Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
10. Lingkaran Dosa


__ADS_3

Setelah berdebat beberapa hari Raga berhasil meyakinkan Dani untuk pindah ke apartemennya saja. Raga berdalih dia lebih bisa menjaga Dani, toh Dani sudah tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini. Danipun akhirnya menyetujuinya. Raga menyambut keputusan Dani dengan penuh sukacita. Terlepas dari benar atau salah Dani dan Raga mencoba untuk menjalaninya saja. Memang semenjak kepergian orang tuanya Dani seolah hilang arah dan sandaran, jadi dia seratus persen bergantung pada Raga.


Hari ini dani membawa barang barang yang dia perlukan untuk di bawa ke apartemen Raga. Tidak banyak hanya baju baju dan beberapa keperluan wanita saja. Rumahnya akan dia biarkan kosong saja, rencananya setiap satu Minggu sekali ia akan membersihkannya bersama Raga. Dia tidak mau menjual ataupun menyewakannya karena terlalu banyak kenangan indah bersama orang tua dan adiknya di rumah itu.


Raga menyambut kedatangan Dani dengan tawa bahagia.Tak bisa dielakkan lagi hatinya membuncah saking bahagianya. Dia membantu Dani mengangkat semua barang barangnya, dan mengaturnya di kamar. Pikirannya berkelana membayangkan hari hari yang akan dia lalui bersama Dani. Ini memang gila sih mereka tinggal serumah, sekamar pula...hmmmm apa kata orang nanti....??


Setelah beres semua merekapun bergantian mandi. Dani menyiapkan makan malam untuk mereka, bukan masakan istimewa sih, masakan rumahan biasa saja...Dan disinilah mereka sekarang setelah makan malam, duduk berdua di sofa depan tivi. Dani dengan dress rumahan diatas lutut & tanpa lengan, sungguh terlihat imut Dimata Raga. Matanya takjub menatap Dani.


" yang..." panggil Raga


" hmmmm..." sahut Dani tanpa memalingkan mukanya dari Drakor yang dia tonton.


" yang...." lagi raga kali ini sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Dani.


" iiih apaan sih yang .." jawab Dani sambil mendorong Raga menjauh. Raga bukannya menjauh malah semakin nempel badannya. Tangannya merangkul dan mengelus lengan Dani. Mulai menelusuri telinga Dani, dan perlahan turun ke leher. Dani bergidik geli. Sesaat kemudian bibir mereka sudah saling bertaut, lidah raga bergerilya di dalam mulut Dani. Dani mendesah menikmati perlakuan Raga kali ini.


"hhhmmmmphh .." suara indah lolos dari mulut mereka.Tangan Raga tidak tinggal diam, tangan itu mulai nakal kemana mana mengelus dan meraba perlahan naik menuju dua puncak terindah Dani. Sementara tangan satunya berusaha membuka ikatan penahannya.


" aaahhh yang...." ******* Dani terus lolos dari mulutnya manakala raga mulai memainkannya. Bibir Raga Pun tak mau kalah, dia mulai menghisap puncak Dani dari balik bajunya. Mendapat perlakuan seperti itu Dani pun menggelinjang kegelian.


Raga mengangkat tubuh Dani masuk kedalam kamarnya, dan membaringkannya di ranjang.

__ADS_1


Raga membuang semua yang menempel pada tubuh mereka dan Merekapun melanjutkan aktivitas panas itu.


Lidah raga menelusuri setiap inci tubuh Dani, Dani hanya pasrah menerima perlakuan Raga.


" aaahh aaahhh yang...aakhhh.." desah Dani..


" hhhmmmm nikmati saja yang...." lirih raga


Dua insan itupun saling memberi dan menerima, terhanyut dalam nikmat duniawi. Tubuh mereka menjadi satu, bergerak seirama. Suara ******* dan rintihan menggema di ruangan itu.


Raga masih berada diatas Dani manakala mereka telah sampai pada puncaknya. Raga tersenyum penuh arti, dia kecup kening dan hidung Dani, Dua pandang wajah Dani yang berpeluh itu dengan penuh cinta.


" hhmmmm .." balas Dani tanpa membuka matanya, nafasnya masih terengah, sisa sisa nikmat masih dia rasakan.


Hal ini membuat raga makin gemas saja.


" yang kamu bikin aku on lagi nih.." katanya sambil ******* bibir Dani lagi


Mendapat serangan lagi otomatis Dani melenguh lagi. Dan aktivitas panas pun tak terelakan lagi untuk kedua kalinya . Mereka mengarungi samudra cinta lagi dan lagi.


Yaah begitulah hari hari mereka lalui dengan terus mereguk manisnya cinta. Menikmati nikmat dunia yang sungguh memabukkan. Mereka sadar perbuatan mereka ini salah, tinggal seatap tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo. Tapi sungguh dosa ini terlalu manis untuk diabaikan begitu saja. Nikmat ini sudah menjadi candu buat mereka berdua. Menikah bukan lagi tujuan mereka, toh tanpa menikah mereka sangat menikmati hari hari mereka.

__ADS_1


Sampai detik ini Dani masih tetap bekerja, sebenarnya Raga berulangkali memintanya untuk berhenti kerja saja, toh Raga sangat sanggup mencukupi semua kebutuhan Dani. Tapi Dani masih enggan dia tidak suka bila harus berdiam diri saja di apartemen. Dengan bekerja dia masih bisa bertemu dan berinteraksi dengan dunia luar dan banyak terhibur dengan tingkah konyol teman temannya.


Entah apa yang bakal dikatakan oleh teman teman kerjanya jika tau Dani tinggal serumah tanpa adanya ikatan pernikahan dengan pacarnya. Yang mana hal ini masih sangat tabu di masyarakat kita. Dani yang dulu terkenal Jutek, sedikit dingin dan cuek sekarang berubah seperti ini dibutakan oleh cinta dan kenikmatan duniawi.


Bercinta sudah menjadi kebutuhan mendasar Raga dan Dani, seperti pagi ini dikamar mandi Dani tengah dibuat melayang dengan aksi Raga di dalam bathup. Dani yang menyandarkan punggungnya di dada Raga dibuat melayang mana kala tangan Raga meremas dadanya dengan kasar, sementara tangannya yang lain bermain bagian bawah tubuhnya.


" hhhhh...aahhh..sssssh aaahhhh..." desahnya


" aaaahh yang ...." raga pun ikut mendesah


merekapun menikmati kebersamaan indah ini...air dalam bathup bergerak seirama gerakan dua insan yang sedang menggapai puncak.


" kamu makin hebat aja yang..." goda raga ketika menyudahi aktivitas mereka.


" yaaah kan kamu gurunya yang..." kilah Dani sambil malu malu


" hahahahaaa murid pintar..." raga mengelus kepala Dani.


Kemesraan selalu mereka ciptakan kapanpun dan dimanapun.Sampai sejauh ini hubungan mereka masih aman aman saja tanpa ada gangguan yang berarti. Bahkan hampir tidak pernah bertengkar sama sekali. Maklum sikap Dani yang dewasa dan pengertian membuat Raga cukup nyaman. Biarpun terkadang muncul sifat manjanya namun itu masih dalam batas yang wajar menurut Raga. Demikian pula dengan Raga yang tidak pernah menuntut ini itu semakin membuat hubungan mereka aman damai sentosa. Untuk urusan makan pun Raga ga pernah menuntut Dani harus memasak tiap hari. Bahkan mereka lebih sering memesan makanan lewat aplikasi. Raga juga sangat royal, Dani cukup dimanja untuk urusan materi. Biarpun begitu Dani yang memang pada dasarnya tidak terlalu suka berbelanja hanya menggunakan uang itu seperlunya saja. Hal ini membuat Raga makin cinta pada sosok cantik dan jutek Savira Andani alias Dani.


Sore ini Dani merenung sendiri di ruang tengah apartemen Raga. Entah kenapa tiba tiba ada rasa bersalah merasuki pikirannya. Dia menyadari akhir akhir ini semakin menjauh dari Tuhannya. Perbuatannya dan raga menyeretnya dalam pusaran dosa. Dia tidak tau kapan ini akan berakhir...............

__ADS_1


__ADS_2