Aku Bukan Istri Mandul

Aku Bukan Istri Mandul
Siasat Anjani


__ADS_3

Selamat membaca!


Tak ada senyuman yang terulas di wajah Dion. Pria itu benar-benar bersikap dingin, saat wanita yang telah melukainya dulu kembali hadir dan coba menjelaskan segala hal yang menurutnya terlambat.


"Aku harus berbohong apa ya agar Dion bisa memaafkan aku?" batin Anjani tampak berpikir keras.


"Kenapa diam, tadi katanya kau mau bicara? Sekarang bicaralah, ingat waktumu hanya 5 menit saja!" kecam Dion melihat alroji yang melingkar pada pergelangan tangannya.


Setelah itu, Dion kembali bersedekap dengan sorot mata tajam menatap Anjani yang mulai terlihat gugup.


Anjani tampak menghela napasnya. Ia sebenarnya masih belum menemukan alasan terbaik yang akan dikatakannya kepada Dion. Namun saat ini, ia tak punya banyak waktu dan mulai mengatakan sesuatu yang baru saja terlintas di pikirannya.


"Dion, maafkan aku ya! Aku terpaksa menikah dengan pria itu karena ibuku. Aku sebenarnya sempat menolaknya, tapi ibuku tiba-tiba drop dan terkena serangan jantung saat mendengar penolakanku. Maka itu, aku terpaksa mengiyakan keinginannya, walau bagiku itu sangat berat. Aku mohon kamu mengerti ya situasi yang aku alami saat itu," ungkap Anjani berharap Dion mau memaafkannya.


Bukannya melunak setelah mendengar perkataan Dion. Justru pria itu semakin geram karena tanpa diketahui oleh Anjani, Dion sempat bertemu dengan Faisal, pria yang akhirnya menjadi suami Anjani.


"Hanya itu yang ingin kamu katakan. Kau ini hanya membuang waktuku saja! Maaf aku tidak punya waktu mendengar kebohonganmu. Lagipula aku tidak ingin istriku menunggu terlalu lama." Tanpa menunggu jawaban dari Anjani, Dion mulai melangkah pergi begitu saja meninggalkan wanita yang saat ini terlihat syok atas kenyataan yang baru saja didengarnya. Sebuah kenyataan bahwa Dion ternyata telah menikah. Membuat harapannya seketika menjadi sirna.

__ADS_1


"Jadi dia istrimu? Ternyata kamu sudah menikah, Dion?" tanya Anjani memastikan dengan suara yang terdengar keras karena Dion kini terus melangkah pergi menjauhinya.


Pertanyaan Anjani pun membuat pria itu seketika menghentikan langkah kakinya. Dion langsung memutar tubuhnya dan kembali menatap tajam ke arah Anjani.


"Memangnya kamu pikir aku tidak bisa hidup tanpa kamu! Kau salah Anjani! Kau tahu alasannya kenapa?"


Anjani yang masih terkejut dengan status Dion saat ini hanya bisa mengangguk. Mengiyakan pertanyaan yang terlontar dari mulut Dion yang kembali melangkah mendekatinya.


"Karena luka yang tercipta karena sebuah pengkhianatan itu lebih mudah disembuhkan. Itulah alasan kenapa aku bisa dengan cepat melupakanmu. Melupakan bahwa kita hampir saja menikah. Sebelum akhirnya, kamu memilih pria kaya raya itu!" ungkap Dion terdengar begitu tegas.


"Cukup Anjani!" titah Dion meminta Anjani tak melanjutkan kebohongannya.


"Kau tidak perlu berbohong! Sekarang anggap saja kita tidak pernah bertemu agar kau tidak perlu lagi mengharapkan maaf dariku dan asal kau tahu! Aku sebenarnya sudah memaafkanmu jauh di hari saat kau menikah dengan pria itu."


"Maafkan aku, Dion. Maafkan aku, Dion." Anjani coba menahan langkah Dion dengan menggenggam lengan pria itu. Namun, apa yang dilakukan oleh Anjani hanya memancing kemarahan Dion yang sudah tak dapat lagi ditahannya.


Dion pun secara spontan menggerakkan tangannya agar tangan Anjani terlepas dari lengannya. "Lepaskan aku!" titah pria itu menghempaskan tangan Anjani sampai membuat wanita itu terjatuh di lantai.

__ADS_1


Kejadian demi kejadian itu tak luput dari pengamatan Maharani yang langsung berlari karena melihat sikap kasar suaminya terhadap Anjani. Namun, saat langkah Maharani hampir melewati Dion untuk membantu Anjani yang masih terjatuh. Tiba-tiba sepasang tangan kekar Dion menahan tubuh istrinya itu.


"Sudah biarkan saja, sayang! Nanti juga dia bisa bangun sendiri. Sekarang ayo kita pergi saja dari sini!"


"Tapi Mas, wanita itu kasihan. Apa kamu tidak merasa iba kepadanya?" tanya Maharani seolah menguji kesabaran Dion yang saat ini sedang merasa benar-benar kesal terhadap Anjani.


"Seandainya dia pantas dikasihani pasti aku akan membantunya, tapi sayangnya dia sama sekali tidak pantas mendapatkan itu. Ayo Rani, tolong dengarkan aku!" titah Dion kembali mengulang permintaannya.


Kali ini Maharani tak bisa membantahnya. Baginya, perintah suami seperti titah seorang raja yang tak bisa dibantah. "Baiklah Mas. Ayo kita pergi!" Maharani mulai mengikuti langkah Dion menjauh dari Anjani yang masih belum berusaha bangkit dari posisinya. Raganya seperti kehilangan tenaga. Terlebih ketika ia mengetahui bahwa harapannya untuk bisa kembali bersama Dion harus lenyap karena ternyata pria itu telah beristri.


"Sekarang apa sebaiknya aku menyerah? Saat ini Dion begitu membenciku. Mungkin sudah tidak ada celah lagi untukku di hatinya, apalagi Dion adalah pria yang paling setia yang pernah aku kenal," gumam Anjani yang mulai bangkit dari posisinya sambil menahan rasa malu karena saat ini, setiap pasang mata yang melintas di lobi mulai melihatnya dengan sinis.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian. Terima kasih banyak atas dukungannya. Follow Instagram Author : ekapradita_87

__ADS_1


__ADS_2