Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Pelayan ranjangmu


__ADS_3

“Mansion Kediaman Matthyas Grayson”


Ashlee sudah dinyatakan pulih, dan dapat memulai kembali aktivitasnya.


Semakin hari, Ashlee mulai dapat menerima Matth disisinya. Melihat bagaimana pengorbanan Matth terhadap dirinya, hanya saja masih ada rasa gengsi ditindakannya itu. Akan tetapi, bagaimana jadinya jika Ashlee mengetahui kebenaran tentang Nico dan Nikolaus bersaudara. Akankah, Ashlee kembali menambatkan hatinya pada Nikolaus?


...


”Tuan Matth, di depan sudah ada tuan Douglas,” ucap salah seorang pelayan mansion.


”Suruh saja dia masuk.” Balas Matth, yang masih berkutat dengan layar laptop miliknya.


Setelah beberapa saat kemudian...


”Kau masih saja terlihat sibuk, bahkan ketika aku sudah tiba,” ucap Douglas atau bisa kita sebut Elph.


”Apa yang membuatmu datang berkunjung kemari, Dou?” tanya Matth, namun seakan aduh akan kehadiran Douglas.


“Aku dengar-dengar, kau membawa seorang wanita ke mansion ini. Apakah aku bisa berkenalan dengannya?”


”Kau, jangan macam-macam, Dou! Kuperingatkan kau!” Tiba-tiba saja Matth terlihat sangat marah, hingga sekilas sudah berada di hadapan Douglas sembari mencengkeram kerah baju Douglas.


Douglas seketika itu tertawa geli, melihat sikap cemburu dari Matth.


”Kau masih saja bersikap posesif, ingat Matth, tindakanmu ini justru akan membuatnya menjauh, suatu saat nanti..”



”Omong kosong, dia hanya akan berada di sisiku dan selamanya bersamaku.”


”Atas dasar apa kau begitu yakin, Matth? Apakah hanya karena kau memiliki raganya, kau pikir kau sudah memiliki segalanya? Ingat, masih ada perasaan yang tidak dapat kau raih dengan tindakan seronoknya itu.” Ucap Douglas, sembari menikmati buah anggur yang terletak di atas meja, tepatnya di dalam ruangan Matth.


”Peduli setan! Aku hanya peduli, dia tetap berada di sisiku, entah suka atau tidak suka. Lagipula, aku adalah pria satu-satunya yang ia cintai sebelumnya, dan hanya akan ada aku dihidupnya.” Tegas Matth.

__ADS_1


“Lantas, bagaimana jika Nona Ashlee mengetahui kebenaran tentang Nikolaus dan Nico bersaudara? Akankah, kau masih dapat berlagak seperti sekarang ini?” sontak ucapan dari Douglas membuat Matth begitu geram, hingga dengan spontan menghantam wajah tampan Douglas.


Bugh!! Satu kali hantaman, mampu membuat Douglas merasakan nyeri dari pukulan Matth.


”Kau terlalu banyak bicara, dan seharusnya kau lebih sadar diri akan siapa dirimu, Douglas Elph.” Peringatan Matth dengan tatapan penuh kekesalan dan emosional.


”Kau masih saja menjadi pria temperamental. Sikap seperti inilah yang tidak dimiliki Nikolaus, dan sangat disukai Nona Ashlee tentunya.”


”Lebih baik kau pergi, sebelum aku mengirimkan kembali ke pulau perasingan!” Peringat Matth, kemudian Douglad pun beranjak pergi dari hadapan Matth yang sedang terbakar amarah.


”Terima kasih, telah membebaskan aku, dan tenang saja aku adalah pria yang tahu diri. Bye bye! Tuan Matth!” Ucap Douglas yang masih bersikap cengengesan itu.


Sesaat ketika Douglas melangkah ke luar dari ruangan kerja Matth.


Perhatiannya pun teralihkan oleh sosok Ashlee yang terlihat sedang asyik bermain tenis bersama para penghuni mansion.


Dou berdiri sembari terus memandangi Ashlee yang terlihat sangat berkeringat, dan kian menarik.


”Sungguh wanita yang malang, kau harus terkungkung di dalam jerat di Matth licik itu. Sekalipun kau diberikan kenyamanan, tapi semua tidaklah gratis, Nona Ashlee..” ucapan dari Dou, ternyata terdengar hingga ke telinga Ashlee, namun terdengar samar-samar. Seolah Dou dengan sengaja melakukan hal itu.


”Tuan Elph?” ucap Ashlee, lalu menghentikan permainannya, lalu berjalan ke arah Elph.


Namun, Elph pergi begitu saja dengan mengendarai mobil sport miliknya.


”Aku sangat yakin, itu adalah tuan Elph, dan suara yang bergema di telingaku juga..”


”Lantas, siapa sebenarnya orang-orang ini.. mengapa mereka seolah memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia normal pada umumnya?” Ashlee mulai bertanya-tanya dan rasa ingin tahu kian memenuhi kepalanya.


•••


Malam harinya, Matth merasakan rasa gelisah luar biasa tak tertahan. Kemudian, Matth mendatangi Ashlee ke kamarnya yang berada di lantai tiga mansion.


Kamar Ashlee.

__ADS_1


Baru saja Ashlee selesai membersihkan diri dan masih mengenakan handuk saja. Matth sudah berada di dalam kamarnya.


”Kau, tolong keluarlah, aku harus berganti pakaian terlebih dulu.” Ucap Ashlee, hanya saja permintaan itu tidak digubris Matth.


Matth justru menyerang Ashlee hingga terjatuh menuju ke atas tempat tidur. Matth mulai mencumbu Ashlee dengan begitu ganas dsn tentunya malam ini adalah malam panjang bagi Ashlee untuk kembali melayani nafsu dari Matth


”Lepaskan! Aku baru saja pulih!” Pekik Ashlee, hanya saja Matth sudah tak mampu lagi mengendalikan keinginan dirinya.


”Sial.. lagi-lagi aku berakhir seperti ini..” Ashlee hanya dapat menuruti semua keinginan dari Matth.


”Semua yang telah kuberikan untukmu tidaklah cuma-cuma. Kau hanya perlu tunduk dan menuruti saja semua yang kukatakan. Tidakkah semua itu cukup mudah, bukan?” ucap Matth, ketika mereka baru saja selesai bercinta.


”Tenang saja, aku sangat sadar diri. Bahkan untuk menggantikan semua yang sudah kau perbuat dan berikan untukku pun.. tentu aku tak mampu membalasnya.” Ucap Ashlee sembari berbalik badan.


”Bagus. Tetaplah menjadi wanita yanh tunduk.” Ucap Matth, lalu beranjak pergi.


”Yah, aku hanyalah pemuas hasrat bagimu, tak lebih tak kurang dari itu..” lirih Ashlee, dan tiba-tiba meneteskan air mata.


Memilih pergi pun, sungguh tak mungkin. Karena segala ancaman tentu akan mengikutinya, terutama dari Diona dan Nico. Sedangkan, jika tetap bersama Matth, maka hidupnya akan jauh lebih tenang dengan segala kelimpahan yang ada. Meskipun, harus mengorbankan tubuhnya sebagai imbalan.


Sikap dingin dan arogan Matth kini membuat Ashlee sadar. Bahwa segala yang ada di bawah kolong langit ini tidaklah gratis dan cuma-cuma. Semua tentu ada timbal baliknya.


Sejak kecil, Ashlee sudah dititipkan di sebuah panti asuhan. Ashlee bahkan tidak mengetahui, siapa kedua orangtuanya dan bahkan kerabatnya. Namun, tidak ingin terus berlarut di dalam kesedihannya, Ashlee memutuskan untuk terus menjalani kehidupan yang penuh tipu daya dan fana ini.


”Cinta.. apa itu cinta? Cinta hanyalah uang dan kedudukan..” ucap Ashlee sembari menyeka air matanya.


”Sudah sejauh ini aku melangkah, lantas apa lagi yang aku harus pertahanan dalam diriku. Lebih baik nikmati saja semua ini, dan anggap saja sebagai pelayanan ranjang untuk balas budiku..” ucap Ashlee. Meski perasaannya hancur lebur, atas kenyataan hidupnya. Hanya saja, Ashlee harus tetap menjalani kehidupannya dengan tetap bersemangat.



Sementara itu..


Matth sebenarnya mengetahui apa yang sedang Ashlee rasakan, hal itu terjalin kuat, sejak Ashlee berada di mansion miliknya ini. Hanya saja, sikap egoisnya membuat Matth kembali bersikap dingin dan arogan. Terlebih, ketika mengetahui bahwa Nikolaus masih hidup. Sontak Matth seakan terus bersikap waspada, dan membuatnya juga bersikap sama terhadap Ashlee.

__ADS_1


***


__ADS_2