Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
14. Little boy


__ADS_3

Raga tidak bisa di hubungi, sementara dokter bilang Dani harus segera ke rumah sakit karena air ketuban sudah pecah. Di tengah kepanikannya Dani Menelepon security apartemen. Tak berapa lama security datang ke unit Raga, mereka membantu Dani turun dengan membawa tas berisi perlengkapan untuk bayinya. Sampai di basement seorang security lagi tengah mengarahkan mobil grab untuk membawa Dani ke rumah sakit.


" terimakasih pak.." ucap Dani sambil meringis menahan sakit.


Sampai dirumah sakit Dani segera turun dengan kondisi roknya yang sudah basah lagi akibat rembesan air ketuban. Karena bingung kakinya melangkah menuju ruang UGD, Sampai di ruang UGD Dani langsung di bawa menuju ruang bersalin.


Dan disinilah dia sekarang, ada seorang bidan , seorang dokter dan seorang perawat di dalam ruangan itu. Dokter memeriksa Dani sudah bukaan berapa, dan ternyata baru bukaan dua, dan karena ketuban sudah pecah dokter memberikan dia antibiotik dan obat perangsang untuk cepat melahirkan.


" dokter apa ini baik baik saja, aku ga akan Cesar kan dok ...?" Dani takut sekali dengan operasi


" Tenang Bu, semua akan baik baik saja, kita lihat tiga jam kedepan ya,, " dokter itu sedikit menenangkan.


" ibu ditemani siapa..?"


" saya sendiri dok.." jawab Dani


" baiklah kami tinggal dulu, kalau ada apa apa tekan bel di samping ibu ya...dan nanti tiap satu jam perawat akan mengecek denyut jantung bayi di kandungan ibu.." jelas dokter itu sebelum berlalu meninggalkan ruangan Dani.


Tinggallah Dani sendiri sekarang, dia masih mencoba menghubungi Raga, tapi telponnya tidak aktif. Beberapa pesan sudah Dani kirim juga. Mungkin Raga Sedang sangat sibuk, pikir Dani mencoba menghibur diri. Entahlah Dani merasa nelangsa sekali di saat seperti ini dia harus sendirian, air matanya meleleh membasahi pipinya. Sedih rasa hatinya, andaikan masih ada ibu pasti aku tidak begini sekarang,pikirnya. Dani menangis, merasakan sakit yang begitu kuat di perutnya tembus ke pinggul belakang.


"Sesakit inikah rasanya mau melahirkan." lirih Dani


" aku harus kuat, aku harus bisa." lirih Dani disela isaknya


Perawat dan bidan dan beberapa kali mengecek kondisinya dan bayi dalam kandungannya. Mereka bilang masih aman.


Jam sudah menunjukkan pukul dua malam ketika Dani merasakan pinggulnya seakan mau pecah ngilu teramat sangat, dibarengi sakit di bagian bawah perutnya, membuatnya seperti ingin buang air besar. Perawat yang kebetulan datang mengecek kondisinya segera memanggil bidan dan dokter.


" sudah waktunya.. siapkan semua.." dokter memberi perintah kepada bidan.

__ADS_1


Singkat cerita tepat jam tiga dini hari Dani melahirkan seorang bayi laki laki ganteng. Setelah bayi dibersihkan, dan Dani juga sudah selesai dijahit, perawat datang membawa bayinya. Perawat itu memberikan beberapa pertanyaan yang harus Dani jawab untuk mengisi data anaknya.


Sementara itu Raga baru memasuki apartemennya jam dua lewat sedikit. Raga membersihkan tubuhnya dan berniat untuk tidur. Raga beru menyadari tidak melihat keberadaan Dani. Raga menghidupkan handphonenya. Beberapa pesan pun masuk.


" melahirkan...Dani melahirkan.." gumamnya, Raga beranjak keluar, melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang sudah disebutkan oleh Dani.


setelah mendapatkan informasi dimana ruangan Dani, Raga segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Dani.


" mas..." lirih Dani ketika melihat Raga memasuki ruangan.


" maaf tadi handphoneku mati.." katanya


Mata Raga melihat kearah bayinya yang sedang menyusu itu.


" ya gapapa, aku belum kasih dia nama mas, baiknya dikasih nama apa ya mas...?"


" Arkha,, Arkha Jevera .." singkat Raga


" aku ngantuk banget, aku tidur sebentar ya.." Raga merebahkan tubuhnya di sofa kecil dalam kamar tersebut.


Dani masih sibuk memberikan asi untuk bayinya, sakit dia rasa di ujung putingnya, tapi dia senang. Akhirnya bisa melihat muka jagoannya. Air matanya menetes, bahagia bercampur sedih. Tak berapa lama perawat datang untuk membawa box bayi. Perawat itu membantu Dani menaruh bayinya dalam box.


" ibu juga harus istirahat, biar cepat pulih ya." kata perawat itu yang di balas senyuman oleh Dani.


Sepanjang hari ini Raga tidak kemana mana, dia setia menjaga Dani. Ya walaupun Raga lebih asyik dengan hapenya, paling tidak dia ada disini. Hanya sesekali Raga mengendong bayinya. Sekilas Dani melihat Ada binar bahagia di mata Raga.


" mas anak kita sudah lahir, dia butuh status mas.."


" aaah jangan mulai lagi,, nanti lah aku masih sibuk sekarang..!" balas raga.

__ADS_1


" aku butuh kepastian mas.."


" kamu pikir aku ga mikirin itu apa ...yang penting s karang kamu ga kekurangan apapun titik.!!" Raga menaruh bayinya dan beranjak keluar ruangan.


" hhhh selalu begini kalau bicara tentang pernikahan." gumam Dani


Sebenarnya Dani sudah capek menuntut untuk dinikahi, mau bagaimana lagi anaknya ini butuh status yang jelas. Melihat reaksi Raga tadi Dani semakin pesimis. Biarlah sekarang Dani cuma mau fokus dulu sama anaknya. Bayi kecilnya itu butuh ibunya melebihi apapun.


Raga berjalan keluar menuju taman rumah sakit. Dia duduk dan menyalakan rokoknya. Hatinya gundah tiap kali Dani menuntut untuk segera menikah. Ya raga juga pingin menikah, tapi tidak sekarang. Nantilah kalau sudah umur tiga puluh, pikir Raga. Menurutnya ajakan menikah itu membuatnya pusing.


Raga juga senang dan bahagia sudah ada anak dari hasil hubungan mereka, tapi bukan berarti dia mau menikah dalam waktu dekat. Cinta...? Ya Raga cinta banget sama Dani. Tapi ya itu tadi kalau untuk menikah Raga masih belu mau.


Raga menelpon Dani dia bilang mau pulang dulu, mau nyiapin kamar buat anaknya. Ada dua kamar di apartemennya, yang satu dia pakai bersama Dani, satunya lagi dia gunakan sebagai gudang. Raga menyuruh orang untuk membereskan gudang tersebut dan membeli box besar bayi dan beberapa perlengkapannya. Raga antusias sekali memberi arahan pada orang suruhannya tadi.


Hari ini Dani dan bayinya sudah boleh pulang, Raga menunjukkan gudang yang sudah dia sulap dengan bangga sekali...


":taraaa ini kamar arkha...." selorohnya dengan muka lucu mencium pipi anaknya


" wahh bagus banget mas...makasih mas."


Dani membaringkan anaknya di box besar itu. Dani sendiri membaringkan tubuhnya di kasur kecil dekat box. Raga tidak mau mengusik mereka, diapun keluar kamar bertepatan dengan suara panggilan teleponnya..


" ya yang, ini mau otw, sabar ya..." lirihnya


Dani mendengarnya,..." hhhh yang lagi..?" herannya


Sementara itu terdengar suara pintu ditutup. Rupanya Raga yang keluar dari apartemen.


" apa dia yang sudah membuatmu berubah, apa dia yang membuatmu menunda pernikahan kita mas.." batin Dani nelangsa..

__ADS_1


" Aku harus cari tau, ada apa dengan Raga belakangan ini.." pikir Dani lagi


__ADS_2