Aku Bukan Istri Mandul

Aku Bukan Istri Mandul
Dendam Salah Sasaran


__ADS_3

Selamat membaca!


Setelah mengusir rasa cemas yang sempat bertahta dalam pikirannya, Nina pun mulai melangkah keluar dari kamar. Ia sudah mengganti pakaiannya agar terlihat sopan. Tak dapat dipungkuri, bila wanita itu tampak gugup saat akan menghadapi kedua polisi yang baru pertama kali datang ke rumahnya. Terlebih dengan rencana yang telah dibuatnya untuk menghabisi Dion, semakin membuatnya begitu resah. Namun, ia tetap mencoba bersikap tenang ketika langkahnya mulai tiba di ruang tamu.


"Selamat pagi, Pak. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Nina dengan senyum ramahnya.


"Iya, selamat pagi Mba. Jadi maksud kedatangan kami ke sini adalah karena ingin menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa kematian saudara Rendy bukan disebabkan karena bunuh diri."


Sontak perkataan salah satu petugas polisi itu membuat Nina terkejut bukan kepalang. Rasa penasaran kini semakin menyeruak memenuhi isi pikirannya. Beragam tanda tanya pun timbul. Membuatnya sempat berpikir bahwa Maharani adalah orang yang telah membunuh kakaknya demi mendapatkan harta Rendy. Bahkan yang lebih gila lagi, Nina sampai berpikir bahwa surat wasiat yang dibuat oleh Rendy adalah karena permintaan Maharani.


"Apa pelakunya Maharani, Pak?" tanya Nina begitu saja mengucapkan segala tuduhan kepada wanita yang tak sepatutnya dipersalahkan atas kematian Rendy.


"Maharani siapa ya, Mba?" tanya polisi itu mengintrogasi dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Maharani itu mantan istri Kakak saya. Saya sangat mencurigai dia sebagai pelakunya, Pak," timpal Nina dengan nada kesal. Ia terlihat geram saat ini. Bahkan pikirannya sudah tak lagi bisa membedakan mana kenyataan dan juga sebuah kecurigaan.


"Justru itu Mba, kami masih melakukan pengembangan lebih jauh, tapi segala bukti yang kami dapat dari rekaman CCTV yang ada di rumah Pak Rendy, kami bisa menyimpulkan bahwa pelakunya bukan hanya satu orang, melainkan dua orang," sambung polisi itu menjelaskan kepada Nina.


Pikiran wanita itu semakin kacau. Ia benar-benar mengarahkan segala tuduhannya kepada Maharani. Tak ada orang lain lagi yang dicurigainya saat ini. Bahkan penjelasan yang disampaikan oleh polisi tersebut, membuatnya menduga bahwa Dion adalah orang yang ikut bekerja sama dalam upaya membunuh Rendy, kakaknya.


"Kurang ajar sekali mereka berdua. Mereka picik sekali, sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta Mas Rendy. Rasain kamu Maharani, sebentar lagi kamu akan jadi janda karena orang suruhanku akan membunuh Dion. Nanti kamu akan merasakan, bagaimana rasa kehilangannya," batin Nina dengan rasa benci yang telah menguasai dirinya.


Lamunan Nina seketika buyar, saat salah satu polisi menegurnya karena melihat Nina hanya diam tanpa mengatakan hal apa pun.


"Apa Anda mengenal mereka?" tanya polisi tersebut dengan penuh selidik. Namun, Nina masih terdiam dan terus menatap tajam, menyaksikan rekaman CCTV yang sampai saat ini masih berlangsung.


Nina terus berpikir dengan keras. Memutar otaknya dan mengingat satu persatu teman atau kerabat yang dikenalnya. Sampai akhirnya, Nina pun menyerah karena memang ia tak mengenali kedua orang yang berada dalam rekaman CCTV tersebut.

__ADS_1


"Saya tidak kenal dengan dua orang ini, Pak. Memangnya kenapa, Pak?" tanya Nina semakin penasaran.


"Mereka berdua kami curigai adalah dalang dari kematian Kakak Anda. Makanya, saya menanyakan hal ini karena sejauh penyelidikan kami bahwa tidak ada yang datang ke rumah Pak Rendy, selain kedua orang itu. Kemungkinan dari caranya masuk, wanita itu tampaknya sudah sering datang. Jadi apa Anda yakin tidak mengenalinya?"


Kecurigaan Nina yang tertuju pada Maharani dan Dion seketika buyar setelah mendengar perkataan dari polisi. Membuatnya teringat akan balas dendam salah sasaran yang dialamatkan kepada Maharani. Nina pun kembali mengingat situasi di mana ia bertemu dengan wanita itu. Wanita yang sempat memiliki kedekatan dengannya ketika masih menjadi istri dari Rendy.


"Jadi bukan Maharani yang menyebabkan Mas Rendy bunuh diri. Ternyata Mas Rendy mati karena di bunuh. Ya Allah, aku harus cepat menghubungi Angga sebelum semuanya terlambat," gumam Nina mulai panik, saat mengingat orang suruhannya yang ingin membunuh Dion.


🌺🌺🌺


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian.

__ADS_1


Lanjut lagi, akan update setiap hari ya.


Bismillah.


__ADS_2