Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
Berubah...?


__ADS_3

Entah, Dani harus sedih ataukah bahagia, sedih karena hamil diluar nikah, atau senang sebentar lagi bakal punya anak. Sebelah sisi hatinya berbunga bunga, sebelah lagi dipenuhi dengan banyak kekhawatiran.


Di bulan pertama kehamilannya Dani memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya. Dia tidak mau teman temannya mengetahui kondisinya saat ini. Menjauhkan diri agar tidak menjadi bahan gosip adalah pilihan tepat.


Bulan bulan awal kehamilan Raga sangatlah manis seperti biasa. Sejauh ini Raga selalu memenuhi kebutuhan Dani. Periksa ke dokter setiap bulan, vitamin dan makanan bergizi tinggi selalu dia sediakan.


Memasuki trimester akhir kehamilan emosi Dani sangatlah naik turun. Dani sering marah marah tanpa sebab. Hal ini dipicu oleh keinginan Dani untuk segera meresmikan hubungan mereka di dalam ikatan pernikahan Kudus yang belum juga dipenuhi oleh Raga. Selalu ada banyak alasan dari Raga untuk menunda pernikahan mereka. Hal ini membuat Dani sedikit curiga. Apalagi belakangan Raga sering pulang larut malam, kalaupun pulang sore Raga hanya mandi ganti baju dan pergi lagi sampai larut malam. Bukan hanya itu belakangan juga Raga mulai sering tidak pulang kerumah.


Dani mencoba menghibur diri sendiri dengan menepis semua kekhawatirannya. Dia mencoba berpikir positif kalau Raga memang sedang banyak pekerjaan.


Malam ini Dani masih terjaga ketika Raga pulang, dia sedang asyik menonton Drakor kesayangannya.


" baru pulang yang....aku siapin makan malam ya...?" sapa Dani


" ga usah, aku capek mau langsung tidur saja.." singkat Raga


Dani hanya menghela nafas mendengar jawaban Raga. Tidak ada lagi kecupan di kening seperti biasa dulu Raga lakukan ketika pulang kerja. Perlahan diapun mengikuti Raga merebahkan tubuhnya dipembaringan. Dia mencoba memejamkan matanya.


Matahari sudah tinggi ketika Dani membuka matanya pagi ini. Disebelahnya sudah tidak ada Raga, diapun beranjak mencari keberadaan Raga, namun tidak dia temukan. Mungkin dia sudah berangkat kerja, tapi inikan hari minggu pikir Dani.


" kamu kerja yang...? Tanya Dani lewat sambungan telepon


" ya..."


" kan hari Minggu yang..?" Dani bertanya lagi


" kerjaanku lagi banyak nih ..kenapa..?!!!" mulai meninggi suara Raga

__ADS_1


" oooh gpp, ok deh.." Dani memilih mengakhiri panggilan teleponnya demi menghindari keributan.


Dani mengelus perutnya yang semakin besar, tinggal menunggu hari dia melahirkan. Menurut hasil USG anaknya nanti berjenis kelamin laki laki. Ingatannya kembali berputar manakala dia melakukan USG yang terakhir kali sekitar dua bulan yang lalu. Raga nampak girang sekali mengetahui kalau ada jagoan kecil di dalam perut Dani.


Terbersit sedikit rasa khawatir di hati Dani akankah impiannya untuk menikah benar benar akan terwujud..? Kalau tidak dinikahi bagaimana, anaknya akan di cap sebagai anak haram. Dani mengesampingkan pikiran itu, sampai detik ini Dani masih yakin Raga akan memenuhi janjinya. Untuk menghilangkan pikiran buruknya Dani mengambil handphonenya berniat untuk belanja online keperluan calon anaknya. Dani membeli beberapa pakaian dan keperluan bayinya. Tidak lupa dia juga membeli keperluan dia sendiri juga. Dua sudah menyiapkan tas besar untuk menaruh keperluan dia dan bayinya kelak. Rencananya semua barang yang dia beli nantinya akan dimasukkan kedalam tas besar itu. Antisipasi kalau sudah tiba waktunya melahirkan semua barang sudah siap.


Hari sudah jauh larut malam tepatnya pukul dua dini hari ketika Raga sampai apartemen..Raga langsung membersihkan diri dan segera membaringkan tubuhnya di samping Dani. Dani yang merasakan ada pergerakan disampingnya perlahan membuka matanya..." baru pulang mas..? Sapa Dani


" hmmmmm." singkat Raga


" sudah makan belum, aku siapin ya..?" Dani berkata sambil tangannya bergerak hendak mengelus kepala Raga.


" berisik...! diam ah aku ngantuk...!" Raga berkata sambal l menepis tangan Dani.


Dani menghela nafasnya dia segera bangkit membawa bantalnya. Dani berniat tidur di Ruang tengah saja. Biar tidak menganggu tidurnya Raga.


Jam didinding menunjukkan pukul ,enam pagi ketika Dani membuka matanya pagi ini. Dani beranjak menuju kamar Raga, dilihatnya diatas ranjang tidak ada sosok Raga. Pasti sedang mandi, duga Dani. Dan benar saja ada suara gemericik air dari kamar mandi, Dani mencoba menajamkan telinganya , mencoba memastikan suara yang barusan dia dengar benar benar suara Raga atau sekedar suara air.


" sayang..," gumam Dani


Tak berapa lama pintu kamar mandi pun terbuka, keluarlah Raga dengan bertelanjang dada.


" siapa yang telpon mas..?" tanya Dani


" temen..." Singkat raga


" Emang temenmu kamu panggil sayang kah mas..?" tanya Dani lagi

__ADS_1


" kenapa,,? Kamu curiga aku main gila...!!!" Raga mulai meninggi suaranya


" cuma tanya mas...?"


" Ga usah banyak tanya, kamu cukup diam dirumah ga usah banyak protes, semua kebutuhannya tetap aku penuhi...!! Panjang lebar Raga sambil menunjuk muka Dani


Mendapat jawaban seperti itu Dani diam saja, kakinya beranjak meninggalkan kamar tersebut. Dia menuju dapur menyiapkan sarapan untuk Raga dan dirinya sendiri.


Tak berapa lama Raga keluar dari kamarnya sudah rapi. Dia langsung menuju pintu keluar sambil berkata.." kalau aku sedang kerja ga usah banyak telepon...!!


" ya...ga sarapan dulu mas..?"


" tidak.."


Dani mengelus dadanya, apa salahku pikir Dani. Kenapa dia jadi makin aneh belakangan ini, pulang malem Terus, udah gitu ketus pula. Hal ini membuat Dani semakin berprasangka buruk, apakah penyakit oedipus compleknya kambuh lagi, pikir Dani dalam hatinya.


Menurut dokter waktu persalinan sudah semakin dekat kurang lebih satu atau dua Minggu lagi. Dani ingin melahirkan secara normal karena itulah dia rajin melakukan senam, seperti pagi ini dia melakukan senam hamil sendiri dirumah dengan cara melihat mengikuti video di YouTube. Dani yang sebatang kara ini terkadang sangat ingin tau bagaimana sih tanda tanda orang kalau sudah mau melahirkan. Dia ingin bertanya pada teman tapi malu mengingat statusnya yang hamil di luar nikah. Bertanya pada Budhe lebih tidak mungkin lagi, teramat malu dia dengan perbuatannya. Satu satunya cara yang dia lakukan adalah banyak banyak konsultasi dengan dokter dan sesekali browsing di google.


Sedari pagi sebelum senam Dani merasa sedikit nyeri di bagian bawah perutnya. Dani mengabaikannya dua berpikir mungkin karena dia mau BAB. Tapi makin siang rasa sakit itu makin sering muncul dan bertambah sakit. Sebentar datang sakitnya, sebentar hilang.


" aku kenapa,,?" tanya Dani dalam hatinya


" mungkin terlalu capek kali ya.." imbuhnya


Dani terus melanjutkan aktivitas beres beres dan memasak untuk dia makan siang, ketika rasa sakit itu datang Dani akan diam sejenak sambil meringis menahan sakitnya. Dan segera melanjutkan aktifitasnya lagi begitu nyeri itu hilang.


Dani mengelus perut bagian bawahnya dengan sedikit menekan, tiba tiba ada air yang keluar dari selangkanya...

__ADS_1


" apa ini....aku pipis kok banyak banget..? Gumam Dani heran.....


Sebentar kemudian keluar lagi air itu..Dani mulai panik dia segera menghubungi Raga dan dokternya.


__ADS_2