Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Aku bukan budakmu


__ADS_3

Tibalah dimana hari pesta pertunangan antara Matthyas dan Eveline akan diselenggarakan. Seperti janjinya pada Eveline, Ashlee benar-benar datang untuk menghadiri acara pertunangan itu, meski perasaannya terasa campur aduk. Entah, hal apa lagi yang akan Ashlee rasakan, tatkala menyaksikan janji pertunangan diantara Matth dan Eveline.


”Gedung Pusat Kota A”


Semua tamu yang datang ialah tamu-tamu kehormatan yang tentu saja berasal dari kalangan atas. Meski Ashlee selama ini hidup bergantung dari Matth, namun Ashlee cukup mendapatkan pengakuan status sosial, terlebih lagi Ashlee yang dulunya pernah menjadi seorang nyonya CEO di F&B Gray Group.


Di sana juga ada Douglas, si tampan nam ceria ramah pada semua orang.


”Hei! Bertemu lagi!” Ucap Dou mengejutkan Ashlee karena sentuhan tangan pada pundak Ashlee.


”Acara utama akan segera dimulai, come on!” Ajak Dou, kemudian keduanya berjalan menuju area acara utama.


Acara utama yang sangat ditunggu-tunggu pun tiba, Matth dan Eveline saling mengikat janji sembari bertukar cincin berlian nan mewah di jari manis kiri masing-masing. Riuh tepuk tangan puh menyusul prosesi puncak tersebut. Terutama grandpa Gray, terlihat sangat bahagia.


Melihat kebahagiaan itu, Ashlee merasa benar-benar hancur dan akhirnya perasaan sakit itu muncul tak dapat ditahan lagi. Ashlee mulai menyadari suatu hal, bahwa perasaan cintanya pada Matth masih belum mampu ia tepis, meski dengan adanya kehadiran Nikolaus. Sungguh cinta pertama yang sangat sulit untuk dilupakan begitu saja.


Douglas melihat jelas, bagaimana Ashlee berusaha untuk tetap tegar di acara tersebut dan menahan air matanya yang hampir saja memenuhi bola matanya.


”Hey!” Seru Eveline, ketika mendapati Ashlee turut memeriahkan acara pertunangannya bersama Matth.


”Terima kasih atas kedatanganmu, Nona Ashlee.” Ucap Eveline lalu mendekap lembut Ashlee tepat di hadapan Matth.


Ashlee pun memberikan ucapan selamat kepada Matth dan Eveline. Matth terlihat sangat biasa saja, seolah tidak ada rasa lain di hatinya pada Ashlee.


”Silakan menikmati hidangan yang ada, dan tak perlu pikirkan berat badan khusus malam ini, oke!” Ucap Eveline dengan wajah tersenyum cerianya.


”Baiklah, terima kasih.” Balas Ashlee, lalu melangkah pergi dari hadapan kedua calon mempelai.


...


Ashlee menikmati setiap hidangan lezat yang telah tersedia di sana, dan berusaha untuk dapat mengatur perasaannya.


”Mengapa tiba-tiba berhenti dari Gray Group? Itu cukup membuat suasana menjadi beda.” Ucap Dou, yang datang menghampiri Ashlee.

__ADS_1


”Aku hanya ingin fokus pada apa yang aku tekuni dan minati tanpa harus memikirkan tekanan.” Balas Ashlee, kemudian keduanya duduk bersama.


”Sangat bagus jika memang seperti itu. Kapan-kapan, bolehkah aku berkunjung dan bahkan datang untuk menjadi costumer?”


”Boleh-boleh saja, tuan Elph bisa membawa pasangan, agar lebih banyak membeli.”


Keduanya terlihat hangat dan berteman baik. Meskipun Matth sebenarnya sudah melarang Dou untuk tidak dekat-dekat dengan Ashlee lagi.


...***...


Malam panjang bagi Ashlee, karena harus bermain peran dan juga berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.


Merasa kesal dengan segala tindakan Matth yang selalu sesuka hati, alhasil Ashlee pun menerima ajakan Nikolaus untuk menghabiskan waktu bersama-sama, dengan berkeliling dan menikmati senja berdua. Itung-itung, menghibur diri dari segala rasa penat dan lelah hayati.


”Kau masih ingat tempat ini?” tanya Nikolaus, ketika keduanya sedang berada di area pepohonan rindang, yang dulunya ialah tempat wisata favorit mereka ketika masih memiliki status kekasih.


”Tentu saja aku mengingatnya dengan sangat baik.” Ucap Ashlee, yang sepertinya berusaha menikmati kebersamaan mereka berdua.


”Sepertinya aku masih memiliki kesempatan untuk hubungan kami ke depannya nanti..” batin Nikolaus penuh harap.


Sepanjang hari bersama, tak terasa malam pun tiba. Nikolaus pun mengantarkan Ashlee untuk pulang ke apartemen kediamannya.


...***...


”Terima kasih untuk hari ini, kuharap ke depannya kita masih bisa seperti ini.” Ucap Nikolaus, dan tiba-tiba mengecup lembut pipi Ashlee.


“Baik, sampai jumpa lagi.” Ucap Ashlee, kemudian melangkah menuju ruang apartemen kediamannya.


”Apartemen Kediaman Ashlee Keith”


Baru saja tiba, kehadiran Matth pun sangat mengejutkan Ashlee.


”Sudah puas bersenang-senang?” tanya Matth dengan menyeringai penuh kecemburuan.

__ADS_1


Dalam suasana masih terkejut, Ashlee berusaha agar tetap tenang dan menunjukkan bahwa dia bukanlah si Ashlee yang hanya bisa pasrah dengan keadaan.


”Tentu saja, bisa menikmati waktu santai dengan sebaik mungkin.” Ucap Ashlee, sembari melepaskan sepatu juga barang-barang yang ia bawa malam itu.


”Apakah kau sudah merasa baik, ketika bersama Nikolaus? Apakah otakmu sudah geser? Dia adalah saudaramu sendiri!” Ketus Matth.


”Bodoh! Kami tidak ada hubungan darah, dan Nikolaus hanyalah anak adopsi keluarga Berrel.” Balas Ashlee tak kalah ketus, bahkan menyebut ucapan dari Matth bodoh.


Matth sedikit terkejut atas keberanian serta perubahan dari sikap Ashlee kali ini.


”Mengapa kau melanggar perintahku, sudah kukatakan, tak akan kubiarkan satu pria pun mendekatimu.”


”Siapa kau? Mengapa begitu ingin menguasaiku? Seharusnya kau malu, kau akan segera menikah. Lebih baik kau urus saja dirimu sendiri!” Ketus Ashlee.


”Ashlee, kau benar-benar sudah berani bersikap arogan padaku!” Matth mendekati Ashlee dan mencengkeram rahang Ashlee dengan tatapan mata setajam belati.


”Kau sendiri selalu bersikap semena-mena padaku, lantas, mengapa aku harus bersikap lemah pada orang yang jelas-jelas tidak bisa menghargai seorang wanita. Kau pikir aku ini barang bahkan binatang yang bisa kau jinakan dan kuasai sesuka hatimu?” Teriak Ashlee.


Hmm.. Matth tersenyum miring, melihat keberaniam dari sikap Ashlee padanya.


”Kau boleh melakukan hal apapun yang kau suka, tapi tidak halnya berhubungan dengan pria manapun. Tapi, jika kau masih keras kepala.. maka, jangan salahkan aku, jika aku benar-benar membuat pria bajing4n itu musnah dari muka bumi ini. Selama ini, aku masih membiarkannya saja.” Peringat Matth yang tentu saja tidak main-main dengan segala ucapannya.


”Brengs3k kau Matthyas! Kau selalu seperti ini mengancam dan terus mengancam!”


”Aku tidak sedang mengancam, sayangku.. aku hanya sedang memperingatimu agar tetap bersikap manis. Karena bisa saja, besok kau hanya akan melihat makam dari si bajing4n itu beserta saudara bajing4nnya yang bodoh itu.” Ucap Matth dengan tersenyum licik dan cukup menakutkan.


Mendengar hal itu, Ashlee tentu saja sangat takut dan juga cemas.


”Silakan saja kau bertindak keji, maka aku juga hanya akan tinggal nama di muka bumi ini.” Ucap Ashlee.


”Kau merelakan hidupmu, hanya untuk kehidupan seorang pria bodoh seperti Nikolaus? Lihat, apa yang dapat ia lakukan untukmu? Hanya aku! Hanya aku yang bisa melindungimu, sedangkan si bajing4n Nikolaus hanyalah si pecundang!” Bentak Matth dan menarik pergelangan tangan Ashlee menuju kamar mandi.


”Lapaskan aku bajing4n, dasar sialan!” Pekik Ashlee.

__ADS_1


__ADS_2