Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Cinta yang egois


__ADS_3

Di suatu malam, Ashlee sedang pergi ke sebuah super market untuk membeli buah-buahan untuk ia konsumsi. Tanpa diduga, ia bertemu dengan Eveline di sana.


”Nona Ashlee!” Seru Eveline, sembari menepuk bahu Ashlee.


”Ah, hello nona Eveline,” balas Ashlee dengan wajah tersenyum.


Eveline memandangi keranjang belanja Ashlee yang dipenuhi dengan makanan sehat nan segar.


”Tidak hanya menjual produk terbaik, tetapi juga membuktikan khasiatnya dengan merawat diri.” Puji Eveline tulus.


”Ah, tidak juga, Nona.” Balas Ashlee tersipu.


Mereka pun duduk bersama di sebuah kursi panjang area perbelanjaan setelah keduanya menyelesaikan proses pembayaran.


”Kulitmu sangat bagus, Nona Ashlee,” puji Eveline, sembari menyentuh permukaan kulit milik Ashlee.


”Kulitmu juga bagus, nona Eveline.” Balas Ashlee memuji.


”Lantas, siapakah pria beruntung yang berhasil mendapatkan cinta nona Ashlee?” goda Eveline.


”Masih sangat jauh, mungkin.” Balas Ashlee tertawa kecil. Keduanya terlihat begitu hangat, ditambah dengan sikap hangat dari Eveline. Sikap manis itu, kian membuat Ashlee merasa sangat bersalah pada Eveline.


”Nona Ashlee, jangan lupa akhir pekan ini adalah pesta pertunangan ku diadakan di gedung utama pusat kota. Oke!”

__ADS_1


”Tentu saja, aku pasti datang.” Ucap Ashlee dengan perasaan yang pilu.


”Oke, sampai jumpa dilain waktu! Bye!”


Keduanya pun berpisah di waktu itu.


...***...


”Apartemen Kediaman Ashlee Keith”


Ashlee kini sedang dilanda rasa bimbang dengan perasaannya sendiri. Disisi lain, Ashlee merasa cukup bahagia karena dapat bertemu kembali dengan Nikolaus yang asli, namun perasaan cinta itu seakan tak pasti. Sedangkan, ketika bersama Matth, Ashlee merasa membenci Matth dengan segala sikap sesuka hati Matth, akan tetapi ketika mendengar hubungan Matth bersama Eveline. Ashlee juga merasa ada hal yang membuat perasaan campur aduk.


Itulah sebabnya, Ashlee tidak bisa menjawab perasaan Nikolaus kembali. Karena Ashlee tidak ingin, lagi-lagi hubungan mereka didasari oleh rasa pelampiasan. Sama seperti dulu, ketika Matth meninggalkannya begitu saja tanpa ada kepastian.


Bzzttt...


Ashlee menjawab panggilan dari Matth, namun tanpa adanya pembicaraan, Ashlee hanya diam saja.


Matth: ”Apakah Eveline mengundangmu ke acara pertunangan kami?”


Ashlee: ”Yah.” Jawab Ashlee singkat.


Matth: ”Kau tidak harus datang, jika kau merasa tidak ingin..”

__ADS_1


Ashlee: ”Aku pasti datang dengan senang hati, karena kami sudah menjadi teman baik, menurut versi Eveline.” Ketus Ashlee.


Matth: ”Apa kau tidak masalah?”


Ashlee: ”Mengapa kau bertanya demikian?”


Matth: ”Aku hanya ingin memastikan perasaanmu saja, maka oleh sebab itu aku katakan, kau tidak harus datang jika tidak merasa tidak ingin.”


Ashlee: ”Tenang, aku akan baik-baik saja, dan aku juga sangat menyadari di mana posisiku harus berada..” ketus Ashlee. Ketika mengatakan hal itu, tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja, seakan ucapannya lain di mulut lain di hati.


Matth: ”Baiklah. Oh ya, aku sudah mengirimkan sejumlah uang ke rekeningmu. Kau bisa gunakan untuk berlibur, jika kau menginginkannya. Katakan saja, apa yang kau butuhkan.”


Ashlee: ”Yah, terima kasih.” Ashlee pun mengakhiri panggilan mereka.


”Bodoh! Apa maksudmu sebenarnya memperlakukan aku seperti ini!” Ucap Ashlee, lalu melempar guling bantal miliknya dan menahan rasa ingin berteriak.


”Kau memintaku untuk berlibur.. apakah hanya untuk menghiburku saja, sedangkan kau bersenang-senang dengan wanita barumu..” ucap Ashlee.


Sementara di sisi lain...


...***...


”Mansion Kediaman Matthyas Grayson”

__ADS_1


Matth berdiri menghadap hamparan luas area mansion kediamannya, tepat di atas balkon kamar pribadinya.


”Aku tahu kau saat ini sedang terluka karena aku.. namun aku tidak memiliki pilihan lain. Aku tidak bisa membiarkan grandpa mati karena ulahku, namun aku juga tidak ingin kehilanganmu lagi.” Ucap Matth, dengan segala sikap dan pikiran egoisnya.


__ADS_2