
”Mansion Kedimanan Matthyas Grayson”
”Kemana Ashlee?” tanya Matth yang kala itu sedang heran, karena Ashlee tak kunjung kembali.
”Nyonya sedang bertemu dengan seorang teman, tuan.” Jawab si asisten dari Ashlee.
”Teman? Teman dari mana?” tanya Matth lagi penuh selidik.
“Ah, sepertinya teman lama, tuan..”
”Bodoh! Apa gunanya kalian bersamanya, jika hal sekecil ini kalian masih ragu untuk memberikan jawaban!” Bentak Matth, sontak semua bergidik ketakutan.
”Nyonya akan segera kembali, tuan.” Ucap sis asisten, dan terdengar suara mobil di luar, yang merupakan sebuah taksi umum.
”Taksi?” Matth lalu melangkah ke luar mansion.
Ternyata Ashlee baru saja kembali seorang diri, dan Matth sudah sangat kwartir pada Ashlee.
Baru saja Ashlee tiba, Matth menarik paksa pergelangan tangan Ashlee dan membawanya ke dalam basment.
•••
”Kau memang sangat sulit untuk diatur dan tahu diri rupanya!” Bentak Matth.
”Ada apa? Aku hanya ingin keluar tanpa gangguan privasi. Tidak perlu menyalahkan mereka, akulah yang bersalah.” Ucap Ashlee.
”Kau harus sadar, aku melakukan semua ini demi dirimu. Jika tidak demi dirimu, untuk apa aku bersusah-payah memberikan perlindungan keamanan ketat!”
”Aku tidak pernah memintanya, dan aku pun muak jika harus terus berada dalam hal yang seperti ini. Aku juga butuh kebebasan!” Tegas Ashlee.
”Kebebasan seperti apa lagi yang kau inginkan? Kau hanya akan bernasib sial seperti malam itu lagi. Lantas, siapa yang akan menolongmu, jika bukan aku.”
”Kau terlalu sombong, hanya karena semua fasilitas ini, bukan? Silakan, ambil semua, aku tidak butuh, aku bisa hidup di luar sana tanpa semua ini!” Ashlee pun membanting id card miliki bahkan semua black card limited edition yang telah Matth fasilitasi untuknya.
”Kau sombong sekali!” Bentak Matth, dan mendorong paksa Ashlee menuju sebuah ruangan, dan mengunci Ashlee di sana seorang diri.
”Lepaskan aku! Buka! buka, kumohon..” Teriak Ashlee dari dalam sana, namun Matth membiarkan Ashlee berada di sana seorang diri.
”Renungkan kesalahanmu hari ini, dan cuci otak kotormu itu.” Ucap Matth, kemudian melangkah pergi dari sana.
Hingga larut malam pun tiba ...
__ADS_1
Matth kembali ke dalam ruangan itu, dan kemudian memaksa Ashlee untuk bercinta dengannya. Meski Ashlee sudah menolak, akan tetapi Matth tak dapat terbantahkan. Akhirnya, Ashlee harus melayani Matth dengan rasa terpaksa. Sementara itu, rasa benci di hatinya kian membesar pada Matth.
Tak hanya harga dirinya yang terluka, namun juga perasaannya pun sudah hancur lebur karena hal ini.
Matth memeluk Ashlee, dan seakan tak ingin Ashlee pergi jauh darinya.
”Apa yang sedang ingin kau ketahui di luar sana, kuharap kau tidak perlu lagi mencari sesuatu yang seharusnya kau abaikan.” Ucap Matth, tepat di daun telinga Ashlee.
”Kau penuh misteri, dan masih ada begitu banyak hal yang belum kuketahui. Mengapa kau masih saja menyembunyikannya dariku?” balas Ashlee dengan suara lirih.
”Kau masih mencari Nikolaus?” tanya Matth secara blak-blakan.
Ashlee terdiam sejenak, dan Matth membalikan tubu Ashlee sehingga keduanya saling bertatapan mata.
”Aku hanya ingin tahu sebuah kebenaran saja. Aku tidak bisa terus menerus hidup di dalam kebohongan.”
”Lantas, apa yang akan kau lakukan, jika kau sudah mengetahuinya? Apa kau berniat untuk kembali padanya, dan meninggalkan aku?”
”Apa maksudmu? Ucapannya kali ini semakin membuatku sulit untuk mempercayaimu.”
”Seharusnya kau sudah paham apa yang kukatakan. Kau pikir aku bisa kau bodohi. Kau pergi ke luar hanya untuk mencari kebenaran tentang Nikolaus, kekasih bodohmu itu.”
Ashlee hanya terdiam, karena Matth begitu sulit ia bohongi.
”Kau memperlakukan aku layaknya seorang jal4ng rendahan. Apa kau pikir aku menyukai hal ini?” ucap Ashlee dengan bibir bergetar.
”Tapi bukankah kau juga sangat menikmati semua ini, sayangku?” balas Matth, dan membuat Ashlee tak mampu memberikan jawabannya lagi.
”Persetan. Kau memang licik, tuan Matthyas.” Ucap Ashlee kesal, dan wajahnya bersemu merah atas apa yang telah Matth katakan pada dirinya.
Matth pun duduk di bibir ranjang king-size tempat keduanya berada.
”Sekalipun kau bersama Nikolaus, tapi kalian tidak akan bisa bersama selamanya. Ingat itu.”
”Apa lagi yang ingin kau sampaikan padaku? Kau selalu memberikan pernyataan yang membuatku harus berpikir keras agar dapat memahaminya.”
”Tentu saja, hal itu agar kau cerdas sayang. Dunia luar sana sangatlah kejam, dan kau sudah membuktikannya sendiri, bukan?”
”Bangun, dan kembalilah ke kamarmu. Besok kau harus menghadiri pertemuan penting.” Matth menarik kedua tangan Ashlee dan membantu Ashlee mengenakan kembali seluruh pakaian miliknya.
***
__ADS_1
”Perusahaan F&B Gray Group”
Ashlee kembali menjalani aktivitas padatnya, dan kali ini Ashlee mulai memikirkan ucapan dari Matth malam kemarin. Mengenai Nikolaus dan dirinya yang tidak akan mungkin dapat bersama.
”Bahkan aku pun tidak lagi menginginkan cinta, karena cinta hanyalah pembodohan. Aku hanya ingin tahu sebuah kebenaran saja, tidak lebih dari itu.” Batin Ashlee.
Fokusnya mulai terganggu karena ucapan teka-teki dari Matth itu.
Bzzttt... Mr. Matth is calling...
Matth: ”Sampai kapan kau akan terus melamun seperti itu?” ucap Matth dari balik panggilan selular.
Ashlee: ”Dari mana kau tahu, jangan berlagak paling tahu segalanya.” Ketus Ashlee.
Matth: ”Lihat ke bawah sini,”
Rupanya, Matth sudah sedari tadi memantau Ashlee yang berdiri termenung di dalam ruangannya. Kebetulan sekali, tirai yang ada di dalam ruangan Ashlee sedang terbuka.
”Aku akan masuk menemuimu.” Ucap Matth lalu mengakhiri panggilan mereka.
•••
Setelah percakapan singkat itu, Matth pun masuk ke dalam gedung megah nan mewah F&B Gray Group.
Semua mata tertuju padanya, dan menyambut hangat kedatangan sang pemilik tunggal perusahaan ternama di kota tersebut. Kekayaan dan kekuasaan yang Matth miliki tak perlu lagi dipertanyakan.
Ashlee berdiri di tengah aula utama, untuk menyambut kehadiran Matth.
”Nikmati saja semua ini. Lagipula, hidupku seakan sudah menjadi miliknya,” batin Ashlee.
Melihat betapa gagahnya Matth, wanita mana pun tentu akan bertekuk lutut padanya. Diantara sekian banyak wanita, hanya Ashlee yang terpilih. Bahkan itu harus melalui cara licik dari Matth.
Alangkah beruntungnya Ashlee, jika dijajarkan dengan para wanita diluar sana. Namun, materi juga bukanlah segalanya untuk menjadi bahagia.
”Terima kasih atas kerja keras tim yang ada, terutama Nyonya CEO yang sangat luar biasa. Produk fashion hasil karya tangan nyonya CEO berhasil tembus ke luar negeri. Bukan karena aku, namun karena karyanya.” Ucap Matth, yang disusul oleh tepukan tangan meriah.
* * *
Setelah pertemuan itu, Matth bersama Ashlee pergi berdua menuju sebuah penthouse milik Matth.
Lagi-lagi, keduanya kembali bercinta di sana, dan kali ini Ashlee terlihat sangat menurut tanpa adanya paksaan seperti biasanya.
__ADS_1
Ada apa dengan Ashlee, akankah Ashlee sudah menerima kenyataan yang ada, ataukah ada hal lainnya?