Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Lepaskan aku


__ADS_3

Merasa Matth tidak akan mempedulikan perasaannya, Ashlee pun mulai memikirkan hal-hal lain di kepalanya. Ashlee sudah lelah terus menuruti apa yang Matth katakan, Ashlee juga memiliki hak sebagai manusia.


Ashlee kembali menenggak minuman beralkohol yang selama ini tersimpan rapi di dalam lemari khusus, dan akhirnya Ashlee pun menikmati setiap tetes demi tetes minuman mewah tersebut.


”Ternyata rasanya selezat ini.. pantas saja orang-orang kaya suka meminumnya, ternyata begitu rasanya..” ucap Ashlee, lalu mulai terhanyut dalam imajinasinya.


Ashlee pun akhirnya kehilangan kesadaran dan terus tertawa dibarengi air mata. Karena terlalu peliknya permasalahan yang saat ini sedang Ashlee hadapi. Akibat mabuk berat, Ashlee tertidur lelap hingga keesokan harinya, padahal Ashlee harus menemui klien penting bahkan menghadiri rapat.


Hal tersebut pun dilaporkan kepada Matth yang juga sibuk dengan pekerjaannya.


***


Bzzzttt.... Ponsel milik Matth terus bergerak dan membuat Matth buyar dari fokusnya.


Asisten Ashlee: ”Selamat sore tuan, maaf telah mengganggu tuan. Namun, ada hal penting yang ingin disampaikan,” ucap si asisten dari Ashlee.


Matth: ”Yah, katakan saja.” Jawab Matth.


Asisten Ashlee: ”Nyonya Ashlee sedari pagi tidak datang ke kantor, bahkan pertemuan maupun rapat penting harus dibatalkan dan cukup membuat situasi menjadi sedikit risau, tuan.” Ucapnya dengan nada cemas.


Matth: ”Dimana Nyonya Ashlee? Mengapa kau sebagai asisten begitu bodoh, sehingga tidak menahu di mana keberadaan atasanmu!” Bentak Matth.


Asisten Ashlee: ”Maaf tuan,, namun pesan juga panggilan dari kami tidak digubris oleh nyonya. Kami pun tidak tahu harus mencari kemana lagi..”


Matth pun teringat, bahwa saat ini Ashlee sedang berada di penthouse miliknya dan akses ke sana pun hanya dirinya yang tahu.

__ADS_1


Matth menutup panggilan begitu saja, dan bergegas untuk pergi ke penthouse miliknya.


”Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan, tidak biasanya bersikap seperti ini..” gumam Matth yang harus pergi meninggalkan pekerjaan untuk menemui Ashlee.


***


”Penthouse Kediaman Matthyas Grayson”


Benar, seperti dugaan Matth, Ashlee ternyata berada di penthouse.


”Ashlee! Apa yang kau pikirkan? Setidaknya kau beritahu bawahanmu, jika kau ingin beristirahat di sini.” Ucap Matth, lalu mendekati Ashlee.


Beberapa botol minuman mewah dan beralkohol tinggi pun terlihat berserak di lantai. Sedangkan Ashlee terbaring di atas sofa hanya mengenakan pakaian serba mini.


”What the hell..” ucap Matth, dan sudah paham apa yang telah Ashlee lakukan.


Ahk... Uhkk... Pekik Ashlee yang baru saja tersadar dari kondisi mabuk beratnya. Meski dengan kepala yang cukup pening, Ashlee berusaha untuk pergi dari dalam kolam tersebut.


”Sudah sadar?” tanya Matth, lalu meraih kedua pergelangan kaki Ashlee agar tetap berada di dalam kolam.


”Lepaskan aku.. aku lelah..” ucap Ashlee dengan suara lemas.


”Kau meminum sebanyak itu, kau pikir kau sekuat apa? Tindakan bodohmu jutsru akan mencelakai dirimu sendiri.” Ucap Matth pada Ashlee yang terlihat geram dengan sikap Ashlee.


”Apa pedulimu, ini urusanku!” Balas Ashlee.

__ADS_1


”Tapi kau adalah tanggung jawabku, Nona Ashlee Keith.” Matth meraih kedua pergelangan tangan Ashlee dan menuntut Ashlee untuk menatap ke arah dirinya.


”Ashlee, bagaimanapun sikap egoisku terhadap dirimu, aku tetap akan bertanggungjawab atas semua yang menimpamu. Juga, aku tidak akan membiarkan kau mengalami hal-hal buruk. Apa kau mengerti?”


”Justru tetap bersamamu adalah hal buruk di dalam hidupku. Aku kehilangan kebebasan, semua dibawah kontrolmu. Kau pikir semua kemewahan yang ada ini dapat membeli sebuah kebahagiaan dan kenyamanan?”


”Tentu saja, karena semua wanita mendambakannya, bukan?” ketus Matth.


Cihh... Ashlee tersenyum miring dan menggelengkan kepala tanda tak setuju dengan pendapat dari Matth.


”Semakin kau mengekangku, maka aku akan semakin berontak. Ashlee yang kau kenal dulu perlahan akan menjadi Ashlee yang baru, seperti yang kau lihat saat ini.” Tegas Ashlee.


”Silakan saja bertindak seperti keinginanmu, namun aku juga memiliki beribu cara untuk membuatmu tetap berada di sisiku.”


”Terserah padamu saja. Mulai saat ini, aku berhenti menjadi CEO Fashion and Beauty Gray Group. Aku akan menjalani kehidupan normalku sendiri.” Tegas Ashlee, lalu bergegas mengenakan handuk di tubuhnya.


”Ashlee, kau tidak bisa melakukan itu!”


”Kenapa tidak? Hal apa lagi yang ingin kau renggut dariku? Bukankah sudah puas!” Ketus Ashlee, dan mendorong Matth dari hadapannya.


Matth yang kesal pun menarik Ashlee menuju sebuah sofa dan memaksa Ashlee untuk kembali melayani nafsu bejatnya.


”Dasar bajing4n tidak tahu malu! Sudah cukup kau buat aku seperti pel4cur pribadimu!” Ashlee berusaha untuk mempertahankan diri, dan untuk menghindari Matth, Ashlee pun mengambil sebilah pisau. Dengan nekat, Ashlee menyayat lengannya menggunakan pisau tersebut.


Sontak Matth dibuat tak percaya atas apa yang baru saja Ashlee lakukan.

__ADS_1


”Ashlee, apa kau sudah gila!” Matth merampas pisau tersebut dari tangan Ashlee yang sudah terlihat mengeluarkan darah segar.


”Apa gunanya aku hidup jika hanya menjadi budak pemuas nafsu bejatmu saja! Aku bukan pemuas hasratmu, Matthyas Bajing⁴n!! Sudah cukup kau buat aku menderita dan terus tunduk melayanimu!” Jerit histeris Ashlee, dan karena sebenarnya fobia darah. Alhasil Ashlee pun jatuh pingsan melihat cucuran darahnya sendiri.


__ADS_2