
Sebenarnya, mereka bukan merupakan saudara, hanya saja tidak seperti yang Nico katakan. Karena, ayah Matth tidak pernah menabur benih pada rahim ibu dari Nikolaus. Cerita itu hanyalah kebohongan dari ibu Nikolaus kala itu. Dikarenakan, ibu Nikolaus begitu mencintai ayah dari Matth, meski cintanya bertepuk sebelah tangan. Ibu dari Nikolaus mengatakan hal itu, agar anaknya membalas dendam sakit hati atas penolakan dari ayah Matth. Yah, keluarga Nikolaus memang cukup lebih licik. (Pernyataan dari Nico pada BAB.7)
Jadi, bisa disimpulkan bahwa balas dendam yang Nico lakukan ini atas dasar perintah ibunya. Ibunya yang memiliki dendam besar terhadap keluarga Grayson, karena tidak mampu mendapatkan cinta dari Mr. Grayson, ayah dari Matth. Hal itu membuat mendiang ibu Nico dan Nikolaus bersaudara menjadi sangat dendam. Hingga akhir hayatnya, mendiang ibu dari Nico [Mrs. Berrel] mati dengan membawa dendam dan juga memanfaatkan putra kejamnya untuk berbuat onar. Yah begitulah, jika cinta sudah terlihat buta maka semua akan mungkin untuk dilakukan.
• • •
”Mansion Kediaman Matthyas Grayson”
”Selamat datang, Tuan besar.” Ucap para pelayan mansion sembari menunduk hormat pada sosok pria paru baya namun masih terlihat gagah juga tampan, tiba di mansion kediaman Matth.
Mr. Gray [Grandpa Gray]
”Kemana anak bodoh itu?” ucap si pria, yang sebenarnya sedang mencari Matth. Semua pelayan saling pandang, karena baru pria ini yang berani menyebutkan nama tuan mereka seperti itu.
”Hei! Apakah Cucuku juga memilih pelayan yang sama bodoh dengan dirinya? Aku bertanya, namun tak satupun dari kalian yang memberikan jawaban padaku.” Ketus si pria yang merupakan kakek dari Matth.
”Tuan Matth akan segera tiba, tuan besar.” Ucap salah seorang asisten dari Matth.
”Ah, sangat lamban.” Protes Mr. Gray, lalu melangkah menuju ruang utama mansion.
...
”Apakah itu tuan besar yang selama ini dikenal sangat otoriter?” bisik para pelayan.
”Pelankan suaramu, jika tidak kau akan langsung dipecat. Jangan berani menyinggung tuan besar. Sifatnya masih di atas Tuan Matth..” ucap si pelayan senior.
”Sungguh menakutkan, dari auranya saja sudah terasa dingin..” ucap mereka sembari terkekeh.
Tak lama kemudian, Matth pun tiba di mansion dengan terburu-buru, karena sang kakek yang tidak suka menunggu lama.
• • •
”Grandpa, maaf aku sedikit terlambat.” Ucap Matth, lalu duduk di hadapan sang kakek.
”Masih saja kau bodoh seperti ayahmu dulu.” Ketus Mr. Gray, sembari menggoyangkan kakinya.
”Pekerjaanku hari ini, cukup padat.” Ucap Matth menyela.
”Persetan dengan pekerjaanmu, kau pikir grandpa pengangguran?”
__ADS_1
”Ah, tentu saja grandpa adalah kakek hebatku selalu!” Puji Matth, untuk mencairkan suasana.
”Kau sudah meninggalkan pulau keluarga Grayson? Lalu, memilih untuk menetap di kota?”
”Yah, tapi sesekali aku akan datang ke pulau.”
”Kau membuat onar lagi, bahkan menculik mempelai pengantin wanita pria lain. Benarkah seperti itu?” tanua Mr. Gray penuh selidik.
”Itu sudah berlalu, grandpa..” balas Matth gugup, dengan nada tertawa.
”Kau ingin menyaingiku, huh!” Mr. Gray mencengkeram kerah baju milik Matth, tentu saja itu tindakan biasa, bukan ancaman.
”Sebenarnya aku sangat ingin menyaingi grandpa!” Ucap Matth sembari tertawa lepas.
”Hanya untuk menghadapi putra dari keluarga Berrel saja kau kewalahan, bagaimana bisa kau ingin berada di atas grandpa.” Ketus Mr. Gray, membuat Matth sedikit kikuk dibuatnya.
Mr. Gray yang merupakan kakek dari Matth ialah seorang ketua gang Mafia. Golongan Mafia yang dikenal dengan kebrutalannya, juga tidak pandang bulu saat membasmi musuh-musuh mereka. Hingga tua kini, Mr. Gray masih mengepalai ketua Gang Mafia miliknya.
”Grandpa lebih baik beristirahat, diusia senja seperti ini, seharusnya grandpa menikmati masa-masa tua, bukan?”
Cihh! ”Jika bukan karena aku, maka kota kami akan diporakporandakan oleh anak jodoh Berrel itu!” Ketus Mr. Gray.
”Yah, dia menggunakan kemampuan spiritualnya untuk mengacau. Hanya saja, beruntung aku sempat membuat tameng. Di era maju seperti ini, masih saja mengandalkan ilmu spiritual, sungguh pecundang rendahan.”
Matth menyeringai mendengarkan ucapan dari sang kakek yang begitu ketus dan apa adanya.
”Kau juga, jangan coba-coba untuk mennggunakan kemampuan leluhur kita, atau kau akan kehilangan segalanya.” Peringat sang kakek.
”Baik, grandpa. Aku bisa mengendalikan diriku.”
”Satu hal penting lagi! Jangan coba-coba untuk mendekati wanita keturunan darah keluarga Berrel, atau nasibmu akan berakhir cepat.” Mendengar hal yang satu ini, tentu saja jiwa dan perasaan Matth berontak tak terima.
”Mengapa?” tanya Matth memastikan.
”Mengapa? Kau masih bertanya! Karena darah dari keturunan Berrel itu darah kotor menjijikan! Aku tidak sudi memiliki keturunan dari darah Berrel.” Tegas Mr. Gray.
”Apakah karena persaingan di masa lalu, sehingga grandpa bersikap seperti ini? Bukankah, dia tidak terlibat, bahkan terbuang dari keluarga Berrel?”
”Tetap saja dalam tubuhnya mengalir darah Berrel bajing4n itu. Semua keturunannya dan yang telah menyebabkan kematian ayah dan ibumu. Kau harus ingat itu!” Peringat Mr. Gray.
Matth hanya bisa terdiam menahan rasa ingin memberontak dalam dirinya.
__ADS_1
Akibat permusuhan di masa lalu, dan persaingan bisnis juga percintaan yang tak sampai. Membuat dua kubu ini menjadi musuh bebuyutan seumur hidup.
”Keluarga mereka itu keji, jauh lebih keji dariku.”
”Sungguh? Bukankah grandpa juga seorang playboy dulu?” ejek Matth, sehingga suasana tidak terlalu tegang.
”Stupid grandson!” Ucap Mr. Gray, lalu melangkah pergi dari hadapan Matth, untuk berkeliling area mansion megah milik Matth tersebut.
Diam-diam, Matth menelepon Ashlee, agar tidak datang ke mansion selama sang kakek berada di sana.
Matth: ”Tinggallah di penthous, karena kakek sedang berada di mansion. Untuk pakaianmu, sore ini aku akan mengirim pihak toko pakaian, membiarkanmu memilih sesuka hati.”
Ashlee: ”Aku akan membeli pakaianku sendiri, itu tidak perlu.”
Matth: ”Toko ini adalah toko milikku. Jadi, kau tidak perlu membayar, aku sudah urus semua tagihan. Kau pilih saja semua kebutuhan, keperluan serta keinginanmu.
Matth pun mengakhiri percakapan singkat mereka
* * *
”Penthouse Kediaman Matthyas Grayson”
”Hallo, hallo!”
Huhh! ”Selalu saja bertindak semaunya!” Keluh Ashlee, yang sedang berbaring di dalam kolam renang penthouse mewah tersebut.
Bzzttt...
Asisten: ”Selamat sore, Nyonya. Malam ini pihak toko akan mengantarkan barang-barang yang telah Tuan Matth pesan untuk Nyonya.”
Ashlee: ”Aku bahkan belum memilihnya..” balas Ashlee sembari menepuk jidatnya.
Asisten: ”Tuan Matth ingin Nyonya hanya menerima bersih saja. Selamat sore.”
Semua pakaian terbaik dan baru akan segera datang. Tak hanya itu, semua kebutuhan wanita dari ujung rambut hingga ujung kaki sudah disiapkan bagi Ashlee. Sehingga, dimana pun Ashlee berada, ia tidak mencemaskan pakaian atau barang apa saja yang harus dikenakan. Karena semua sudah tersedia dengan rapi. Sungguh kehidupan yang nyaman dan menjadi impian kebanyakan wanita.
Akan tetapi, bagaimana jadinya jika Mr. Gray, si kakek tampan Matth mengetahui hubungan Matth dan Ashlee?
***
__ADS_1