Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Semua ada harganya


__ADS_3

”Perusahaan B&F Gray Group”


Ashlee kini sudah dinyatakan dapat kembali beraktivitas, terutama sudah mendapatkan izin dari Matth.


Kehadiran Ashlee disambut meriah oleh para karyawannya, dan diberikan kekuatan istimewa.


”Selamat datang kembali, nyonya. Mohon maaf, kami tidak dapat menjenguk nyonya, karena Tuan besar Matthyas memberikan kami pekerjaan tambahan.” Ucap salah seorang asisten dari Ashlee.


”Sungguh? Pria itu, ah maksudku Tuan Matth memberikan pekerjaan tambahan lagi?”


”Yah, nyonya. Tapi, semua berjalan lancar.” Ucapnya.


”Oh ia, nyonya, hari ini kita akan mengadakan rapat penting, untuk peluncuran produk terbaru yang pernah kita bicarakan bersama..--”


Suasana kantor berjalan seperti biasanya, Ashlee sebagai nyonya CEO disibukan dengan berbagai tanggungjawab yang harus ia kerjakan dengan maksimal.


• • •


Sembari memantau pekerjaan para pekerja, sesekali Ashlee juga berseluncur di dunia sosial media. Melihat perkembangan berita, ataupun rekomendasi produk-produk yang bisa di amati tiru dan modifikasi.


Drrttt... Satu pesan baru masuk...


”Malam ini temani aku ke acara pertemuan dengan teman lama, dress sudah kusiapkan untukmu. Jadi, kau tak perlu mempersiapkannya lagi. Tepat, pukul tujuh malam ini, kau sudah harus bersiap.” Mr. Matth.


Huhh!


Ashlee menghelakan napas, dan bersandar di kursi kerjanya, sembari memutar-mutar kan roda kursi tersebut.


Kembali Ashlee teringat akan masa-masa indah mereka, ketika masih berpacaran dulu. Diliputi rasa bahagianya pasangan yang sedang dimabuk kasmaran. Meski hanya berjalan hampir satu tahun saja, sebelum Matth memutuskan untuk pergi ke luar negeri.


Semenjak kepergian dari Matth, komunikasi diantara mereka mulai renggang bahkan terputus begitu saja. Surat cinta yang penuh kerinduan dari Ashlee pun tak pernah terbalaskan, dan hanya pernah satu kali. Itupun hanya beberapa bait kalimat saja.


Disaat sedang gundah gulana itulah, Ashlee dipertemukan dengan Nikolaus, ketika Ashlee sedang bekerja sebagai seorang designer. Ashlee diminta untuk membuat rancangan dress bagi seorang wanita. Yah, wanita itu ialah Diona, tunangan dari Nikolaus, wanita yang sebenarnya tidak pernah Nikolaus cintai dan bahkan inginkan.


Pertemuan selama beberapa kali, membuat keduanya saling akrab, hingga memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang lebih serius.

__ADS_1


...


”Kenapa perasaanku berkata, bahwa Nikolaus bukanlah pelaku dari semua ini.. dan tato itu..” gumam Ashlee.


Teringat akan sosok Nikolaus palsu (Nico), ketika bertemu dengannya dimalam penganiayaan itu. Ada sebuah tato terdapat di lengan kukuh milik Nikolaus palsu, dan semua yang terlihat seakan bukan Nikolaus. Perasaan wanita terkadang begitu kuat dan benar adanya.


Ashlee menghubungi seseorang yang dapat dipercayanya, dan membuat janji temu dengannya.


”Aku butuh bantuanmu, dan aku akan memberikan imbalan yang tidak sedikit. Kau hanya perlu bertemu denganku di restoran pusat kota A sore ini..--” ucap Ashlee, kemudian bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya, agar dapat segera bertemu dengan orang yang dimaksud.


...


Ashlee terlihat tergesa-gesa, ketika melangkah keluar dari dalam ruangan kerjanya.


”Hari ini aku akan pergi sendiri, kalian tidak perlu mengikutiku. Aku hanya sebentar saja, dan aku jamin semua baik-baik saja.” Ucap Ashlee pada dua pengawal pribadinya, juga satu orang supir dan satu asisten.


”Maafkan kami, Nyonya. Namun, jika kami menuruti apa yang nyonya katakan kali ini, maka nasib kami akan berakhir.” Ucap salah seorang asisten dari Ashlee.


Ashlee menghela napas berat, dan memahami posisi mereka yang hanya menjalankan tugas tanggung jawab dari Matth. Mengetahui betapa kejamnya Matth, akhirnya Ashlee memiliki ide lain.


”Baik, kalian masih bisa pergi bersamaku. Namun, kalian tidak ku ijinkan untuk masuk ke dalam restoran. Karena aku ingin membahas hal penting bersama seorang rekan.”


Karena sudah tak ada jalan lain, akhirnya Ashlee pun mengiayakan permintaan dari para bawahannya. ”Baik. Tapi tidak perlu mencari tahu lebih banyak. Karena aku juga memiliki privasi.” Tegas Ashlee.


”Baik nyonya.” Ucap mereka, kemudian pergi bersama.


Sebagai seorang pemimpin wanita, tentu hal wajar jika mendapat fasilitas keamanan yang ketat. Terlebih lagi, setelah kejadian nahas di malam itu, membuat Matth sangat mencemaskan kondisi Ashlee ketika berada di luar jangkauannya.


***


”Nyonya, maafkan kami. Kami hanya menjalan tugas tanggung jawab saja. Kami tidak bermaksud mengambil waktu pribadi dari Nyonya.” Ucap si asisten ketika mereka berada dalam perjalanan.


”Yah, aku memahaminya. Aku bisa menerima semuanya,” balas Ashlee dan kembali berkutat dengan ponsel miliknya.


Ashlee duduk di kursi tengah sendirian, dua pengawal di bangku bagian belakang, sedangkan supir dan asistennya berada di bangku kemudi depan.

__ADS_1


Mereka pun tiba di lokasi tujuan.


Semua mata tertuju pada Ashlee yang dikawal oleh empat pria gagah dan tampan. Tentu saja, hal itu menunjukkan bahwa Ashlee bukan wanita sembarangan. Posisi Ashlee sungguh di atas puncak, dan sangat dihormati oleh semua orang.


•••


Ashlee bertemu dengan seseorang dengan kacamata hitam pekat, dan duduk berhadapan dengannya.


”Ini, semua yang kau minta.” Ucap si pria, yang ternyata adalah Douglas.


”Tuan Elph, bagaimana kau bisa tahu, jika aku..--”


”Yah, orang yang minta tolong itu adalah teman lamaku. Kebetulan sekali, bukan?” balas Douglas dengan wajah tersenyum.


”Untuk apa kau membantuku, bukankah kau juga bagian dari tuan Matth.” Ucap Ashlee ketus.


”Ternyata wanita ini cukup ketus juga..” batin Douglas dengan tersenyum menyeringai.


”Karena jika denganku kau tidak lagi perlu membayar. Karena aku jauh lebih mengetahui segalanya.” Ucap Douglas dengan percaya diri.


”Aku tidak butuh. Aku akan segera pulang.” Ashlee berniat untuk pulang, karena ia sudah tahu, jika Douglas dan Matth saling mengenal bahkan cukup dekat.


”Matth adalah orang yang telah menyelamatkanku dari kejamnya dunia mafia. Bahkan ketika seluruh keluargaku dibantai oleh anggota mafia kejam, Matth lah yang menyambutku. Walau kala itu, aku sempat bersekongkol untuk menjebaknya, diusiaku yang masih tergolong sangat muda. Sebagai gantinya, aku harus menjaga area pulau, dengan meditasiku. Kemanapun Matth berada, aku akan berada tidak jauh darinya. Karena kami sebenarnya adalah keturunan dari keluarga yang memiliki ilmu sihir. Namun, kami tidak pernah bermiat mereka untuk menggunakannya..--” Akhirnya, Ashlee pun memahami, mengapa situasi selama ini terlihat aneh dan tidak masuk akal.


”Lalu, apakah kau bisa memberikan jawaban, mengapa Nikolaus sangat jauh berbeda dari sosok yang selama ini kukenal?” tanya Ashlee yang sangat ingin tahu.


Mendengar hal itu, tentu akan membuat posisi Douglas berada di dalam bahaya. Apalagi, jika Matth mengetahui apa yang telah Douglas katakan mengenai kebenaran yang ada.


”Lebih baik, kau tanyakan langsung pada Matth. Aku yakin, dia akan bicara dan tidak akan berbohong padamu.”


”Omong kosong! Kau hanya membuang-buang waktuku saja.” Ketus Ashlee.


”Bahkan jika kau berusaha mencari tahu dari teman lamaku, hal itu akan berakhir ditangan Matth.


Ashlee pun bergegas pergi dari hadapan Douglas dengan rasa kecewa, karena rencananya harus gagal.

__ADS_1


”Haruskah aku datang ke mansion keluarganya..” Ashlee pun mendapat ide gila, ingin datang berkunjung ke mansion, meski hal itu akan bertentangan jauh dengan Matth, juga keamanannya.


***


__ADS_2