"ha?" jawab mereka bersamaan


"Gea tidak buta, dan tidak hilang ingatan" jelas suga


"hyung bercanda apa serius ini?" tanya Jhope


"serius sungguh"



dan karna sudah tak sabar, bangtan memutuskan pergi kerumah Gea dengan membawakan banyak makanan untuk Gea dan keluarganya..


sementara Gea.. saat dirumah, Arya dan Naya mengajak Gea makan malam


tak lama Dian juga keluar dari kamarnya


setelah semua duduk dan akan makan


"sini kak" ucap Dian


Dian begitu sangat perhatian pada Gea..


walaupun Gea bukan kakak kandungnya, dan sekeras keras nya Dian diluar, Dian adalah gadis yang begitu lembut jika berhadapan dengan keluarga


"emm Dian" kata Gea


"eh, iya aku lupa, pedes ya" ucap Dian


"makanya Dian dilihat dong" ucap Naya


"iya ma, kak maaf kak"


"bukan itu, gakpapa kok itu" kata Gea


terdiam beberapa detik


"jangan marah" kata Gea


"Gea, apa yang terjadi?" tanya Naya


"kamu sedang ada masalah?" tanya Arya


"emm, pa, ma, Dian, Gea jujur kali ini kalau sebenarnya Gea gak buta dan gak hilang ingatan" kata Gea


seketika semua kaget, Dian langsung tersedak mendengar itu


"kamu lucu ih, bercanda nya berlebihan" kata Dian


"Dian, aku lihat kok kamu pakai baju hitam saat ini dengan celana kolor milik kakamu" kata Gea


"Gea kamu serius?" tanya Naya


"iya maa, makanya Gea minta maaf dulu, jujur saja Gea ingin memastikan saja siapa orang yang tulus pada Gea" kata Gea


semua memeluk Gea dan bahagia, Dian tidak tau harus melakukan apa karna ia hanya menutupi wajahnya karna bahagia


Gea memeluk Dian yang menangis


"kamu adik paling keras tapi kamu paling lembut mengurusku, makasih sayang, kamu adalah harta paling besar dan berharga begitu juga dengan mama papa"kata Gea


"aku gak ngerti apa motiv kamu, gak bisa aku cerna tapi aku jujur aku senang" kata Dian


"ahh, sudah ih, Dian singa hutan kok nangis"


"haha Geaaaa" teriak Dian


"jadi aku jadi kakak atau adik?" tanya Gea


"ya kakak lah, kan kamu istri dari kakak dia" kata Naya

__ADS_1


"eh tapi Gea lebih muda setahun dan dari Dian ma" kata Arya


"eh iya ya"


"jadi saudara kembar aja" jawab Gea


"iya mau banget mau" jawab Dian


Dian masih tidak bisa berhenti menangis dalam pelukan Gea..


tidak akan mudah ditemukan didunia, keluarga yang begitu menyayangi orang asing layaknya keluarga sendiri kecuali keluarga Narya ini..


beruntung nya Gea dipertemukan dengan mereka


mereka melanjutkan makan tapi Dian tidak bisa berhenti menangis terharu menatap arah Gea


"Dian, makanan mu di meja bukan di wajah aku" kata Gea


"heemmm aku gak ngerti lagi sama yang kamu lakukan ih, eh bangtan tau? suga sudah tau?" tanya Gea


"suga tau, tapi bangtan belum, mereka besok baru aku akan kasih tau" kata Gea


"siapa yang tau pertama berarti, suga ya?"


"bukan"


"terus?"


"Soozii"


"Soozii? kenapa dia?"


"aku bilang sama dia waktu aku minta waktu berdua sebelum sidang dimulai"


"oh"


"tapi dia benar benar berubah kok Dian, besok aku akan datang bersama suga menemui nya jika kamu mau ikut ayo"


"gak, gak jelas" jawab Dian


"diaaaan..." ucap Naya


"biar deh ma, anak seperti dia itu gak pantes dibaikin, Gea nya aja gila tetap baik ke dia" kata Dian


"astaga anak ini baru juga dipuji puji karna lembut udah keluar lagi singa hutannya" ledek Arya


tak lama mereka setelah makan, tidak tau bagaimana ceritanya sampai membuat Dian tidak bisa lepas dari Gea..


bahkan Dian sudah meminta agar malam ini tidur dengan Gea


mereka mengobrol didepan televisi


"mama tidur pa?" tanya Dian


"iya, eh kamu, udah makan, bikin mi instan astaga" kata Arya


"hehe, kurang pa, papa mau?"


"gak, takut tambah gendut papanya" kata Arya


"bener"


"mama tidur kenapa papa gak tidur pa?" tanya Gea


"gak ngantuk masih Gea"


saat mengobrol dengan Dian dan Arya diruang televisi mereka mendengar suara ketukan pintu


"siapa?" tanya Arya


"biar aku buka" kata Dian


"malam gini ada ketukan biar papa aja" ucap Arya

__ADS_1


__ADS_2