Aku Hancur Karenamu

Aku Hancur Karenamu
20. Menolak


__ADS_3

" Nduk besok budhe mau ketemu Arkha, budhe kangen, kamu Ndak sibuk to...?" suara budhe melalui sambungan telepon


" silahkan budhe, Dani ga pernah sibuk..kapanpun budhe datang pasti Dani sambut dengan sukacita.


Satu satunya keluarga Dani adalah budhenya. Sudah cukup lama tidak mengunjunginya. Mendengar kabar budhenya akan datang Dani dan Arkha merasa senang sekali


" nenek budhe akan kesini Bun..."


" iya nak..."


" horee, horeee nenek budhe mau kesini..." kegirangan Arkha.


Mereka sama sama antusias dengan rencana kedatangan budhenya. Sengaja mereka pergi ke pasar untuk berbelanja beberapa keperluan dapur, Dani mau memasak yang istimewa buat menyambut dan menjamu budhe. Kulkas sudah penuh dengan bahan bahan masakan. Tinggal di eksekusi besok pagi pagi.


Dan benar saja keesokan paginya Dani super sibuk di dapur memasak beberapa jenis masakan, yang lumayan ribet. Kurang lebih dua jam semua sudah beres. Tinggal menunggu budhe datang. Arkha pun tak kalah sibuk, dia sudah menyiapkan buku cerita untuk dia pamerkan ke budhenya, Arkha mau menunjukan kalau dia sudah pintar membaca.


Menjelang siang sebuah mobil berhenti di depan rumah, Arkha berlari keluar dengan penuh antusias.


" nenek budhe...nenek budhe..!" panggilnya tidak sabar menunggu pintu mobil terbuka.


Begitu pintu terbuka turunlah budhe dengan senyum sumringah.


" cucu nenek makin ganteng saja.." budhe menyambut uluran tangan Arkha dengan pelukan erat dan ciuman di kedua pipi Arkha.


Dani tersenyum melihat interaksi mereka. Dahinya sedikit mengkerut ketika melihat dari pintu depan mobil turunlah seorang laki laki. Siapa yang nganter budhe, kok bukan supirnya pikir Dani.


" ayo nak Alex, ini rumah ponakan Tante, Dani dan ini anaknya Arkha.." tutur budhe pada lelaki itu yang disambut dengan senyuman.


Dani pun tersenyum, dan mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.


"Waaah naga naganya ada yang aneh nih.." kata hati Dani sedikit curiga.


" budhe mau minum apa, panas atau dingin...?" tanya Dani


" Apa saja lah nduk..." jawab budhenya

__ADS_1


Dani pun permisi kebelakang untuk membuatkan minuman dan menyiapkan cemilan buat mereka.


" mari budhe, kak Alex silahkan diminum.."


Sementara Arkha duduk manja di sebelah nenek budhenya, tangannya merangkul erat perut sang nenek budhe.


Setelah meminum minumannya budhe berkata


" nduk sebelumnya budhe minta maaf, sudah lancang datang dengan membawa seorang laki laki, dia ini namanya Alex Nugroho, sudah mapan loh nduk, lurah di tempat budhe, Istrinya meninggal setahun yang lalu dan belum punya anak loh nduk, niat budhe ini mau mengenalkan dia sama kamu nduk, siapa tau berjodoh.."


Tuh kan bener ada udang di balik batu ..pikir Dani


Dani diam, diam bukan karena setuju, tapi sedang berusaha menyembunyikan keterkejutannya.


" terimakasih atas perhatian dan niat budhe, Dani sangat menghargai itu, tapi maaf untuk saat ini Dani belum bisa menjalin hubungan dengan lelaki manapun budhe.." tolak Dani berusaha sehalus mungkin. Tidak sebar bar biasanya dia lakukan.


" Tidak usah buru buru nduk, kenalan saja dulu, siapa tau cocok toh nduk.."


" nggeh budhe.." Dani berusaha sabar


" tidak budhe, Dani tidak mengharapkan dia kembali di hidup Dani dan Arkha.."


" nah itu bener nduk, Alex Ki bocahe sopan, dan tanggung jawab loh nduk..budhe jamin kamu bakalan sejahtera.." budhe pintar promosi kayaknya.


Dani diam saja, dalam hatinya berkata sekarang pun aku sangat sejahtera, tiap bulan gajiku dua digit, dan itu lebih dari cukup buat hidupku dan Arkha. Dani menghela nafas panjang, sementara laki laki bernama Alex itu sedang asyik bermain dengan Arkha di teras rumah. Secara fisik memang Alex tidak ada kurangnya, badannya tinggi gagah, bisa di bilang ideal, kulit seperti kebanyakan orang Indonesia, sawo matang cenderung ke kuning. Wajahnya juga lumayan ganteng, hidung mancung dan penampilannya bersih. Nilainya 8+ lah menurut Dani.


Karena hari sudah siang Dani pun mempersilahkan mereka untuk makan siang. Selesai makan budhe masih saja mengompori Dani untuk membuka hatinya lagi. Kali ini Dani lebih banyak diamnya Takut kalau banyak menjawab yang keluar adalah kata kata sarkas seperti biasa dia lakukan.


" Ya sudah nduk karena sudah mau gelap budhe mau pamit pulang dulu Yo... Eeeh kali sudah tukar nomor WhatsApp kan...?" seloroh budhe


" sudah Bu..." kali ini Alex yang menjawab.q


" baguslah, sering seringlah kalian berkomunikasi, witing tresno kui jalaran Soko kulino..."


" aah budhe bisa saja..." Alex tersenyum malu malu

__ADS_1


" ya sudah nduk budhe pulang duluan Yo..Arkha jaga bunda baik baik Yo..." budhe memeluk dan mencium Arkha.


" ya nenek budhe..." singkat Arkha


Tak berselang lama mobil yang mereka tumpangi bergerak meninggalkan pelataran rumah Dani. Arkha masih melambaikan tangan sampai mobil itu berbelok ke luar halaman. Ada sedikit gurat kecewa karena nenek budhenya berkunjung hanya sebentar saja, padahal biasanya nenek budhe selalu menginap.


" sudah nak, ayo masuk.." ajak Dani


" bunda om itu tadi siapa..?"


" Arkha mau tau beneran atau tidak nih...?"


" ya Arkha mau tau bunda..."


" hmmm baiklah bunda akan jawab jujur, om itu tadi namanya Alex, nenek budhe mau bunda menikah dengan om Alex..supaya Arkha punya ayah..." Dani berharap Arkha paham


" oooh jadi dia mau jadi ayahnya Arkha ya Bun ..?"


" iya nak...Arkha mau punya ayah om Alex..,?"


" tidak aah, Arkha cuma mau punya bunda saja...!" tegas Arkha


Entah mengapa Dani merasa lega mendengar jawaban anaknya. Coba bayangkan kalau jawaban Arkha tadi adalah " mau" wah bakalan panjang urusannya.


Diam diam Dani berdoa


" ya Tuhan bukan aku menolak takdirmu untuk hidup saling berpasangan, aku tidak bisa lagi menjalin hubungan dengan lelaki manapun, aku kotor q, tidak berharga & hatiku sakit, luka masa laluku belum sembuh, aku membentengi hatiku dengan dinding batu yang tinggi, dan aku berharap tidak seorangpun mampu merobohkannya."


Dani tidak mau pasrah, maunya hidup berdua saja dengan anaknya. Titik no koma. Karena itulah tadi dia berusaha keras menolak secara halus perjodohan yang ditawarkan oleh budhenya. Harapan Dani sih budhenya mengerti dan mau menerima. Tapi kalau melihat gelagatnya tadi sih sepertinya budhe bakalan pantang mundur alias maju terus.


Dani sudah berencana jikalau budhe masih saja memaksa maka tidak ada jalan lain selain menjadikan anaknya sebagai senjata untuk melawan keinginan budhe. Semoga saja semua ini tidak terjadi dan berakhir sampai disini saja.


Di tengah lamunannya tiba tiba hapenya bergetar, sebuah pesan masuk..


" selamat malam dani, terimakasih sudah menyambutku dengan baik tadi siang. Terimakasih juga untuk jamuan makan siangnya, senang berkenalan dengan kamu dan arkha.selamat malam, salam buat Arkha." bunyi pesan tersebut...

__ADS_1


Dan Dani dibuat melongo membaca pesan tersebut...hhhhhh


__ADS_2