
Selamat membaca!
Bukan hanya sekadar ucapan, Vania membuktikan apa yang dikatakan kepada putrinya benar-benar terjadi. Ya, wanita itu berhasil menyelesaikan masakannya hanya dalam waktu satu jam.
Setelah merapikan dapurnya hingga berkilau, kini Vania mulai menyajikan masakannya satu persatu di atas meja makan. Masakan yang harumnya dapat tercium hingga ke ruang keluarga dan menuntun langkah Maharani untuk menghampiri ruang makan yang letaknya persis di samping ruang keluarga, tempatnya berada saat ini.
"Mah, ini enak banget sih semua masakan, Mama. Aku jadi tambah penasaran siapa sih tamu istimewa yang Mama tunggu?" tanya Maharani kembali sambil membantu sang ibu dalam menata meja makan.
"Sudah tunggu saja, hanya tinggal beberapa menit lagi maka kamu akan tahu siapa yang datang," jawab Vania masih bersikekeh untuk tak memberitahu putrinya. Membuat Maharani semakin penasaran dibuatnya.
"Kalau Mama enggak ngasih tahu, aku nanti enggak mau makan nih , Mah!" ancam Maharani mulai menakut-nakuti Ibunya itu dengan menampilkan raut wajah yang masam.
Vania pun akhirnya termakan dengan ancaman yang dilontarkan oleh putrinya itu. Membuat wanita paruh baya itu akhirnya mulai mengatakan apa yang sejak sejam lalu terus disembunyikannya dari Maharani.
"Iya, iya, Mama kasih tahu. Hanya saja Mama harap kamu enggak kaget ya saat mendengarnya."
__ADS_1
"Iya Mah, aku enggak akan kaget kok. Memangnya siapa sih Mah?" tanya Maharani mulai mendekati Vania. Membuat jarak mereka hanya berada satu langkah dan saat ini sudah saling berhadapan.
"Yang datang itu Rendy dan keluarganya. Kemarin itu Ibu dan Ayahnya Rendy menghubungi Mama, katanya mereka mau datang ke rumah untuk bersilaturahmi sekaligus meminta maaf secara langsung sama kamu atas semua yang mereka lakukan selama ini kamu menjadi istri Rendy. Enggak apa-apa 'kan sayang?" ungkap Vania diakhiri dengan sebuah pertanyaan yang seketika membuat ekspresi wajah Maharani berubah kembali masam.
"Ya Allah, aku pikir Dion yang datang. Ternyata Mas Rendy yang datang, kenapa ya aku berharap Dion yang datang dan bukannya Mas Rendy. Padahal aku sudah menolak dengan keras usul gilanya untuk mencarikan pria yang mau menikah kontrak denganku hanya untuk status agar aku bebas dari talak 3 yang telah diucapkannya," batin Maharani yang mulai teringat akan pertemuannya dengan Rendy di tempat persidangan, saat putusan sidang perceraian mereka.
Flashback
Tepatnya kemarin, di parkiran mobil pengadilan agama. Saat itu, niat Maharani untuk masuk ke dalam mobilnya tertahan karena genggaman tangan Rendy yang begitu erat pada lengannya.
"Mas, tolong lepaskan! Kita itu sudah bukan lagi mahram, kita sudah sah bercerai!" kecam Maharani sambil menghempaskan tangan Rendy dengan sekuat tenaganya.
Maharani kembali merasa kesal dengan pembicaraan yang sedang terjadi saat ini. Membuat raut wajahnya menampilkan gurat amarah yang kian membuncah dalam dirinya.
"Cukup Mas! Berhenti memohon padaku dan tolong jangan ada niat di dalam pikiranmu untuk kembali padaku! Aku itu mandul, aku tidak akan bisa memberikanmu keturunan! Lagipula kamu sudah menjatuhkan talak 3 padaku," ungkap Maharani dengan suaranya yang terdengar lantang.
__ADS_1
"Itu yang aku ingin katakan sama kamu, Ran. Aku akan mencarikan seorang pria agar mau menikah denganmu dan kemudian kalian akan bercerai," ucap Rendy dengan begitu santai mengutarakan niatnya.
Baru saja Rendy menyelesaikan perkataannya, sebuah tamparan keras berlabuh tepat mengenai pipinya dan meninggalkan rona merah di sana.
"Jangan kurang ajar kamu, Mas! Tolong buang jauh-jauh pikiranmu itu, jangan membuat aku jadi semakin membencimu dan akhirnya aku tidak bisa menghargaimu lagi!" kecam Maharani yang seketika langsung masuk ke dalam mobilnya.
Tanpa memedulikan Rendy, Maharani pun mulai melajukan mobil yang dikendarai dan meninggalkan Rendy yang terlihat masih memegangi sebelah pipinya yang terasa memanas akibat tamparan keras dari Maharani.
"Inikah jawaban kamu, Ran. Apa sudah tidak ada lagi harapan untuk kita kembali bersama? Ya Allah, apa aku bisa hidup dengan rasa penyesalan yang terus menghantuiku?" batin Rendy mulai putus asa dan hanya menatap nanar kepergian mobil Maharani yang semakin menjauhinya.
...🌺🌺🌺...
Bersambung ✍️
Berikan komentar dan gift kalian ya.
__ADS_1
Terima kasih banyak atas dukungannya.
Follow Instagram Author juga ya : ekapradita_87