Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Apakah ini perasaan cemburu?


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, Matth kian sibuk dengan urusannya sendiri, terlebih lagi kini Matth sudah semakin dekat saja dengan Eveline.


Di sebuah restoran cepat saji, Ashlee menikmati makan siang bersama dengan Douglas, dikarenakan ada beberapa hal penting yang harus mereka bicarakan bersama.


”Akhir-akhir ini, kau sudah jarang terlihat bersama Tuan Matth. Apakah kalian sedang bertengkar?” tanya Dou, sembari menyantap makan siang miliknya.



”Apa urusannya denganmu?” balas Ashlee dengan cukup ketus. Seketika itu juga Dou tertawa, tatkala melihat ekspresi dari Ashlee terhadap dirinya.


”Apa kau tidak peduli padanya?” goda Dou.


”Aku hanya peduli dengan pekerjaanku saja, bukan dia.” Tegas Ashlee.


”Sungguh? Bahkan jika Tuan Matth sedang bersama wanita lain?”


”Ah, itu hak biasa, bagi seorang pria mapan yang juga cukup dikenal oleh kalangan masyarakat.” Jelas Ashlee.


”Benarkah, bahkan jika yang bersamanya ialah wanita spesial?” goda Dou lagi.


”Itu urusannya, bukan urusanku.”


”Panjang umur, baru saja kita membicarakannya, bahkan masih terasa hangat namanya di lidah kita. Orangnya sudah tiba.” Ucap Dou.


”Kau..” Ashlee cemas, jika Matth marah, karena memergokinya sedang bersama seorang pria, meskipun itu ialah Dou.


Akan tetapi, ketika Ashlee benar-benar menoleh ke arah Matth kini berada.


”Sepertinya, itu adalah wanita yang dijodohkan dengan tuan Matth..” batin Dou.


Matth terlihat sedang bersama seorang wanita cantik nan anggun tentunya. Wanita itu bahkan merangkul manja Matth, dan sepanjang jalan keduanya terlihat sangat hangat. Yah, Matth kini sedang bersama dengan Eveline.

__ADS_1


Diwaktu bersamaan juga, Matth pun melihat ke arah mereka. Lalu, tanpa diduga, Matth mengajak Eveline untuk duduk bersama Ashlee dan Dou.


•••


”Masih bisa bergabung?” tanya Matth.


”Tentu saja, silakan.” Jawab Dou dengan wajah tersenyum.


”Tuan Douglas Elph, lama tidak berjumpa.” Ucap Eveline dengan nada lembut, ramah dan sopan. Ashlee masih dalam suasana terkejut, terlebih lagi, sosok wanita yang saat ini bersama Matth terlihat sangat baik dan juga s



opan.


”Perkenalkan, ini Nona Ashlee, klien kerjaku.” Ucap Dou, dan Eveline dengan ramah berkenalan dengan Ashlee.


Sangat terlihat jelas, bagaimana Ashlee menatap Eveline, penuh dengan tanda tanya besar. Matth pun menyadari hal itu, namun hanya diam saja, seolah tak peduli pada perasaan Ashlee.


”Ah, benar, Nona.” Balas Ashlee.


”Wah, sangat beruntung. Aku sangat menyukai semua produk dari perusahaan anda, dan aku adalah pengguna setia dari setiap produk kosmetik anda.” Ucap Eveline antuasias.


”Terima kasih, telah menggunakan produk dari kami.” Ucap Ashlee.


”Ah, pantas saja kulitmu semakin glowing saja.” Puji Matth tepat di hadapan Ashlee.


”Ah, aku jadi malu, jangan memujiku seperti itu..” ucap Eveline tersipu, sembari mencubit gemas lengan Matth.


Ashlee hampir tak bisa melanjutkan makan siang miliknya yang baru saja mereka santap. Namun, Dou memberikan kode agar Ashlee bersikap biasa-biasa saja.


Bzzttt... Satu pesan masuk..

__ADS_1


”Tetaplah bersikap profesional, apapun yang terjadi.” Mr. Dou Elph.


Tulis Dou di pesan singkatnya, kemudian Ashlee pun berusaha agar tetap terlihat biasa, terutama di hadapan Matth. Meski sejujurnya, perasaan Ashlee saat ini sedang tak karuan.


”Nona Ashlee, jika berkenan, aku ingin sesekali berkunjung ke pabrik pembuat skin care di perusahaan anda. Apakah Nona keberatan?”


”Tentu saja dengan senang hati, Nona Eveline. Silakan hubungi saja aku, jika Nona membutuhkan sesuatu.” Ucap Ashlee.


”Wah, sungguh? Terima kasih banyak, Nona Ashlee.” Ucap Eveline, sembari menggenggam jemari Matth.


”Sangat kebetulan sekali, dalam waktunya yang dekat, aku membutuhkan sebuah gaun untuk pesta pertunangan kami. Aku ingin, Nona Ashlee lah yang mendesainnya. Aku yakin, pasti sangat anggun, bukan?”


”Ah, selamat atas pertunangan anda, Nona. Tentu saja, aku akan memberikan beberapa contoh desain dari perusahaan kami.”


”Tapi, aku ingin langsung dibuat oleh Nona Ashlee. Karena ini merupakan suatu kehormatan bagiku.”


”Tentu saja, itu tidak masalah.” Balas Ashlee.



”Bertunangan.. jadi mereka adalah pasangan kekasih sungguhan? Hmm.. seharusnya aku bahagia, sehingga aku tidak perlu lagi berjerih lelah melayani hasrat dari Matth..” Batin Ashlee.


Namun, dibalik semua itu, Ashlee merasa cukup sedih, dan ia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini seperti apa.


”Terima kasih, Nona Ashlee, atas kesediaan dari anda.” Timpal Matth dengan tersenyum penuh makna ke arah Ashlee.



Ashlee tak dapat menutupi perasaannya di hadapan Matth, dan Matth sangat menyadari hal itu.


***

__ADS_1


__ADS_2