
Happy new year ya semua!
Selamat membaca!
Baru saja langkah ketiganya tiba di ruang makan, tiba-tiba saja suara ketukan pintu terdengar keras. Membuat Dion dan Maharani seketika menoleh dengan rasa penasaran. Begitu pun Vania, wanita paruh baya itu tak kalah bingung. Terlebih saat suara panik Dini mulai terdengar dari depan pintu rumahnya.
"Itu Mama kamu Dion. Kenapa ya dia terdengar panik seperti itu?" tanya Vania kepada menantunya yang juga terlihat kebingungan.
"Aku sendiri enggak tahu, Mah, tapi coba aku bukakan pintu dulu ya!" jawab Dion dengan menampilkan raut penuh pertanyaan di wajahnya.
"Biar saya saja yang bukain pintunya, Mas Dion!" timpal Bibi Mei menghentikan sejenak aktivitasnya yang sedang menghidangkan makanan di atas meja.
__ADS_1
"Tidak perlu, Bi. Biar saya saja!" Dion pun mulai melangkah menuju pintu depan rumah setelah pamit kepada Maharani yang juga diliputi rasa penasaran.
"Sebenarnya ada apa ya? Kenapa perasaanku berubah jadi tidak enak seperti ini ya?" gumam Maharani yang sebenarnya ingin menyusul Dion. Namun, langkahnya terhenti karena Anindya menggenggam tangannya dengan erat.
Kini Maharani dan gadis kecil itu pun mulai menempati kursi yang berada di seberang posisi Vania. Tempat yang memang biasa mereka tempati. Maharani kini menepikan rasa penasaran dan mulai menyuapi Anindya makan.
Sementara itu, Dion yang sudah tiba di depan pintu langsung membuka kunci pintu, lalu membukanya dengan cepat. Dilihatnya, wajah Dini yang panik mengisyaratkan sesuatu yang sampai saat ini masih sulit terbaca oleh Dion. "Mama, kenapa sih panik begitu? Memangnya ada apa, Mah?" tanya Dion coba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap ibunya.
"Mah, kenapa Mama malah diam? Ada apa sih, Mah?" tanya Dion kembali setelah tak mendapatkan jawaban dari Dini di pertanyaan pertamanya.
Setelah hanya diam dan mengatur ritme napasnya, Dini pun mulai membuka mulutnya. Kata pertama yang terucap dari mulut wanita paruh baya itu, sudah cukup membuat Dion sangat terkejut. Ia tak menyangka bila wanita yang teramat dibencinya itu sampai nekat datang ke rumahnya.
__ADS_1
"Apa Mah!? Anjani datang ke rumah?" tanya Dion meyakinkan apa yang didengarnya dari Dini.
"Iya, sayang. Makanya, Mama sendiri bingung. Kenapa Anjani datang ke rumah lagi setelah sekian lama kalian sudah tidak saling berkomunikasi? Tapi bukan itu saja yang membuat Mama kaget, Dion."
Dion semakin penasaran. Ia seketika melontarkan sebuah pertanyaan kembali agar sang ibu bisa lebih cepat dalam menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di rumahnya. "Jadi maksud, Mama? Kenapa Anjani ke rumah, Mah?" Dion coba menangkup kedua sisi lengan ibunya. Pria itu sudah tidak sabar lagi ingin mendengar kelanjutan dari cerita Dini. Walaupun di sisi hatinya yang lain, ada rasa takut bahwa kedatangan Anjani akan menimbulkan masalah dalam rumah tangganya dengan Maharani.
"Sebenarnya apa sih yang diinginkan oleh Anjani? Kenapa dia sampai nekat datang ke rumahku segala? Bahkan sepagi ini!" geram Dion dalam hatinya yang masih sabar menunggu Dini menjelaskan secara menyeluruh dari awal kedatangan Anjani ke rumahnya, sampai Dini memutuskan untuk menyusul Dion ke rumah Maharani.
🌺🌺🌺
Bersambung ✍️
__ADS_1
Berikan komentar positif kalian. Terima kasih banyak. Follow Instagram Author : ekapradita_87