
Setelah sekian tahun lamanya, Ashlee pun berniat untuk mengetahui latar belakang keluarganya bahkan hal yang sangat mencengangkan pun harus ia terima.
”Panti Asuhan Kota B”
Ashlee datang berkunjung ke panti asuhan yang telah membesarkannya dan mendidiknya selama puluhan tahun lamanya.
Kini, Ashlee sudah menjadi sosok wanita yang sukses dan mapan. Tentu, Ashlee tidak bisa melupakan budi orang-orang yang berjasa selama hidupnya.
”Selamat datang kembali, Ashlee Keith,” ucap salah seorang pengelola panti asuhan.
”Ibu!” Seru Ashlee, lalu mendekap wanita yang menyambut hangat kedatangannya.
”Masuklah, sayang.” Si wanita paru baya itu pun mengajak Ashlee untuk masuk ke dalam tempat kediamannya.
• • •
”Ibu dengar-dengar, kau sudah menjadi seorang pimpinan perusahaan yang cukup besar di kota A. Ibu ucapkan selamat ya.” Ucap Mrs. Clou, pengelola panti asuhan.
”Terima kasih bu, itu juga karena didikan dari ibu. Sehingga aku dapat berdiri dengan kakiku sendiri ketika di luar.” Ucap Ashlee, meski sebenarnya Ashlee harus berbohong, karena kenyataannya apa yang ia raih kini tidaklah seperti apa yang Mrs. Clou pikirkan.
”Lantas, bagaimana dengan kehidupan percintaanmu? Tidakkah kau sudah menemukannya?” goda Mrs. Clou.
Ashlee hanya membalas dengan senyuman sendu. ”Ibu, bolehkah aku bertanya sesuatu hal yang bersifat pribadi?”
”Tentu saja, silakan.”
”Hingga dewasa ini, aku masih belum mengetahui siapa orang tua kandungku. Apakah ibu mengetahui informasi yang bisa aku temukan, agar aku dapat mengetahui siapa mereka?”
Mendengar pertanyaan dari Ashlee, sontak membuat Mrs. Clou terdiam sejenak, seolah sedang merahasiakan sesuatu.
”Mengapa kau tiba-tiba ingin tahu, anakku? Tidakkah, ibu juga adalah orang tuamu selama ini?”
”Benar bu. Ibu adalah sosok ibu bagiku. Hanya saja, aku juga perlu tahu siapa orang tua kandungku. Setidaknya, jika mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini, aku masih bisa melihat makam mereka.” Ucap Ashlee, dan terlihat sangat ingin mengetahuinya.
Karena Ashlee yang terlihat sangat ingin tahu, hati Mrs. Clou pun terenyuh karenanya.
”Ibu harap, kau tidak membenci mereka dan kecewa dengan keadaan.” Ucap Mrs. Clou, Ashlee pun siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.
”Baik bu.”
”Sebenarnya, kau adalah anak diluar nikah. Ibumu menyerahkanmu ke panti, karena pihak dari pria yang merupakan ayah kandungku ingin membunuhmu bersama ibumu..--”
^ ^ ^
•••KILAS BALIK SEJENAK•••
__ADS_1
”Kumohon rawat dia sepenuh hati dan perlakukan dia layaknya anakmu sendiri.” Lirih seorang wanita muda nan cantik, yang merupakan ibu kandung dari Ashlee.
”Apa yang kau katakan Ashlee? Ini adalah bayimu, bagaimana bisa memberikannya padaku begitu saja?” Ucap Mrs. Clou yang masih terlihat sebagai wanita muda.
”Keluarga Berrel akan segera mencariku dan membunuh kami. Setidaknya, tolong selamatkan anakku..” lirihnya, dan ternyata nama Ashlee juga ialah nama dari ibu kandungnya.
”Kau sudah bermain api, tapi kau justru menghindari akibat dari perbuatanmu, Ashlee!”
”Maafkan aku, Clou.. aku tahu, kau akan menjadi ibu yang baik baginya. Beri nama dia Ashlee Keith. Aku harus pergi.” Kemudian ia pun pergi di tengah hujan lebat yang sedang mengguyur area kota B.
Ashlee kecil pun tumbuh di dalam lingkungan panti asuhan dan di asuh oleh Mrs. Clou dengan sepenuh hati.
Lantas siapakah keluarga Berrel yang dimaksudkan itu?
•••KILAS SELESAI•••
^ ^ ^
Setelah mendengarkan semua kenyataan itu, Ashlee sangat bersedih, terlebih lagi setelah mengetahui bahwa dirinya adalah hasil dari hubungan gelap ibunya bersama pria yang telah beristri.
”Keluarga Berrel yang dimaksudkan, apakah keluarga yang tinggal di kota A? Pemilik saham terbesar kedua setelah keturunan Grayson?” tanya Ashlee dengan tubuh gemetar.
”Yah, benar.” Jawab Mrs. Clou.
Sontak Ashlee pun menangis sejadi-jadinya, dan ia tidak menyangka jika Nikolaus ialah saudaranya sendiri. Saudara satu ayah, karena Berrel adalah nama belakang keluarga besar Nikolaus.
”Dua putra cenderung mirip?” Ashlee sejenak berhenti menangis, lalu menyeka air matanya.
”Yah. Hanya saja tuan Berrel lebih cepat wafat dibandingkan istrinya. Istrinya menyusul setelah kedua putra mereka beranjak dewasa.”
”Mengapa ibu tidak mengatakannya sejak awal, jika Nikolaus adalah saudara satu ayah denganku?” ucap Ashlee yang kembali terisak.
”Karena takdir sudah tidak bisa mempersatukan kalian. Jika ibu turut campur, maka semua akan kacau, sayang..”
”Ingat baik, kau harus lebih berhati-hati terhadap adik dari Nikolaus, yaitu Nico. Dia sangat kejam, bahkan pernah menyerang panti ini, hanya untuk mencari tahu keberadaan ibumu..” Ucap Mrs. Clou dengan bibir bergetar, menunjukkan betapa mengerikannya Nico.
”Jadi, Nikolaus benar-benar memiliki seorang saudara laki-laki?”
”Yah, benar. Hanya saja Nico sudah lama tak terlihat, kemudia kembali untuk tujuan tertentu.”
”Aku sungguh tidak mengerti, bu.. mengapa semua harus menjadi serumit ini..” lirih Ashlee, di dalam dekapan Mrs. Clou.
”Nico adalah pembunuh ibu kandungmu. Karena sebenarnya, ibumu masih hidup hingga kau dewasa. Akan tetapi tidak dapat menemuimu, karena ancaman dari keluarga Berrel yang kejam itu..” Ucap Mrs. Clou.
”Aku harus membalasnya, bu.. harus!”
__ADS_1
”Untuk membalasnya, kau harus memiliki kekuatan dan kekuasaan sayang. Jika tidak, akan sangat sulit.” Mendengar hal itu, sudah tentu Ashlee hanya dapat mengandalkan keberadaan dari Matth saja.
***
Setelah mencari tahu kebenaran tentang latar belakang keluarganya, Ashlee pun pergi ke makam mendiang ibu kandungnya di pinggiran kota B.
Ashlee tetap dalam pengawalan ketat dari pengawal-pengawalnya.
Ketika tiba di area pemakaman, sungguh Ashlee tidak menyangka. Jika wajah mendiang ibunya sangat mirip dengan dirinya, seakan mereka terlihat kembar.
”Ibu.. ibu..” isak Ashlee, sembari tersungkur di hadapan makam mendiang ibunya.
”Terima kasih bu, ibu telah melahirkan aku dan menyelamatkan aku. Meski kita harus bertemu disaat seperti ini.. tapi aku yakin, ibu sangat menyayangiku..” lirih Ashlee.
Diwaktu yang sama, Matth tiba-tiba saja datang ke sana dan tepat berdiri di belakang Ashlee.
”Tidakkah hatimu lega, setelah mengetahui semua kebenaran dengan berjalannya waktu?” ucap Matth, sontak Ashlee lagi-lagi dibuatnya terkejut.
”Kau selalu saja datang dengan tiba-tiba,” pekik Ashlee, kemudian beranjak dari pemakaman mendiang ibunya.
Mereka melangkah pergi dari sana, dan Ashlee pun berada di dalam satu mobil bersama Matth.
”Untuk membalaskan semua perbuatan keji dari Nico, tentu tidaklah mudah. Aku tahu, darahmu sedang mendidih untuk menuntut balas. Hanya saja, kau harus bijak.”
”Setidaknya, aku bisa menekannya melalui apa yang dapat aku lakukan sebagai manusia.” Ucap Ashlee.
Matth pun tersenyum, melihat tekat sari mereka Ashlee.
”Itulah wanitaku seharusnya, kuat dan tangguh. Bukan justru hanya bisa meratapi nasibnya saja.” Ucap Matth.
”Tapi bagaimana dengan kemampuan spiritualnya? Tidakkah itu sulit untuk dihadapi manusia biasa?”
Matth pun tertawa mendengar ucapan dari Ashlee.
”Itu sangat mudah, hanya saja jika kau menghabisinya, maka kau tidak akan kebagian jatah balas dendam, bukan?” ucap Matth, dan tentu saja akan selalu membantu Ashlee.
”Tolong bantu aku, tuan Matthyas.” Ucap Ashlee, dengan setengah terpaksa.
”Yah, itu sangat gampang. Tapi kau tahu bukan, semua tidaklah cuma-cuma.”
”Yah aku mengerti. Kapanpun kau butuh, aku siap.”
”Itu sudah pasti, sayang. Tapi, paling tidak kau carilah gaya-gaya terbaik agar aku semakin terpuaskan.” Ucap Matth, ucapan yang sangat nakal dan terang-terangan. Ashlee bahkan bergidik, tatkala mendengar ucapan nakal dari Matth.
__ADS_1
***