Aku Bukan Istri Mandul

Aku Bukan Istri Mandul
Pagi Pertama


__ADS_3

Maafkan ya Author baru sembuh dari sakit. Bismillah semoga bisa terus lanjut.


Selamat membaca!


Gema suara azan mulai berkumandang, menyadarkan dua insan yang masih terbuai dalam lelap. Maharani yang terjaga lebih dulu, seketika bangkit tanpa menunda, walau kedua matanya masih terasa berat untuk terbuka. Ia tak ingin melewati salat subuh bersama sang suami di hari pertamanya menikah.


"Sayang, bangun! Ini sudah subuh!" Maharani mulai mengguncang tubuh suaminya dengan perlahan. Namun, Dion masih bergeming dalam selimut yang terbentang rapi di atas ranjang.


Tak menyerah sampai di situ, Maharani kini mulai menggunakan cara lain, yaitu dengan memutar tubuh Dion yang tengah membelakanginya.


"Mas, ini subuh pertama kita sebagai suami-istri. Ayo kita salat subuh berjamaah, lagipula kita juga harus mandi wajib dulu, Mas!" Maharani terus menatap wajah suaminya dengan lekat. Wajah yang kini berada sangat dekat di depan matanya. Akan tetapi, usahanya belum membuahkan hasil. Dion masih bergeming. Bahkan suara dengkurannya mulai menelusup masuk ke dalam rongga telinga Maharani. Membuat wanita itu bimbang karena merasa tak tega, mengakhiri lelap Dion saat ini.


"Ya sudahlah, sebaiknya aku dulu saja yang mandi. Nanti setelah aku selesai, baru aku bangunin Mas Dion lagi," batin Maharani mulai beranjak dari posisinya. Meninggalkan Dion yang sebenarnya tengah berpura-pura terlelap.

__ADS_1


Mengetahui kepergian Maharani yang telah masuk ke dalam kamar mandi, Dion pun bangkit dari posisi tidurnya. Sambil mengusap wajahnya yang lusuh, Dion mulai melangkah menyusul Maharani.


"Pasti kamu akan terkejut kalau aku tiba-tiba datang ke kamar mandi," ucap Dion terus melangkah menuju kamar mandi yang berada di sudut kamarnya.


Benar saja, Maharani yang tengah melucuti satu persatu pakaiannya dibuat terkejut saat sepasang tangan kekar Dion melingkar di tubuhnya. Wanita itu pun dengan cepat memutar tubuhnya, melihat siapa gerangan yang tengah mendekapnya dengan erat.


"Ih, kamu Mas ngagetin saja. Kok kamu sudah bangun, tadi aku bangunin kamu masih tidur." Maharani masih menampilkan rasa tak percaya karena melihat sosok Dion yang tadi sempat tak berhasil dibangunkannya, kini sudah berada di dalam kamar mandi.


"Maaf ya, sayang. Aku itu hanya ingin memberi kejutan sama kamu, makanya aku berpura-pura tadi," ungkap Dion menjawab pertanyaan Maharani yang tengah bingung dengan kehadirannya.


"Berarti kamu bohong ya, Mas. Dasar kamu ini!" Maharani tanpa ampun langsung menggelitik perut Dion hingga membuat pria itu tak kuasa menahan tawanya.


"Sudah-sudah aku geli, sayang. Nanti jam subuh kita lewat lho!" ucap Dion sambil memegangi bagian perutnya yang terus diserang oleh Maharani.

__ADS_1


Perkataan Dion membuat Maharani mulai tersadar. Wanita itu pun dengan segera menyalakan kran shower untuknya memulai aktivitas mandinya. Sementara Dion, masih menatap kagum tubuh istrinya yang terlihat begitu indah. Bahkan keindahannya sama seperti saat dirinya menatap Menara Eiffel, sewaktu dirinya berkunjung ke sana setahun yang lalu untuk menghadiri seminar kedokteran seluruh dunia.


"Ya Allah, aku sangat beruntung memiliki Maharani. Semoga pernikahanku dengannya bisa terus langgeng tanpa ada masalah yang berarti. Aku ingin selalu membahagiakannya maka itu aku mohon, tolong bantu aku ya Allah," batin Dion dengan penuh kesungguhan.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian.


Terima kasih banyak atas dukungannya.


Follow Instagram Author : ekapradita_87

__ADS_1


__ADS_2