Aku bukan Pemuas HASRAT

Aku bukan Pemuas HASRAT
Siapa kau sebenarnya?


__ADS_3

Sungguh diluar dugaan, karena Nikolaus akan berbuat sekejam itu terhadap wanita yang pernah mengisi kehidupannya, bahkan hampir menjadi istrinya. Beruntung, Ashlee tidak sempat ia nikahi, meskipun apa yang menimpa Ashlee setelahnya juga bukanlah hal yang terlalu menguntungkan. Karena Ashlee harus kehilangan kehormatannya melalui cara yang tidak ia bayangkan, hal yang telah Matth perbuat pada dirinya juga cukup keji untuk dipikirkan.


“Mansion Kediaman Matthyas Grayson”


Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya Ashlee kembali tersadar dari komanya. Dengan setia, Matth terus berada di sisi Ashlee.


Ashlee membuka perlahan kedua matanya dan mendapati Matth sedang berjaga di sofa samping tempatnya sedang terbaring dengan berbagai peralatan medis tentunya. Hati Ashlee pun terenyuh, tatkala mendapati pria yang sempat sangat ia benci berada di sisinya dan tentunya semua ucapan dari Matth sungguh benar adanya.


”Ashlee!” Ucap Matth, lalu terbangun dari tempatnya sedang duduk bersandar sembari terlelap.


”Apakah semua masih terasa sakit?” tanya Matth cemas.


Ashlee hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca. Matth menatap dalam Ashlee, dan menyentuh wajah Ashlee.


”Maaf, sudah sempat meragukan ucapanmu. Hingga akhirnya, aku membuktikan sendiri semua itu..” ucap Ashlee dengan suara lirih.


”Lantas, siapa yang berbuat sekeji ini terhadapmu?” Matth yang sudah kepalang menahan amarahnya selama beberapa hari ini.


”Nikolauslah yang melakukan semua ini padaku..--” Ashlee pun mulai menceritakan segalanya pada Matth, apa saja yang telah Nikolaus perbuat pada dirinya.


”Sungguh biad4b bajing4n! Bagaimana bisa dia begitu pengecut dengan menggunakan cara rendahan seperti ini.” Ucap Matth kesal.


”Aku sungguh tidak tahu, apa yang terjadi diantara kalian dimasa lalu. Namun, caranya membalas padaku sangat kejam..” Ucap Ashlee dengan berlinang air mata.


Matth pun mendekap Ashlee, memberikan ketenangan sejenak pada Ashlee.


”Maafkan aku, karena ketidaktahuanku, kau harus merasakan sakit seperti ini. Tapi, kupastikan dia akan mendapatkan balasan jauh lebih menyakitkan lagi.” Ucap Matth, yang merasa telah gagal melindungi Ashlee.


***


Di suatu hutan.


Arghh... Hgkk...


Matth berteriak nyaring hingga suaranya pun terdengar begitu mengerikan.

__ADS_1


”Bajing4n!” Umpatnya, disela teriakan itu. Teriakan yang akhirnya terdengar begitu pilu.


Matth menyalahkan dirinya sendiri, karena lagi-lagi gagal melindungi orang-orang yang ia cintai. Luka lama ketika kehilangan kedua mendiang orang tuanya pun teringat kembali. Kini, Ashlee pun harus merasakan hal yang sangat menyakitkan.


Hahaha.....


Suara gelak tawa Nikolaus terdengar begitu puas dari arah seberapa Matth.


”Bagaimana, apakah hadiah dariku cukup membuatmu terkesan?” tanya Nikolaus. Tentu saja, hadiah yang dimaksud ialah tubuh lemah Ashlee yang ia letakan begitu saja di area mansion kediaman Matth.


”Kau sampai hati melukainya seperti itu! Kau memang tidak memiliki akal pikiran!” Teriak Matth, lalu mulai menyerang ke arah Nikolaus.


Tubuh Nikolaus terpental dan dari mulutnya mengeluarkan darah segar namun berwarna hitam pekat.


”Kenapa, kau ragu untuk membunuhku, Matthyas?” ucap Nikolaus dengan nafas terengah-engah.


”Itu akan sangat mudah bagimu.” Ucap Matth dengan tatapan penuh kebencian dan juga hasrat membunuhnya.


Nikolaus kembali terbahak, tatkala melihat tindakan dari Matth.


”Lakukanlah, seperti saat ayah kita membunuh ibuku.” Ucap Nikolaus.


”Mengapa kau seakan menolak kenyataan ini, Matthyas? Bukankah di dalam darah kita sama-sama mengalir darah dari ayah yang sama, Tuan besar Grayson..”


”Waktumu belum tiba, ingat baik! Jika kau masih berani mengusik kehidupan Ashlee, maka aku akan menghancurkan seluruh kehidupanmu, sama seperti kematian ibumu!” Tukas Matth. Mendengar Matth menyebutkan ibunya, tentu Nikolaus terbakar amarah.


”Bajing4n!” Pekik Nikolaus, sembari berusaha untuk kembali menyembuhkan dirinya dari luka-luka yang Matth perbuat pada tubuhnya.


Sebenarnya, mereka bukan merupakan saudara, hanya saja tidak seperti yang Nikolaus kali ini katakan. Karena, ayah Matth tidak pernah menabur benih pada rahim ibu dari Nikolaus. Cerita itu hanyalah kebohongan dari ibu Nikolaus kala itu. Dikarenakan, ibu Nikolaus bergitu mencintai ayah dari Matth, meski cintanya bertepuk sebelah tangan. Ibu dari Nikolaus mengatakan hal itu, agar anaknya membalas dendam sakit hati atas penolakan dari ayah Matth. Yah, keluarga Nikolaus memang cukuo lebih licik.


***


”Mansion Kediaman Matthyas Grayson”


Ashlee sudah mulai pulih dari segala luka maupun cedera yang dideritanya. Hanya saja, Matth si pria posesif tak mengijinkan Ashlee pergi seorang diri, dan kini Matth berencana untuk membuat Ashlee tinggal di mansion tersebut.

__ADS_1


”Baru saja aku membiarkan kau untuk hidup sendiri, namun hal ini yang justru kudapatkan.” Ucap Matth, kemudian menyentuh pundak Ashlee.


”Tetaplah berada di sini, dan untuk pekerjaanmu, kau masih kuijinkan untuk bekerja dengan syarat, para pengawal akan selalu bersamamu.”


”Mengapa kau begitu peduli padaku? Bukankah, semua sudah kau dapatkan dariku..” balas Ashlee sembari menatap ke arah taman bunga samping mansion.


”Apa yang kau pikirkan? Apakah kau hanya menilaiku, dari kesalahanku waktu itu? Lantas, semua yang aku lakukan setelahnya kau anggap sampah?”


”Bagi seorang wanita yang kehormatannya sudah direnggut secara paksa oleh seorang pria, hal itu adalah aib baginya dan membuatnya tidak lagi berharga..”


”Ashlee, kau selalu berharga bagiku, kau juga bukan pemuas hasratku.. kau tetaplah wanitaku, bahkan jika kau masih ragu, aku bisa saja langsung menikahimu. Namun, aku tahu hal itu tidak akan kau setujui, bukan?”



”Kau selalu saja bisa dengan mudah memutuskan sesuatu, sama seperti saat kau memutuskan untuk pergi ditengah hubungan kita yang sudah sangat serius..” ucap Ashlee dengan suara lirih.


”Semua sudah menjadi jalannya, sayang.. jika tidak seperti itu, maka kau tidak akan pernah tahu, betapa kejamnya dunia ini dan seisinya, ketika kau sudah membuka mata telingamu lebar-lebar.” Matth terlihat sangat menyayangi Ashlee, terlepas dari kelakuan biadabnya dihari pernikahan Ashlee kala itu.


”Kau masih saja pandai berbicara seenaknya.. bertindak sesuka hati..”


”Maafkan aku, jika caraku mengambil sesuatu yang sangat berharga darimu, tidak dengan cara yang kau inginkan..” Matth hendak mendekap tubuh Ashlee, namun Ashlee menepis tangan Matth.


”Seharusnya aku jauh lebih sabar kala itu, sehingga rasa cintanya tak berubah menjadi benci seperti saat ini..” Matth cukup menyesal dengan tindakannya, yang memperlakukan Ashlee layaknya seorang wanita ******. Hanya saja, semua sudah terjadi dan tidak akan dapat kembali lagi.


”Kau pun tidak pernah bicara jujur tentang latar belakang kehidupan keluargamu dan juga siapa kalian semua sebenarnya.. kalian begitu misterius bagiku, dan aku teruz dibuat hidup dalam teka teki tak berujung..”



”Sayang, perlahan kau akan tahu segalanya. Namun, semua butuh waktu, dan kesiapan sebelum kau mengetahui segalanya, oke?”


”Selama berada di luar negeri, aku tidak pernah memiliki wanita lain. Wanita yang kau duga itu, ialah wanita yang dijadikan alat agar Nikolaus tidak terburu-buru untuk membunuhmu.”


Mendengar hal itu lagi, perasaan Ashlee kian hancur. Seakan masih tak percaya, jika Nikolaus merupakan pria keji dan berdarah dingin.


”Kau masih memiliki hati untuk Nikolaus? Sebentar lagi, kau akan tersadar, bahwa selama ini semua perasaanmu itu adalah ilusi dari Nikolaus.”

__ADS_1


”ilusi?” Ashlee pun kian dibuat bingung.


***


__ADS_2