Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Cemburu buta


__ADS_3

Ternyata, alasan Matth tidak langsung membunuh Nico ialah karena ingin Ashlee melampiaskan hasrat dendamnya terhadap perbuatan keji dari Nico. Matth benar-benar piawai memanfaatkan situasi, dengan begini Ashlee akan selalu bersamanya. Terlebih lagi, ketika Ashlee sudah mengetahui bahwa diantara dia dan Nikolaus masih memiliki hubungan darah.


”Setelah kejadian malam itu, sebenarnya Nico tidak akan bisa menyakitimu dengan kemampuan spiritual yang dia miliki. Karena, jika dia menyakitimu, maka hal itu akan berbalik dua kali lipat padanya.”


”Mengapa bisa seperti itu?”


”Karena kalian adalah satu ayah, satu darah. Namun, hal itu terjadi hanya ketika kau sudah mengetahui kebenarannya. Bukankah, semuanya begitu mengejutkanmu?” ucap Matth, lalu mengecup bahu polos Ashlee, mereka yang sedang bercengkrama di atas tempat tidur tepatnya di penthouse milik Matth.


”Apakah aku sudah bisa bertindak?”


”Tentu saja, tapi tetap berhati-hatilah. Oh iya, malam ini pelayananmu membuatku sangat mengantuk karena kelelahan.” Ucap Matth.


”Kau..” balas Ashlee, yang merasa malu dengan ucapan terang-terangan dari Matth.


Setelah beberapa saat kemudian, Matth pun benar-benar terlelap di dalam kenikmatan yang telah Ashlee berikan malam ini.


”Ternyata, semua yang pria ini lakukan adalah demi diriku. Tapi, disi lain dia juga mengambil keuntungan besar dariku. Namun, hal yang kuterima juga tak kalah besar..--” batin Ashlee, sembari memandangi wajah terlelap Matth yang kini berada di sisinya.


Demi membalaskan dendamnya, Ashlee pun harus merelakan tubuhnya untuk dipersembahkan sepenuh hanya pada Matth. Tak ada yang Matth minta darinya, selain kepuasan batin dan hasrat yang terpenuhi.


Namun, apakah Ashlee benar-benar hanyalah sebatas pemuas hasrat bagi Matth?


***


Gedung pertemuan pusat Kota A.


Ashlee menghadiri pertemuan penting bersama para pengusaha besar dan juga bahkan usianya tak jauh dari Ashlee sendiri.


Di sana, Ashlee kembali dipertemukan dengan Douglas.


”Nice to meet you again.” Ucap Dou, sembari memberikan senyuman pada Ashlee.


Ashlee hanya membalas dengan senyuman kecil, kemudian berlalu dari hadapan Dou.


”Nyonya CEO! Hei! Tunggu!” Seru Dou, menahan langkah kaki Ashlee yang berniat untuk mengambil makan siang bersama di aula ruang makan utama gedung tersebut.


”Berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu, sangat membuatku risih.” Ketus Ashlee.


”Apakah ini pribadi Nyonya Ashlee yang sesungguhnya? Ah, bukankah Nyonya Ashlee adalah seorang wanita yang ramah dan lembut?” ucap Dou, sembari mengambil makan siang miliknya beriringan dengan Ashlee.

__ADS_1


”Ashlee yang lemah dulu sudah mati, dan kini kau tidak akan menemukannya lagi.” Ketus Ashlee lagi.


Dou terus membututinya hingga menuju meja makan, yang hanya diperuntukkan untuk dua sampai tiga orang saja.


...


”Apakah hanya karena posisiku masih jauh di bawah tuan Matth, sehingga Nyonya Ashlee tidak tertarik untuk bercengkrama denganku?”


”Tuan Dou, jangan libatkan urusan pribadi dengan pertemanan. Lagipula kau selalu menjengkelkan, dan suka mencuri waktu berhargaku.”


Seketika itu, Dou pun tertawa lepas. ”Baik aku mengerti. Maaf, karena sejak awal aku tidak berterus terang padamu, tentang siapa aku sebenarnya. Namun, lebih baik kau mengetahui sendiri, bukan.” Ucap Dou, sembari menyantap makan siang miliknya.


”Jangan terlalu dekat denganku, karena tuan Matth tidak akan menyukainya.” Peringat Ashlee.


”Tanpa kau katakan pun, aku sebenarnya sudah tahu akan hal itu. Namun aku sungguh tidak peduli.” Balas Dou, dan membuat Ashlee kian jengkel padanya.


”Kau!”


”Sekarang posisimu sudah cukup aman, jadi cobalah untuk menikmati dunia luar dan semua yang kau miliki saat ini. Jangan kaku, oke.” Dou pun beranjak pergi dari hadapan Ashlee untuk mengambil dua gelas juice buah segar untuknya dan Ashlee.


Tanpa mereka sadari, ada yang melaporkan kebersamaan mereka kepada Matth dan melebih-lebihkan yang terjadi, untuk menjatuhkan satu sama lain.


Usai acara pertemuan berlangsung, Ashlee mampir ke sebuah toko daging untuk berbelanja beberapa kebutuhan makanan.


Bzztt.... Mr. Matth is calling...


Ashlee: ”Yah, hallo, aku sedang berada di toko daging. Aku akan segera pulang.” Ucap Ashlee yang terlihat sibuk memilih daging segar.


Matth: ”Kau tidak perlu ke mansion, langsung saja temui aku ke penthouse.” Ucap Matth, dan tanpa tahu apa-apa Ashlee pun menurutinya saja.


Ashlee: ”Baiklah.”


Usai berbelanja, Ashlee pun bergegas untuk menuju penthouse milik Matth.


***


Dengan membawa semua barang belanjaannya dengan menggunakan sebuah trolly yang dibantu oleh sang supir. Kenudian Ashlee masuk begitu saja ke dalam penthouse tersebut.


”Apakah pertemuannya berjalan lancar?” tanya Matth dingin, tak seperti biasanya.

__ADS_1


”Yah, semua berjalan baik dan menyenangkan.” Balas Ashlee tanpa mencurigai maksud dari pertanyaan Matth.


”Menyenangkan ya?” balas Matth, dan sepertinya sedang terbakar api cemburu buta.


Matth melangkah menuju ke arah Ashlee, Ashlee pun menatap Matth dengan wajah tersenyum.


”Aku tidak suka jika wanitaku disentuh oleh pria lain.” Ucap Matth, sembari membelai rambut panjang terurai milik Ashlee.


”Apa maksudmu?” Ashlee heran dengan pernyataan dari Matth kali ini.


”Jika kau diberikan sebuah kebebasan, pergunakan itu dengan baik. Terlebih lagi, kau adalah wanitaku, jadi kau harus lebih sadar diri.” Tegas Matth sembari menujuki wajah Ashlee.


Ashlee menepis tangan Matth dari hadapan wajahnya. ”Kau bisa bicara baik-baik padaku, tanpa harus merendahkan aku seperti ini. Kau seakan berbicara dengan seorang bawahan yang posisinya jauh lebih rendah.”


”Yah, posisi kita memang seperti itu, bukan?” ketus Matth.


”Apa? Jadi, aku kau hanya kau anggap bawahan sekaligus pemuas nafsumu saja?” ucap Ashlee dengan suara bergetar.


”Lantas, apa yang kau harapkan lagi? Semua fasilitas mewah, bahkan kedudukan tinggi sudah kuberikan padamu. Tapi kau tetap saja merasa kurang. Ataukah milikku juga kurang memuaskan dirimu, sehingga kau ingin mencoba bentuk yang baru?” ketus Matth.


”Cukup, tuan Matth. Ucapanmu sudah sangat keterlaluan. Jika kau memang merasa ada hal yang membuatmu marah padaku, katakan baik-baik. Tidak perlu kau harus merendahkan aku, yang sudah rendah ini.” Ucap Ashlee kecewa.


”Yah benar, apa yang dapat diharapkan dari sosok pria kejam ini.. sangat bodoh, jika aku mengharapkan kasih sayang dan cinta yang tulus darinya..” batin Ashlee yang sedang bergejolak.


”Berhentilah untuk menebar pesona pada para pria, karena jika mereka mengetahui kebenaran tentangmu.. maka mereka akan sangat menghinamu. Latar belakang keluarga yang tidak jelas, bahkan masa kini, masa depanmu saja ada di tanganku.” Tegas Matth, sungguh ucapan yang menyakitkan bagi Ashlee.


Ashlee hanya dapat menahan air matanya, meski sudah hampir saja membanjiri pipi mulusnya.


”Layani aku, sekarang. Semua ini membuatku kehilangan banyak energi positif.” Titah Matth, kemudian menarik tangan Ashlee menuju sofa.


”Di sini?” tanya Ashlee ragu.


”Tentu saja, jika bisa di balkon pun akan kulakukan, agar semua maamta melihat siapa dirimu sebenarnya.”


Ashlee perlahan melucuti seluruh busana miliknya dengan hati yang hancur. Melayani hasrat dari Matth yang saat ini emosinya sedang tidak stabil dan juga membuat Ashlee harus meraung kesakitan. Meski sedang kecewa dan marah namun Ashlee tak dapat menolak perintah mutlak dari Matth.


”Sudah begini, ya jalani saja...” tetes air mata Ashlee tatkala Matth mempermainkan tubuhnya dengan sesuka hati tanpa mempedulikan perasaan dari Ashlee.


Akibat rasa cemburu butanya, Matth tidak memikirkan lagi perasaan Ashlee bahkan ucapan-ucapannya saja sudah cukup membuat Ashlee sakit hati.

__ADS_1


***


__ADS_2